Kehidupan Kampus di TU Dresden

 

Hallo kawan-kawan dimanapun kalian berada, salam kenal ya. Saya Aji Pratama Rendragraha, asalnya dari Kota Bandung dan puji Tuhan setelah menjadi awardee LPDP  dari PK-39 kini saya sedang menempuh pendidikan S2 jurusan komputasi lanjut di bidang teknik sipil di TU Dresden, Jerman. Melalui tulisan singkat ini saya mencoba berbagi terkait kehidupan mahasiswa di kampus dimana saya sedang menuntut ilmu saat ini. Kisah kehidupan mahasiswa yang akan saya ceritakan ini tidak lain tidak bukan yakni tentang saya sendiri :). Baiklah kita mulai saja kisahnya.

Setelah lima tahun lamanya merasakan hidup sebagai mahasiswa di kota Bandung lalu hidup sebagai pegawai selama satu tahun, akhirnya sekarang kembali lagi hidup sebagai mahasiswa. Kehidupan saya sebagai mahasiswa di TUD ini belumlah lama, masih seumur singkong (sekali-kali ganti bukan jagung hahahaha) yakni kurang lebih baru delapan bulan saja. Buat saya ini pertama kalinya saya hidup ngekos seorang diri jauh dari orang tua, jadi cukup deg-degan. Tapi hal itu bukanlah masalah besar karena dengan kemajuan teknologi. Saat ini, sejauh apapun kita terpisah di belahan bumi lain selama ada internet (apalagi kenceng-kenceng internetnya di sini hahahah) komunikasi dengan keluarga bisa tetap terjalin.

 

Saya tiba di Jerman pada tanggal 29 September 2015 dan hari pertama kuliah jatuh pada 12 Oktober 2015. Selama jeda waktu tersebut, selain bisa digunakan untuk mengenal daerah sekitar, tak kalah penting adalah mengurus registrasi kedatangan, dan registrasi ini ada beberapa jenis sebagai  berikut:

  • Registrasi asrama / tempat tinggal

Di Indonesia, asrama mahasiswa bukanlah sesuatu yang asing sebab beberapa universitas / perguruan tinggi pun mempunyai asrama-asrama mahasiswa. Mendapatkan tempat tinggal sebelum sampai di kota /  negara tujuan adalah sesuatu hal penting yang harus bisa terpenuhi karena kalau tidak, urusannya repot. Alamat ini nantinya harus kita bawa ke imigirasi untuk daftar diri dan juga universitas. Kebanyakan mahasiswa akan berusaha mendapatkan tempat tinggal asrama kampus. Mengapa? Sebab banyak sekali keuntungannya mulai dari biaya yang murah dan sudah mencakup hampir semua biaya sewa yang ada (air, listrik, dan internet). Asrama ini pun beragam harganya, ada yang mahal dan murah tergantung tipenya apakah Einzelapartment / WG (tinggal dengan beberapa orang dalam satu flat). Kebetulan saya saat ini tinggal di tipe WG. Nah, tipe ini pun ada enak dan tidaknya. Enaknya kalau tetangga kita intinya adalah orang yang ramah, supel, rajin bersih-bersih dapur atau tidak jorok, maka pasti betah. Namun, jika yang sebaliknya, maka ini petaka hahahahaha. Ibarat peribahasa, “akibat nila setitik rusak susu sebelanga”. Begitulah, bisa jadi yang tidak bersalah terkena semprot dari Hausmeister (semacam bapak/ibu kos kalau di Indonesia).

