Mengikuti Jejak Habibie: Dari Bandung Hingga ke Aachen

 

Alhamdulillah terima kasih sebelumnya kepada Formal Jerman karena saya diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman perjalanan hidup saya mempersiapkan studi lanjut di Jerman.

Gambar 1

Gambar 1: Muktamar II Formal Jerman (bersama teman-teman PPI) di kota Aachen. Sumber: dokumentasi Formal Jerman

 

Be the change that you wish to see in the world.” – Mahatma Gandhi

Quote di atas cukup menjelaskan niat saya untuk lanjut studi master. Keinginan saya berawal saat saya masih berada di semester 7 dalam studi S1. Saya adalah mahasiswa jurusan teknik elektro di ITB angkatan 2009. Saat itu saya sudah mulai merencanakan persiapan untuk studi lanjut untuk program Power Engineering. Saya ingin sekali ke Jerman. Saya mulai membeli buku-buku tentang bahasa Jerman dan mulai belajar secara otodidak (walau pada akhirnya tidak terlalu memuaskan, tapi lumayan buat modal belajar).

Saya mulai browsing tentang kampus-kampus teknik di Jerman dan juga mencari info tentang beasiswa. Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen atau RWTH Aachen, tempat pak Habibie menuntut ilmu dulu, menjadi tujuan utama saya waktu itu. Namun, saat itu saya tidak menemukan beasiswa yang tepat buat saya, umumnya beasiswa yang saya temukan mensyaratkan pengalaman kerja paling tidak dua tahun, atau mensyaratkan awardee-nya untuk bekerja di instansi pemerintah atau dosen di universitas. Saya belum siap saat itu, bayangan saya setelah lulus adalah saya ingin bekerja di industri atau menjadi entrepreneur. Keinginan untuk studi di Jerman pun saya pendam terlebih dahulu.

 

Kegagalan hanya akan ada bila kita menyerah untuk mencoba.” – B.J. Habibie

Strategi saya ubah, saya mencari universitas dimanapun yang juga memiliki penawaran beasiswa penuh. Dan karena saya ingin juga belajar langsung bahasa lain selain bahasa Inggris, maka universitas di Amerika dan Inggris dicoret dari list saya. Saat itu keluar lah beberapa universitas serta beasiswa hasil pencarian saya, beberapa di antaranya yang saya garis bawahi adalah beasiswa Eiffel (Prancis), TU Delft Excellence (Belanda), Monbukagakusho (Jepang), dan Swedish Institute Scholarship (Swedia). Menyedihkan saat mengetahui batas akhir pendaftaran beasiswa Eiffel dan TU Delft Excellence sudah lewat untuk periode keberangkatan tahun 2013. Saya pun menarget Monbukagakusho terlebih dahulu karena deadline paling dekat, saya awali dengan menghubungi salah satu profesor di Tokyo Institute of Technology. Sang professor pun merespon email saya secara positif, namun beliau mensyaratkan ketrampilan berbahasa Jepang untuk bergabung ke dalam institutnya, yang mana tidak bisa saya penuhi dalam waktu yang singkat.

Gambar 2Gambar 2: KTH Royal Institute of Technology. Sumber: google.com

Saya pun beralih untuk mendaftar ke KTH Royal Institute of Technology dengan harapan bisa diterima pula untuk beasiswa penuh dari Swedish Institute. Saya awali dengan persiapan tes IELTS sebagai persyaratan kemampuan berbahasa Inggris. Saya ingat saya mengikuti tes ini pada saat minggu UTS di ITB. Saya pun mempersiapkan persyaratan lain seperti motivation letter, recommendation letter, dan membuat CV sebagus mungkin. Alhamdulillah, saya mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) sebagai calon master student di KTH Royal untuk jadwal studi September 2013. Namun, saya belum berhasil untuk mendapatkan beasiswa dari Swedish Institute. Walhasil, keinginan saya untuk lanjut studi harus tertunda pada saat itu.

