Pengalaman Aplikasi Kuliah ke Jerman (University of Kiel)

PROLOG

Ada banyak alasan bagaimana seseorang akhirnya memilih Jerman sebagai negara tujuan mereka untuk melanjutkan studi.  Sepeti yang sudah kita ketahui, Jerman adalah salah satu negara yang terkenal akan kemajuan teknologi dan industrinya. Soal pendidikan, Jerman jarang sekali memungut tuition fee dari mahasiswanya dan lagi biaya hidup di Jerman terhitung murah dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di Eropa. Namun demikian, yang menjadi pertimbangan utama para awardee adalah kecocokan dan ketepatan subjek mata kuliah yang ditawarkan dengan kebutuhan mereka masing-masing demi untuk meningkatkan kualitas keilmuan mereka, teknik dan juga pengalaman yang nantinya akan dibutuhkan untuk menunjang performa kerja dimasa depan.

Kiel 1

sumber : http://www.cau350.uni-kiel.de/fileadmin/_processed_/csm_cau350-logo-en-rgb-240x234_5f846af6a7.png

Saya pribadi memilih Cristian Albrechts Universitat zu Kiel atau yang lebih dikenal dengan University of Kiel sedari awal saat men-submit berkas pendaftaran online beasiswa LPDP. Saya melakukan pendaftaran tanpa memegang LOA, mengingat saat itu saya mendaftar LPDP pada bulan Januari sedangkan pendaftaran University of Kiel (Uni-Kiel) baru akan dibuka pada bulan Maret sampai Mei setiap tahunnya (saya hanya berbekal bukti korespondensi dengan salah satu profesor uni-Kiel yang menyatakan bahwa beliau bersedia menerima saya di lab-nya jika saya dinyatakan lulus admission di Uni-Kiel).

 

Proses Aplikasi

Singkat cerita, Pada bulan Maret 2015 akhirnya saya resmi menjadi salah satu orang yang beruntung untuk bisa menjadi penerima beasiswa LPDP. Karena saya adalah salah satu pelamar tanpa LOA, hal pertama yang saya lakukan saat itu adalah mengurus admission saya ke University of Kiel (dan juga ke beberapa Universitas cadangan saya). Proses aplikasi dilakukan melalui email dengan salah satu staff admission program studi yang saya tuju, yaitu Agrigenomics. Tidak ada pengiriman dokumen fisik ke Jerman, karena semua dokumen akan di verifikasi saat registrasi ulang di awal semester.

Berikut adalah dokumen yang dibutuhkan utuk proses aplikasi :

  • Formulir pendaftaran bisa di download di website Agrigenomics Uni-Kiel, formulir berupa isian data seperti CV dan juga beberapa essay yang harus diselesaikan (dokumen-dokumen pendukung yang dibutuhkan juga tercantum pada formulir ini)
  • Ijazah SMA (English)
  • Ijazah dan transkrip S1 (English)
  • Letter of Admission S1 atau surat bukti lulus ujian Universitas (kalau ada. saya sendiri hanya menggunakan surat keterangan dari fakultas bahwa saya diterima di Universitas andalas pada tahun 2010 melalui jalur SNMPTN)
  • Motivation Letter
  • Sertifikat kemampuan bahasa (550 points in TOEFL® ITP-paper based, 230 points in TOEFL-Computer based, 90 points in TOEFL-Internet based, 6.5 points in IELTS, no band less than 6, 8 tahun kelas bahasa inggris di sekolah Jerman, Pernah tinggal selama 6 bulan di negara berbahasa inggris)
  • Surat tugas jika sudah pernah bekerja
  • Pernyataan sumber pendanaan (disini saya melampirkan Letter of Sponsorship dari LPDP)
  • Surat Rekomendasi dosen ataupun atasan (tidak dituliskan sebagai dokumen yang harus dilampirkan, namun menurut saya surat ini cukup mempengaruhi keputusan kelulusan)

 

Semua dokumen dikirimkan melalui email langsung ke Dr. Nazgol Emrani, Plant Breeding Institute( n.emrani@plantbreeding.uni-Kiel.de). Pendaftaran ditutup pada tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Pelamar yang berhasil lolos seleksi akan menerima pemberitahuan kelulusan pada awal Juni setiap tahunnya, selanjutnya International Center of University of Kiel akan mengirimkan Admission Letter melalui email dan pos, selain itu mereka juga akan menjelaskan Enrollment Procedure yang harus diperhatikan oleh para mahasiswa (seperti tanggal registrasi hingga proses-proses administratif lainnya seperti housing, asuransi, residence permit dan lainnya). Proses registrasi dilakukan dalam 4 periode dari bulan September hingga awal Oktober, sedangkan perkuliahan akan dimulai sekitar pertengahan Oktober.