  • Registrasi ke imigrasi

Daftar diri ke imigrasi hukumnya wajib di awal kedatangan setelah mengantongi surat tempat tinggal yang dikeluarkan oleh Studentenwerk atau yang menyewakan tempat tinggal ke kita. Jangan menunda-nunda lebih baik disegerakan. Yang unik adalah kita diberi uang kedatangan oleh pemeritah setempat loh (sekalipun nanti terpakai untuk bayar perpanjangan visa hahahah)

  • Registrasi ke kampus

Registrasi terakhir sebelum memulai perkuliahan adalah immatrikulasi. Yang menarik adalah staf kampus yang melayani kita itu tidak bapak/ibu tata usaha dibalik kaca seperti umumnya di tempat saya berkuliah dulu namun mahasiswi dan mahasiswa yang cantik dan ganteng, hehehehe. Jadi sedikit memberikan angin segar hahahaha.

 

Menjadi Mahasiswa Baru di Dresden

Layaknya di Indonesia, di awal tahun ajaran baru ada acara penyambutan mahasiswa baru layaknya sidang terbuka. Namun, perbedaan paling mencolok yang saya rasakan adalah tidak adanya acara semacam ospek (buat mahasiswa sarjananya). Kegiatan “sidang terbuka” nya pun sangat santai, tidak ada acara gladi resik dan semuanya harus mengenakan jamal (jaket almamater). Sebelum masuk ruangan, setiap orang diberikan tas kampus dengan beberapa kejutan didalamnya. Ada juga kejutan 18++, hehe. Setelah itu dilanjut dengan acara tur kampus sesuai jurusan masing-masing.

Selang beberapa hari ada acara penyambutan kembali. Kali ini datangnya dari jurusan / fakultas masing-masing. Isi kegiatannya kurang lebih sama; seperti ada perkenalan dari staf pengajar, presentasi tentang subjurusan dan diakhir ada acara pesta kecil-kecilan semacam pesta BBQ. Diawal, saya pikir ini bagian dari acara jurusan, namun ternyata ini diinisiasi oleh mahasiswa Jerman sehingga makan dan minumnya harus bayar ^_^. Tapi tak apa, yang penting itu bisa menjadi ajang saling mengenal.

Hanya saja, ada sedikit perbedaan di sini. jika kita bukan orang yang akan menjadi kolega mereka di kelas atau akan bertatap muka setiap hari dengan mereka, maka berkenalan dengan menanyakan nama adalah hal yang tidak lazim. Saya baru tahu akan hal itu. Jadi, hampir tidak ada mahasiswa Jerman yang namanya saya tahu di acara itu. Walaupun asyik berbincang, tapi di akhir tidak saling tahu nama merupakan hal umum terjadi di sini.

 

Paduan Suara

Paduan suara TUD ketika acara penyambutan mahasiswa baru

 

Acara BBQ

Acara BBQ yang diadakan mahasiswa selepas acara perkenalan fakultas dan jurusan

Keberagaman budaya yang ada di kampus TUD ini juga sangat beragam. Di kelas di jurusan tempat saya kuliah saat ini terdapat perwakilan hampir dari semua benua dan belahan dunia yang ada. Hal ini adalah pengalaman pertama saya untuk dapat berinteraksi dengan beragam orang dari suku bangsa yang berbeda dan juga bisa menjadi ajang promosi budaya masing-masing.

Seumur-umur saya berkuliah selama tingkat sarjana, tidak pernah sekalipun saya mengundang teman untuk datang kerumah untuk merasakan masakan saya sendiri. Tapi di sini berbeda. Bawaannya selalu ingin mengundang beberapa kawan di kelas untuk mampir ke kosan dan mencicipi masakan buatan saya sendiri (yang rasa nya tidak teruji :D). Baru disinilah saya memotivasi diri saya sendiri untuk bisa memasak. Selain karena memang menjadi kebutuhan sehari-hari, namun juga dapat menjadi media untuk bertukar dan promosi budaya kita. Kegiatan seperti ini bisa sangat efektif untuk membangun pertemanan dengan kawan-kawan kita sehingga bisa menciptakan suasana perkuliahan yang menyenangkan juga.