 

Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving.” – Albert Einstein

Saya pun memutuskan untuk bekerja setelah lulus S1 untuk mencari pengalaman. Ketertarikan saya di bidang tenaga listrik semakin kuat setelah saya bekerja di salah satu industri di bidang tersebut. Saya bekerja hingga akhirnya saya menemukan beasiswa pendidikan Indonesia dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tidak menunggu lama, saya pun segera mempersiapkan berkas yang dibutuhkan. Saat itu proses aplikasi BPI LPDP hanyalah wawancara dan Program Kepemimpinan (PK). Saya mendaftar BPI LPDP dengan tujuan TU Darmstadt di Jerman. Mengapa tidak ke RWTH Aachen? Karena RWTH Aachen membutuhkan Graduate Record Examination (GRE) Test sebagai syarat aplikasinya yang mana membutuhkan biaya dan persiapan dulu untuk mengikutinya. Dan saya tidak menggunakan LoA KTH Royal karena saya berpikir terlalu besar biaya yang harus dikeluarkan LPDP bila saya studi disana, saya tetap pilih Jerman karena biaya studinya lebih rendah dan saya pikir itu akan menambah kemungkinan saya diterima oleh LPDP.

Kesalahan saya adalah saya tidak mempersiapkan dengan matang wawancara saat itu, saya belum memikirkan rencana studi dan rencana pasca kelulusan dengan kesungguhan. Akhirnya saya tidak lulus wawancara LPDP saat itu. Apakah saya berhenti kali ini?

 

“Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up.” – Thomas A. Edison

Tidak. Saya mencoba untuk mendaftar BPI LPDP untuk ke-2 kalinya. LPDP memperbolehkan kita untuk mendaftar BPI LPDP sebanyak dua kali (saya tidak tahu apa kah peraturan ini sudah berubah atau belum). Saat dinyatakan tidak lulus wawancara saat itu saya langsung mempersiapkan untuk mendaftar BPI LPDP kembali. Kali ini tujuan saya adalah KTH Royal Institute of Technology, karena saya sudah ada LoA dari universitas tersebut dan saya baru tahu kalau LPDP tidak melihat biaya yang akan mereka keluarkan melainkan kepantasan calon penerima beasiswanya.

Persiapan kali ini saya siapkan dengan matang. Rencana studi, surat motivasi dan dua essai saya buat dengan sungguh-sungguh. Begitu pula persiapan untuk tahapan wawancara. Alhamdulillah keluar kabar dari gedung AA Maramis (kantor LPDP) bahwa saya lulus wawancara dan saya diminta untuk mengikuti Program Kepemimpinan (PK) angkatan ke-9. Program Kepemimpinan ini adalah acara yang diadakan selama dua belas hari saat itu dan dihadiri oleh 112 penerima BPI LPDP. Saat itu kami pun sampai dikirim terjun ke masyarakat di Baduy dan juga pelatihan semi militer di markas TNI AU di Halim, dua hal yang tidak mungkin saya lupakan dalam hidup saya. Akhirnya, seluruh peserta Program Kepemimpinan angkatan 9 saat itu dinyatakan lulus sebagai awardee BPI LPDP.

 

An investment in knowledge pays the best interest.” – Benjamin Franklin

LPDP memberikan waktu satu tahun untuk mencari LoA dan memperbolehkan para awardee-nya untuk pindah universitas. Dua kemudahan yang diberikan LPDP ini saya manfaatkan. Saya pun kembali ke tujuan awal saya, yaitu RWTH Aachen.

Gambar 3Gambar 3: Catatan persiapan aplikasi di RWTH Aachen. Sumber: dokumentasi pribadi.