Kiel 2

sumber : http://i.ytimg.com/vi/DS0a5UkgQHo/maxresdefault.jpg

Kriteria Penerimaan

Seleksi akan dilakukan dengan parameter berikut :

  • Gelar sarjana (Kualifikasi, Mata kuliah yang pernah diambil, nilai)
  • Letter of Motivation
  • Kemampuan Bahasa inggris
  • Kualifikasi lebih jauh (Pengalaman kerja, magang dan lain-lain)

Pelamar harus memiliki gelar sarjana dari bidang Ilmu Pertanian, Biologi,Bioinformatika, Biokimia, Genetik atau disiplin ilmu terkait, dengan nilai minimal B- .

Personal Statement

Pada formulir aplikasi personal statement akan digiring berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang ada pada formulir tersebut. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan alasan kenapa memilih untuk melanjutkan studi di program Agrigenomics di Uni-Kiel dan tujuan yang ingin dicapai baik dari segi keilmuan ataupun profesi. Untuk informasi terbaru dan lengkap bisa di akses pada link ini.

Pasca pengumuman kelulusan

Ibarat game, ada banyak sekali stage atau level baru yang akhirnya terbuka setelah saya menerima surat pengumuman kelulusan dari university of Kiel. Hal pertama yang saya lakukan adalah pengajuan Kontrak ke LPDP dan LOG yang mana nanti akan digunakan untuk aplikasi visa.

Saya juga mulai mencari tempat tinggal di Jerman. Sebagai pelajar berstatus single, tempat ter-ideal bagi saya adalah asrama yang di kelola oleh Studentenwerk. Untuk pengajuannya bisa dilakukan dengan mengisi formulir online di website Studentenwerk-nya Kiel.

Saya memilih mengajukan permohonan ke Studentenwerk melalui  International Center kampus, menurut senior akan lebih mudah bagi saya karena nanti IC akan membantu mencarikan kamar, menawarkan beberapa kamar yang kira-kira sesuai dengan kriteria kita, hingga nanti pada akhirnya kita cukup terima kunci dan tekan kontrak di hari pertama kedatangan di Jerman.

Alhamdulillah, semuanya dimudahkan oleh Allah, setelah menunggu kira-kira 1 bulan, akhirnya saya diberi kabar oleh IC kalau ada 1 kamar yang tersedia dan itu sesuai dengan kriteria saya, sendiri sekamar, kamar mandi didalam dan cukup dekat dari kampus sehingga bisa bersepeda kalo ngampus, tentu saja saya langsung ambil penawaran itu. Semua pembayaran akan dilakukan di saat sampai diJerman nanti, bersamaan dengan penyerahan kunci dan penandatanganan kontrak. Belum lagi servis penjemputan dari bandara yang mereka tawarkan, dengan catatan kita sudah mengajukan permohonan 10 hari sebelum kedatangan. kurang baik apa lagi coba?. Belum apa-apa saya udah dibikin jatuh cinta sama Kiel <3.

 

Penulis : Hashlin Pascananda Utami (S2 University of Kiel)

Originally posted on : http://hashlinutami.blogspot.com/2015/08/pengalaman-aplikasi-kuliah-ke-jerman.html

Membawa Olahan Berbahan Daging ke Jerman: Antara Boleh, Tidak Boleh dan Terpaksa Boleh (Cerita Tentang ZOLL di bandara Jerman)

Hi, bertemu lagi dengan tulisan saya ke dua puluh enam selama tinggal di Jerman (emang sudah serajin itukah ya saya dalam menulis?). Kali ini coretan keyboard saya akan mengangkat tentang pengalaman disertai bumbu comot sana sini dari berbagai rumpian tetangga tentang topic yang sama. ZOLL adalah kata dalam Deutsch yang berarti custom/beacukai/karantina tidak ada arti yang tepat sih kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia tapi kurang lebih begitulah artinya. Dalam bahasa aselinya begini tugasnya: Die Zollverwaltung kontrolliert den grenzüberschreitenden Warenverkehr und erhebt Zoll- bzw. Steuerabgaben”, jadi barang yang masuk ke Jerman dari luar baik melalui pelabuhan udara, pelabuhan laut bahkan melalui jalur darat akan dikontrol keamanannya, keabsahannya, keselamatannya, kesehatannya, kegunaannya dan nyah nyah lainyah.