Secara garis besar, dari apa yang saya rasakan, kehidupan sebagai mahasiswa baik di Indonesia dahulu dan di Jerman sekarang, tidak terlalu jauh berbeda. Kita yang tetap memegang kendali apakah mau kuliah atau tidak, mau mengerjakan tugas atau tidak, mau ujian atau tidak. Hanya ada beberapa system yang berbeda. Contohnya, kalau kita mau ikut ujian mata kuliah tertentu maka kita harus registrasi untuk tugas matakuliah tersebut dan juga registrasi kembali beberapa minggu sebelum ujian akhir.

 

Sistem Akademik

Perbedaan mencolok  lain dari segi sistem akademik di kampus TUD (khususnya jurusan saya)  adalah tidak adanya ujian tengah semester, nilai tugas tidak ada kontribusi terhadap nilai akhir, dan maksimal mengulang mata kuliah adalah sebanyak tiga kali jika kebablasan maka langsung kena kartu merah alias DO. Jadi dipikir-pikir agak horror karena nasib kita di setiap semester hanya sekali tembak saja, dan ditambah dengan sistem nilai di Jerman yang juga berbeda pengkategoriannya. Oleh karenanya, kita harus rajin-rajin melihat email mahasiswa dan pengumuman supaya tidak terjadi kesalahan konyol (semisal tidak bisa ikut ujian karena lupa registrasi / terlewat tanggalnya).

Hal unik lain terkait akademik di TUD ini adalah tidak adanya acara wisuda untuk seluruh strata pendidikan yang ada. Jadi, kalau ada yang lulus dari TUD tapi ada foto lempar toga berarti mencurigakan.

Untuk hal yang berurusan dengan dosen, semisal ingin bertamu ke ruangannya untuk bertanya, prosedur yang harus dilakukan tidak jauh berbeda. Kita harus bertanya terlebih dahulu kapan beliau ada waktu. Di sini biasanya mereka mengumumkan jadwal konsultasi (boleh datang langsung ke ruangannya atau harus bikin janji via email dahulu). Tidak seperti di kampus saya terdahulu dimana kita bisa dengan mudah meminta nomor ponsel dosen dan bisa janjian via sms, di sini hal itu tidak lazim. Seperti yang sempat saya ceritakan tadi, menanyakan nama atau no hp atau hal-hal yang bersifat personal tidaklah lazim disini bagi seseorang yang baru kenal atau hubungannya tidak kuat.

Tetapi dari sejauh apa yang saya rasakan, mereka bersikap ramah dan jujur dalam menjawab. Kalau mereka tidak tahu sekalipun, sudah professor, tidak malu menjawab tidak tahu atau apa adanya dari yang mereka tahu. Mereka menghargai setiap pertanyaan dari mahasiswanya sekalipun itu hanyalah pertanyaan sepele atau pertanyaan yang mungkin terkesan dangkal. Mereka tetap menjawab pertanyaan itu dengan sopan. Untuk urusan datang tepat waktu ke kelas sampai sejauh ini belum pernah ada yang dimarahi dosen karena telat datang, bahkan ada yang datang 15 menit sebelum kelas bubar tapi tidak dimarahi juga ^_^’. Akan tetapi, dosen-dosennya sendiri bisa dibilang tepat waktu semua, paling hanya selisih lima menit dari jadwal yang seharusnya, belum ada yang telat sampai setengah jam atau bahkan diam-diam tidak datang.

Sekalipun hampir semua hal terkait perkuliahan dilakukan secara online, ada beberapa hal yang masih konvensional. Diantaranya menulis di papan kapur bahkan menulis di atas OHP. Tugas-tugas kebanyakan masih ditulis tangan.