Saya mulai mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk aplikasi di RWTH Aachen. Resume, surat rekomendasi, surat motivasi, dan GRE Test pun saya persiapkan. Saya pun membeli beberapa buku untuk latihan GRE ini. Saya kemudian menulis panduan untuk GRE Test di sini:

http://lpdp-jerman.org/graduate-record-examination-gre-test-my-one-test-to-germany/

Saya juga harus kembali mengambil tes IELTS karena sudah melewati masa berlakunya (dua tahun). Tak sedikit uang yang saya keluarkan untuk mempersiapkan ini itu. Semuanya saya persiapkan dengan matang, saya tidak ingin ada yang kurang satu pun. Semua berkas yang dibutuhkan pun saya kirim via pos. Hingga pada akhirnya keluar lah pengumuman bahwa saya diterima di program master Electrical Power Engineering di RWTH Aachen untuk jadwal mulai studi Summer Semester 2015. Tak lupa saya menghubungi LPDP untuk mengajukan perpindahan universitas.

Gambar 4Gambar 4: Potongan LoA RWTH Aachen. Sumber: dokumentasi pribadi

Alhamdulillah.

 

Epilog:

Dalam persiapan studi ini saya pernah gagal tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Namun, saya tidak berhenti dan pada akhirnya saya bisa berangkat menuntut ilmu di RWTH Aachen. Saya yakin lebih banyak lagi perjuangan yang lebih berat yang dilalui teman-teman pelajar yang berhasil terutama para pencari beasiswa seperti saya. Pertanyaannya: Apakah teman-teman lainnya sudah mencoba? Kalau belum, lantas apa alasannya untuk menyerah?

Fauzan Saputra

Msc Electrical Power Engineering Candidate, RWTH Aachen

Stuttgart, Kota di Antara Hutan dan Kebun Anggur

Stuttgart adalah salah satu kota besar yang berada di Jerman. Kota tersebut terletak di wilayah State Baden-Württemberg dan merupakan ibukota dari State tersebut. Kota stuttgart memiliki jarak sekitar 205 KM dari Kota Frankfurt dan 235 KM dari Kota Munich. Keberadaan bandara dan lokasi yang dilalui jalur antar kota menjadikanStuttgart menjadi Kota yang mudah diakses.

Selain dikenal sebagai pusat dari industri otomotif di Jerman, Stuttgart juga merupakan sebuah kota tujuan wisata. Bentang alam di wilayah Stuttgart yang indah merupakan sebuah keuntungan tersendiri. Dibandingkan dengan kota-kota lain di Jerman, Stuttgart memiliki topografi yang relatif berbukit, bahkan lokasi Kota Stuttgart berada di lembah yang dikelilingi area perbukitan.  Landscape yang indah tersebut menjadikan pengalaman mengunjungi Stuttgart berbeda dari saat mengunjungi kota Jerman yang lain. Tidak hanya landscape yang menjadikan Kota Stuttgart menjadi destinasi wisata, namun juga hiburan lainnya, termasuk dengan adanya festival dan event tahunan.

Keberadaan sistem jaringan transportasi yang baik dan terintegrasi, sangat memudahkan pengunjung untuk mengelilingi Kota Stuttgart serta destinasi wisata di sekitarnya. Sistem transportasi publik di Kota Stuttgart dikelola oleh perusahaan bernama VVS. Prasarana transportasi yang termasuk dalam pengelolaan VVS antara lain bus, U-Bahn, dan S-Bahn. Berikut adalah alamat website mengenai pelayanan VVS : http://www.vvs.de/home-vvs/.

Salah satu landmark dari Kota Stuttgart adalah New Palace yang berada di pusat Kota. Bangunan bergaya arsitektur Baroque tersebut dahulunya adalah kediaman Raja Württemberg di tahun 1746 – 1797 dan tahun 1805 to 1807. Bangunan tersebut pada saat ini difungsikan sebagai gedung Parlemen wilayah State Baden-Württemberg. Tepat bersebelahan dengan gedung tersebut terdapat sebuah Square terbesar di pusat Kota Stuttgart. Square yang bernama Schlossplatz tersebut biasa digunakan sebagai lokasi diadakannya event besar di Kota Stuttgart. Ditengah area tersebut terdapat sebuah monumen penting yang bersejarah, sebagai peringatan hari ulang tahun ke 60 Raja Wilhelm I dari Württemberg. Konigstrase yang juga merupakan area perbelanjaan di Stuttgart juga terletak tidak jauh dari kedua lokasi yang diceritakan sebelumnya. Konigstrase menjadi sebuah tempat yang ramai dikunjungi terutama di akhir pekan.