Zoll 1

sumber : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f5/Zentrale_Unterst%C3%BCtzungsgruppe_Zoll_-_Beamter_%281%29.JPG

Waktu pertama saya harus terbang untuk melanjutkan studi ke Jerman 7 tahun yang lalu, saya tidak mendapat referensi yang banyak tentang makanan dan produk yang boleh saya bawa di dalam koper. Maklum saya dibesarkan oleh keluarga tukang makan, apalagi melihat saya akan tinggal selama 2 tahun jauh dari rasa makanan Asia terlebih lagi makanan Sunda, maka keluarga membekali seluruh makanan kesukaan saya untuk 2 tahun makan di Jerman (bayangkan isi koper saya makanan untuk 2 tahun booo….hahahaha bikin kaget ga sih). Saat itu menolak terhadap kebaikan adalah tabu apalagi saya juga emang doyan makan, jadi dengan senang hati saya saksikan satu persatu olahan daging, corned beef, sarden, rending, paru goring, ikan asin cumi kesukaan tertata rapi di koper.

Zoll 2 Zoll 3

sumber :

http://kulinerqu.com/wp-content/uploads/2014/05/resep-rendang-padang-kering-ihruzmcw.jpg
http://img-1567.kxcdn.com/2012/06/Sambal-Teri.jpg

Hari H telah tiba, diantar seluruh keluarga saya melepas pandangan menuju bandara. Sedih sekaligus bahagia, sedihnya saya akan kehilangan suara dan kehangatan keluarga tapi bahagianya adalah kesempatan menjadi orang hebat tidak setiap orang bisa merasakannya. Saya sudah lupa isi koper, yang saya ingat tiket pesawat untuk segera saya tukarkan dengan boarding pass dan memasukan seluruh cadangan berhibernasi 2 tahun di Jerman kedalam perut pesawat tujuan Frankfurt. Satu hari kemudian kaki dilangkahkan keluar dari pesawat Qatar Airways di sebuah bandara terbesar di Eropa, Frankfurt Am Main Flughafen, kikuk tapi tetap woles, mengikuti alur menuju pintu keluar bandara rasanya pede banget, gaya banget dan sok eropa banget. Tibalah di conveyor baggage claim, satu koper besar dari Indoensia sudah terlihat disana, didalamnya ada bekal hidup yang bisa mamanjakan saya di Jerman. Pintu keluar sudah terlihat dan tiba-tiba ada 2 orang memanggil saya dengan suara keras tapi sopan, “sorry Sir, could you please follow me….” Weit muka gaya berubah panic, aya naon ieu????? Salah apa sayah??? Tetap mencoba menarik nafas setengah panjang tapi kedua tangan tetep berasa Parkinson, vibrasi semakin hebat manakala petugas berbaju biru lengkap dengan pistol dan lencana ZOLL menyuruh saya membuka bagasi.

Oh My Godness, Ya Allah ada apakah gerangan yang terjadi?? Saya ke Jerman untuk sekolah jangankan saya terpikir membawa narkoba, rokok satu batang pun ga pernah memasukannya ke koper. Satu persatu barang saya turunkan dari tas, dan jreng…jreng si petugas meminta menurunkan seluruh makanan dalam kemasan untuk di declare. Disitulah saya sadar bahwa saya masuk ke negara dengan aturan MELARANG MAKANAN BERBAHAN DASAR DAGING, SUSU, KEJU, IKAN masuk ke Jerman. Ancamannya dua, denda (konon katanya) mencapai 125 EUR atau saya membuangnya ke tempat sampah yang rasanya bikin sakit hati. Pilihan yang paling sulit adalah ketika saya meletakkan satu persatu corned beef halal, ikan asin dan rendang serta paru ke dalam sebuah container sampah di pojok ruang custom, yang tersisa hanyalah mie instan dan camilan Bandung pengobat luka kehilangan semuanya.

Perjalanan dari Frankfurt am Main menuju ke kota tujuan rasanya terasa begitu sulit, kehilangan makanan kegemaran seperti kehilangan gairah hidup kehilangan sumber energi. Tapi pelajarannya adalah, saya harus lebih jeli membaca aturan custom suatu Negara, KALAU TIDAK BOLEH ya tidak memaksakan, kecuali TAHU TIDAK BOLEH tapi GIMANA CARANYA HARUS BOLEH itu yang saya belum coba lakukan. Semoga masih diberi kesempatan bisa membawa lagi rendang, paru dan corned beef kesukaan dengan bungkus kado (kata orang-orang) supaya terlihat seperti souvenir hehe..selamat berkemas bagi yang akan terbang ke Jerman, wrapping is the art of life for traveler!

 

Penulis : Roni Susman (S3 TU Berlin)