 

Fasilitas

Ada juga hal yang dulu mudah sekarang menjadi sulit dan mahal, contohnya urusan fotokopi dan mencari tempat foto kopinya itu sendiri. Di kampus di Indonesia sebelumnya, saya dapat dengan mudah menemukan tempat fotokopi baik di dalam jurusan atau disekitaran kampus dengan buka 24 jam. Murah dan segala urusan perjilidan bisa dilakukan disana. Namun sekarang semua itu menjadi barang langka. Mau fotokopi mahal apalagi print berwarna. Mau beli buku pun mahal karena tidak ada yang fotokopian. Ya di satu sisi memang bagus, tidak ada akses terhadap hal-hal yang bersifat bajakan dan jangan coba-coba maen torrent lhoh ya disini karena urusannya bisa digerebek polisi nanti hehehe.

Loh kan ada perpus, disana koleksi bukunya banyak, buat apa cari-cari buku buat dibeli lagi?

Memang sih ada perpus, namun tetap saja kita harus berlomba dengan mahasiswa lain untuk meminjam apalagi kalau bukunya terbatas tapi jadi incaran sejuta umat, susah deh jadinya.

Jujur, dari jaman dahulu kala, saya tipe orang yang kalau belajar itu entah mengapa senangnya di kamar, jadi biarpun disini ada perpus dengan fasilitas yang bagus tetap saja saya lebih senang belajar di kamar karena merasa lebih “bebas”. Meskipun demikian, urusan mencari referensi buku bukan sebuah kesulitan besar. Saya bisa meminta bantuan dari kawan yang di Indonesia untuk mencarikan versi PDF nya lalu dikirim ke email.

Hal menarik tentang perpustakaan di Dresden ini adalah bahwa perpustakaan yang bermana SLUB (Sächsische Landesbibliothek Staats und Universitätsbibliothek Dresden) ini bukan hanyak milik TUD semata namun ini adalah milik pemerintah. Setiap mahasiswa dari semua perguruan tinggi yang ada di Dresden bisa meminjam buku darinya. Perpustakaan ini buka hingga jam 12 malam bahkan di hari Sabtu dan Minggu.

Disekitaran kampus dan perpustakaan terdapat beberapa “Mensa” atau kantin. Apa bedanya kantin kampus yang ada di Indonesia dengan yang disini? Dari apa yang saya lihat perbedaannya adalah kita dapat mengakses menu yang akan disajikan di kantin-kantin ini setiap harinya, jadi kita bisa memilih-milih dahulu mau makan apa di kantin yang mana. Makanannya ada yang seperti prasmanan (tapi tidak ngambil sendiri jadi tidak bisa timbun menimbun lauk untuk menyamarkan). Tapi tenang, sekalipun tidak ngambil sendiri, porsi yang dikasih dijamin tidak ingin membuat nambah sebab langsung kenyang.

Saya pribadi jarang makan di kantin karena bagaimanapun, lebih murah kalau masak sendiri sekalipun tidak lebih enak dari yang ada di kantin. Kalau mampir ke kantin, menu favorit saya adalah pudding coklat. Pudding di sini bentuknya sangat aneh, bisa dibilang seperti bubur tapi cita rasanya menarik di lidah.

Kalau mau bayar, kita tinggal bayar menggunakan kartu kantin isi ulang. Kita bisa mengisinya dengan sejumlah uang, berapapun yang kita mau.

Hal baru yang saya temui di Jerman adalah, kita memang dituntut untuk mandiri. Selesai makan, semua peralatan makan termasuk bakinya harus kita bawa sendiri ke tempat pengumpulan piring kotor. Hal ini tidak hanya berlaku di kantin, tetapi juga ditempat makan umum lain keculai restoran khusus yang memang menugaskan pelayan untuk melayani pelanggan di meja. Kalau dipikir-pikir kita selama di Indonesia benar-benar menjadi raja dan ratu kalau datang membeli makanan ke tempat makanan, karena kita cukup mengangkat tangan pelayan datang dan segala sisa piring kotor kita serahkan ke mereka. Sayangnya kebaikan dan tugas mereka itu tidak sesuai dengan apresiasi yang mereka terima setiap bulannya bila dibandingkan dengan pelayan rumah makan / resto cepat saji di Jerman. Salah satu pelajaran berharga lain yang saya dapatkan di Jerman ini adalah bagaimana kita menghargai dan mengapresiasi hasil kerja seseorang dengan layak