 

stuttgart
Suasana Schlossplatz, Stuttgart

Stuttgart juga memiliki beberapa museum terkemuka, antara lain adalah Museum Mercedes dan Museum Porsche. Mengunjungi Kota yang dikenal sebagai pusat industri otomotif, tidak akan lengkap rasanya tanpa menyempatkan diri mengunjungi kedua museum tersebut. Museum tersebut menyajikan perjalanan sejarah perusahaan dan para pendirinya hingga catatan penting perjalanan perusahaan tersebut. Selain informasi tersebut, hal yang paling menjadi daya tarik utama keduanya adalah ditampilkannya koleksi hasil produksi dari kedua pabrikan tersebut, lintas jaman dari produksi di masa lalu hingga prototype desain futuristik. Wahana simulasi kendaraan balap pun tersedia untuk memberikan pengalaman bagi pengunjung.

stuttgart2
Simulasi Mobil Balap _Posche Museum
stuttgart 3
Koleksi di Mercedes Benz Museum

 

Menjelajah di alam terbuka juga merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan untuk dilakukan di Stuttgart. Salah satunya adalah dengan mengunjungi sebuah taman perkotaan yang bernama Killesberg. Di taman tersebut terdapat sebuah menara observasi setinggi 40 meter. Menara yang berbentuk unik tersebut merupakan salah satu landmark yang ada di Kota Stuttgart. Dari atas menara tersebut , nampak pemandangan landscape Kota Stuttgart yang jelas. Kebun anggur yang berada di perbukitan di sekeliling Kota Stuttgart juga menyajikan suasana nyaman bernuansa alam namun memiliki pemandangan yang juga indah untuk dipandang.

Banyak hal yang menyenangkan di Stuttgart untuk dinikmati dan masih banyak tempat yang dapat dijelajahi. Untuk informasi lebih lanjut silahkan lihat di : https://www.stuttgart-tourist.de/en. Selamat menikmati keindahan Kota Stuttgart.

Aditya Pradana Ganda Saputra

PK-31

Institusi Riset Terbaik Dunia , Max Planck Society : Lanjutkanlah Studi PhD Disini.

max planck building
One of MPS’s building facilities

Max Planck Society (MPS) adalah persatuan institusi riset non profit terkemuka yang berpusat di Jerman. Dengan fokus riset di bidang fundamental sains, teknologi, sosial, seni dan humanity, MPS saat ini memiliki 83 institut dengan masing-masing spesialisasi yang tersebar di seluruh wilayah Jerman dan beberapa lokasi di luar Jerman. MPS memiliki reputasi secara historis sebagai institusi riset terbaik eropa dan bahkan dunia di bidang saintek. MPS berdiri pada 1911 dengan nama awal Kaiser Wilhelm Society yang setelah perang dunia ke-2 berubah nama menjadi Max Planck Society. Nama baru ini diambil dari nama fisikawan besar Jerman, Max Planck, yang mencetuskan teori kuantum sekaligus presiden dari institusi ini sejak 1930 hingga 1937.

Hingga saat ini, 33 pemenang Nobel berasal atau berafiliasi kuat dengan MPS dan bahkan sebagian besar penemuan besar di bidang sains dasar dan teknologi di abad 20 dimotori oleh para ilmuwan yang menjadi anggota MPS. Baru-baru ini, para ilmuwan di MPS telah berhasil membuat dan mengaktifkan dengan baik reaktor fusi nuklir pertama di dunia. Riset yang dilakukan di MPS sangat intensif, fundamental dan Cutting-edge. Dengan dana riset yang cukup besar dan didukung oleh para ilmuwan dan staf ahli yang merupakan pioneer di bidangnya dari berbagai belahan dunia, MPS telah menjelma menjadi institusi riset dan asosiasi ilmuwan serta intelektual paling prestisius di dunia sejak abad ke 20.