 

Keseharian Mahasiswa Dresden

Ok kita coba lanjut lagi ke kegiatan sehari-hari lain yang biasa dilakukan seorang mahasiswa

Ternyata selain tidak ada kegiatan ospek di awal perkuliahan mahasiswa baru, di kampus TUD pun tidak ada himpunan mahasiswa layaknya di kampus-kampus di Indonesia, jadi tidak bisa kita temukan mahasiswa yang main gitar sambil merokok dan minum kopi di sekre himpunan sepanjang hari. Tetapi, ada sebuah lembaga kemahasiswaan yang disebut dengan Studentrat.

Saya tidak tahu persis apakah yang dilakukan oleh organisasi ini, apakah berfungsi sama seperti himpunan atau seperti BEM atau keluarga mahasiswa atau yang lainnya. Saya haya pernah masuk sekali ke gedung mereka dan di mading nya banyak sekali tertera informasi untuk mahasiswa, salah satu yang saya lihat pada waktu itu adalah lowongan pekerjaan sambilan (teman saya sedang mencarinya dikala itu). Tetapi setiap pertengahan semester dan juga menjelang ujian akhir semester, ini jadi fasilitas berkumpul juga. Mahasiswa-mahasiswa Jerman di fakultas suka mengadakan acara pesta BBQ kecil-kecilan yang tidak gratis seperti yang saya ceritakan di awal.

Di TUD juga menawarkan unit-unit kegiatan mahasiswa seperti unit berkuda, salsa, korus dan orchestra, dll. Sekalipun tidak semua dari unit kegiatan itu bebas dari iuran namun dari cerita kawan saya yang mengikutinya terkesan sangat menarik.

Selain itu, kita diberikan jatah sebesar dua kredit/SKS untuk mengambil mata kuliah bahasa asing. Ini tidak wajib boleh diambil dan boleh tidak, kalaupun diambil dan tidak lulus tidak mempengaruhi kelulusan semesteran kita kok. Saya sendiri semester lalu pernah mencoba untuk ikut kelas bahasa Latin, namun sayang karena ini kelas online dimana bahan kuliah di unduh dan dibaca sendiri jadi susah bagi saya untuk memahaminya. Ditambah waktu untuk belajarnya pun banyak tersita oleh mata kuliah wajib, jadi apa boleh buat, saya tidak berhasil untuk kelas bahasa Latin ini.

Sekalipun ini tidak berlaku umum di semua fakultas, namun kebetulan fakultas saya kemarin memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa barunya untuk mengikuti kursus bahasa Jerman selama kurang lebih tiga bulan secara gratis disesuaikan dengan tingkat bahasa yang sudah ada. Hal ini sangat bermanfaat karena kalau kita menggunakan biaya sendiri, bisa memakan biaya hingga ratusan Euro.

Terakhir, setiap setahun sekali terutama ketika menjelang Natal, TUD dan beberapa fakultas suka mengadakan pesta Natal. Tapi pesta ini tidak seperti missa ataupun kebaktian, lebih mengarah kepada momen untuk bisa saling mengenal antara staf pengajar, kampus dan mahasiswa satu sama lain. Jadi isi dari pesta ini ada makan-makan baik itu cemilan kue atau juga seperti bazar makanan dari beberapa negara yang bisa dibeli. Isinya umumnya ngobrol-ngobrol. Yang menarik adalah adanya pertunjukan budaya / seni dari beberapa negara.

Untuk pesta Natal TUD tahun kemarin, Indonesia adalah salah satu negara yang diminta untuk mempersembahkan pertunjukkan budaya. Penampilan budaya ini diwakili oleh srikandi-srikandi dari FORMID (Forum Masyarakat Indonesia Dresden) dengan membawakan tarian Saman. Makanan Indonesia yang dijual adalah diantaranya cireng bumbu rujak, mie ayam, martabak telur, dll. Aduh, jadi ngiler membayangkannya.haha

 

Tari Saman

Tari Saman yang dibawakan oleh perwakilan FORMID

Stand Makanan

Stand makanan Indonesia di Hörsaalzentrum TUD ketika pesta Natal kampus

 

 

Bersama Rektor

Foto bersama Rektor TUD di acara pesta Natal kampus

 

Sekian cerita singkat terkait kehidupan mahasiswa di TUD dari sudut pandang saya pribadi, mohon maaf kalau tidak menarik karena begitulah hidup yang saya jalani sebagai mahasiswa disini hahahah. Mohon maaf bilamana ada hal yang tidak berkenan dan kesalahan penulisan, terimakasih

 

Kontributor : Aji Pratama Rendragraha

TU Dresden

Berangkat Haji dari Jerman : Syarat dan Cara Pendaftaran Haji

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Tulisan ini saya rangkum dari beberapa sumber termasuk bertanya langsung kepada teman-teman yang sudah dan akan berangkat ke tanah suci. Adapun tujuan tulisan ini adalah selain untuk memberikan informasi mengenai pendaftaran haji, juga semoga bisa memberikan motivasi dan semangat bagi saya pribadi dan rekan-rekan yang beragama Islam di Jerman baik yang sedang menempuh pendidikan ataupun bekerja untuk melaksanakan kewajiban salah satu rukun Islam ini.

Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam bagi muslimin dan muslimah yang mampu sesuai dengan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97 yang artinya :

“…Mengerjakan haji merupakan kewajiban manusia kepada Allah, yakni (bagi) orang yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesunguhnya Allah Maha Kaya (tiada memerlukan sesuatu) dari alam semesta.”

Orang yang mampu dalam ayat di atas maksudnya adalah orang yang sanggup mendapatkan perbekalan, angkutan, sehat jasmani, aman di perjalanan, dan keluarga yang ditinggalkan terjamin kehidupannya.

Di Indonesia saat ini untuk bisa berangkat Haji sedikit lebih lama meskipun seluruh persyaratan sudah terpenuhi karena begitu banyaknya orang Indonesia yang ingin berangkat sedangkan “jatah” dari pemerintah Arab Saudi terbatas. Seseorang bisa menunggu lebih dari sepuluh tahun untuk berangkat Haji setelah membayar lunas uang muka sekitar 25 juta Rupiah. Lain halnya di Jerman, bisa dikatakan di sini tidak ada sistem antri, mengingat Jerman bukan negara dengan mayoritas penduduknya bukan Islam sehingga “jatah” yang diberikan pemerintah Arab Saudi melebihi dari jumlah peminat dan ini masih bisa digunakan oleh warga non Jerman yang beragama Islam, termasuk warga negara Indonesia, baik yang tinggal dan bekerja di Jerman ataupun bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan di sini.

Sebagai mahasiswa penerima beasiswa, tentulah ada sedikit pertanyaan yang mengganjal di hati mengenai uang beasiswa yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun (dengan cara berhemat, tentunya) yang akan digunakan untuk naik Haji, apakah dibolehkan? Pertanyaan ini pernah saya tanyakan langsung ke ustadz Aidil Heryana, S.Sosl yang kebetulan sedang melakukan Safari Ramadhan di Jerman dan jawaban pak Ustadz tentu saja boleh karena uang tersebut sudah menjadi hak penerima beasiswa dan halal digunakan untuk naik Haji. Bahkan itu lebih baik dibandingkan dipakai untuk hal-hal lain.