Sebagai institusi riset, MPS memiliki program yang membuka kesempatan bagi talenta muda berbakat dari seluruh dunia untuk terlibat aktif dalam forefront research yang sedang dilakukan di MPS dengan menjadi mahasiswa PhD dalam program International Max Planck research school (IMPRS). Ada berbagai jenis IMPRS yang semuanya menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar dan berdurasi selama 3 tahun. IMPRS memberikan gaji dalam bentuk beasiswa bebas pajak yang cukup besar di bandingkan mayoritas skema beasiswa lain. Rata-rata Gaji yang diterima oleh mahasiswa doktoral IMPRS di tahun 2015 saat ini berkisar pada 1400 euro. Untuk mahasiswa yang telah berkeluarga, beberapa program dalam IMPRS umumnya memberikan tunjangan keluarga dalam jumlah tertentu.

Saat ini, ada 60 cabang IMPRS; 26 di bidang kimia, fisika dan teknologi, 23 di bidang biologi dan kedokteran serta 11 di bidang humanity dan Ilmu Sosial . IMPRS didirikan oleh salah satu atau beberapa institute dalam MPS yang saling bekerjasama. IMPRS memiliki kerjasama yang kuat dengan universitas-universitas dan lembaga penelitian lain di Jerman dan seluruh dunia. Mahasiswa PhD di IMPRS akan mendapatkan interdisciplinary course serta ijazah dari salah satu universitas yang bekerjasama dengan program IMPRS sedangkan risetnya dilakukan di salah satu institut MPS . Hal ini memungkinkan mahasiswa membangun jaringan professional yang kuat baik dari pihak universitas, MPS maupun industri dan lembaga riset lain yang terkait dengan program IMPRS tersebut. Mahasiswa IMPRS juga akan memiliki akses yang lebih mudah terhadap berbagai peralatan dan bahan high-tech terkini untuk mendukung risetnya. Selengkapnya, berikut link IMPRS dalam Bahasa inggris https://www.mpg.de/en/imprs.

Persaingan untuk mendapatkan tempat di IMPRS dikenal sangat ketat dan memiliki beberapa tahapan seleksi termasuk seleksi akhir dimana kandidat terkuat akan diundang datang langsung ke tempat institut yang menaungi IMPRS yang dilamar untuk menjalani proses seleksi akhir face to face dengan calon pembimbing dan tim-nya. Semua biaya perjalanan akan ditanggung pihak IMPRS. Setiap program di IMPRS memiliki jadwal rekrutmen tersendiri namun rata-rata memulai program riset pada winter semester di bulan oktober.

Pada akhirnya, reputasi MPS membuat lulusan IMPRS akan memiliki posisi dan daya tawar tinggi dalam karir baik di bidang akademis maupun industri di belahan dunia manapun. Bahkan Alumni IMPRS memiliki kesempatan besar untuk langsung melanjutkan karir di MPS sebagai Post Doctoral staff maupun Junior Scientist. IMPRS dapat menjadi menjadi salah satu pilihan utama bagi lulusan master dari Indonesia yang ingin melanjutkan sekolah hingga ke taraf PhD ke institusi yang prestisius selain beasiswa dari pemerintah Indonesia sendiri tentunya.

Choirul Musfiqin
PK33

Silaturrahim FORMAL Jerman – Januari 2016

“Barangsiapa ingin diluaskan rezeki nya, dan dimakmurkan usianya, hendaklah ia bersilaturrahim”

 

Tahun 2016 diawali dengan hal yang luar biasa bagi para awardee LPDP di Jerman. Bagaimana tidak, karena pada tanggal 2 hingga 5 Januari 2016, sekali lagi kegiatan Silaturrahim Formal sukses diadakan. Setelah pada sebelumnya kegiatan serupa diadakan di Kota Aachen, kini giliran Kota München yang menjadi lokasi kegiatan silaturrahim. Tujuan dari silaturrahim ini, tidak lain adalah untuk menjalin persaudaraan dan komunikasi antar sesama awardee yang berada di Jerman. Antusias dari teman-teman pun terlihat sejak awal karena banyak dari mereka yang mengusahakan untuk datang, meskipun sehari sebelumnya adalah hari perayaan tahun baru. Awardee yang datang pun mencapai puluhan jumlahnya.

 

Rencana Kegiatan Silaturrahim
Kegiatan Silaturrahim FORMAL-Januari 2016

 

Kegiatan silaturrahim ini didominasi dengan kegiatan berkunjung mengelilingi destinasi wisata favorit di Kota München.

  • Tanggal 2 Januari diagendakan sebagai hari kedatangan bagi awardee LPDP di Jerman yang juga merupakan anggota FORMAL. Tim tuan rumah dengan ramahnya menyambut mereka dan menjemput masing-masing rombongan di stasiun kedatangan, baik di Hauptbahnhof (main station) atau Zentraler Omnibus-Bahnhof (ZOB).
  • Pada tanggal 3 Januari, kegiatan yang dilakukan adalah mengunjungi Aldstadt, Nymphenburg Schloss, dan Stadion Allianz Arena. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan acara makan bersama di PM3, yang menjadi lokasi utama kegiatan Silaturrahim. Kegiatan makan bersama merupakan salah satu kegiatan yang di tunggu pada hari tersebut, mengingat suhu di ruangan terbuka yang mencapai -2 derajat celcius membuat tubuh cenderung merasa lapar. Salah satu hal yang menjadikan makan bersama semakin menyenangkan adalah terkait makanan yang tersaji, Masakan dengan cita rasa Indonesia. Perlu diketahui bahwa masakan Indonesia adalah salah satu hal yang berharga bagi WNI yang sedang merantau.
Marienplatz, Munchen
Marienplatz, Munchen
Kegiatan Diskusi
Kegiatan Diskusi FORMAL

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Kegiatan pada tanggal 4 Januari diagendakan khusus untuk mengunjungi Neuschwanstein Schloss yang berlokasi di daerah Fussen, kaki pegunungan alpen. Lokasi yang jauh menjadikan kunjungan ke lokasi tersebut memerlukan alokasi waktu yang khusus. Jarak perjalanan mencapai 2 jam menggunakan kereta “Regio” dari Kota nchen.     menuju stasiun Fussen.

 

Pemandangan pegunungan Alpen, Schwangau
Pemandangan Pegunungan Alpen, Schwangau
Selfie di Neuschwanstein Schloss
Groufies di Neuschwanstein Schloss

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Tanggal 5 Januari adalah hari terakhir kegiatan silaturahmi. Pada hari tersebut, para awardee merencanakan kegiatannya secara mandiri. Hari tersebut pula menjadi jadwal kepulangan mereka ke kota masing-masing setelah liburan di akhir tahun.
Kepulangan peserta
Kepulangan peserta di HBF

Dengan semangat baru, inspirasi dan persaudaraan yang semakin erat, para awardee siap untuk melanjutkan tugasnya untuk melakukan studi, penelitian serta berkarya di Universitas dan Kota masing-masing. Hal tersebutlah yang menjadi prioritas dan alasan mereka berada di Jerman.

Terima kasih bagi tim Internal FORMAL dan tim tuan rumah (Mas Dimas Yoga, Mas Dimas Numan, Mas Aryan, Mbak Iga) yang telah berusaha keras menjadikan kegiatan Silaturrahim sukses dan menyenangkan. Semoga kegiatan serupa selanjutnya bisa jauh lebih menyenangkan lagi. Amiin