Kembali ke keberangkatan Haji dari Jerman, sesuai aturan dari pemerintah Arab Saudi bahwa hanya travel agen yang telah mereka tentukan boleh melaksanakan program Haji, diantaranya adalah Balcok Reisen GmbH. Daftar lengkap travel agen Jerman yang ditunjuk resmi oleh pemerintah Arab Saudi dapat dilihat di sini. Beruntung sekali warga Indonesia di Jerman karena bisa berangkat bersama-sama dalam satu rombongan dengan adanya bantuan dari FORKOM (Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia) Jerman yang memfasilitasi mulai dari pendaftaran sampai keberangkatan.

 

Pamflet Haji FORKOM Jerman

Pamflet Haji (dan Umroh) FORKOM Jerman (Sumber: FORKOM Jerman)

 

Pendaftaran Haji biasanya dibuka 8-10 bulan sebelum keberangkatan pada tahun berjalan. Misalkan pada tahun 2016 ini yang akan berangkat pada bulan September, pendaftaran sudah dibuka sejak awal tahun dan ditutup sampai tanggal 14 Februari 2016 (sesuai dengan pamflet), dan biasanya mewajibkan transfer setoran awal 1000 (seribu) Euro sampai bulan April. Adapun biaya total untuk program Haji adalah 4750 – 4850 Euro (informasi resmi dari Balcok Reisen GmbH dan FORKOM Jerman). Ongkos Naik Haji (ONH) ini termasuk di dalamnya adalah tiket pulang pergi dan akomodasi, tansportasi selama melaksanakan ibadah Haji, paket peralatan Haji, Manasik Haji dan bimbingan haji berbahasa Indonesia selama di tanah suci, makan pagi dan makan malam, serta kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di tanah suci (informasi ini saya dapatkan dari kawan yang pernah berangkat bersama FORKOM). Adapun biaya qurban (karena Haji yang akan dilaksanakan adalah Haji Tamattu’) adalah di luar dari ONH tadi, informasi dari FORKOM untuk tahun ini sebesar 120 atau 130 Euro dan dibayarkan berbarengan dengan setoran ONH.

Untuk mendapatkan visa Haji, beberapa dokumen yang dibutuhkan adalah:

 

1. Paspor Elektronik (bukan paspor tulis tangan) dengan masa berlaku minimal 1 tahun setelah keberangkatan.

Untuk keberangkatan September 2016 ini maka masa berlaku paspor elektroniknya harus sampai 1 September 2017. Dan juga pastikan bahwa paspor tersebut pernah digunakan di bandara dan tidak bermasalah pada saat dilakukan pemindaian (scan). Hal ini untuk menghindari terjadi pembatalan keberangkatan haji karena paspor yang tidak bisa dipindai (scan) oleh alat scan dari Kedubes Saudi.

 

2. Elektronische Aufentshaltstitel (eAT)/Izin tinggal (yang sudah berbentuk kartu elektronik) di Jerman dengan masa berlaku minimal 1 tahun setelah keberangkatan.

Durasi masa berlaku izin tinggal biasanya berbeda-beda setiap orang, tapi pada umumnya untuk mahasiswa diberikan per dua tahun. Namun ada juga yang mendapatkannya hanya setahun. Atau izin tinggalnya 2 tahun tetapi didapatkan setahun sebelumnya yang artinya masa berlakunya hanya tinggal beberapa bulan jika dihitung setelah berangkat Haji. Pengalaman teman saya yang akan berangkat tahun ini, izin tinggalnya berlaku hanya sampai beberapa bulan setelah keberangkatan Haji, dan ketika dicoba untuk memperpanjang izin tinggal tersebut, tidak diberikan oleh  Bürgeramt dengan alasan masa berlakunya masih lama. Solusinya, Bürgeramt memberikan surat keterangan menyatakan bahwa benar yang bersangkutan akan tinggal di Jerman sampai beberapa tahun kemudian mengingat masa kuliahnya. Dan surat inipun diberikan setelah adanya surat rekomendasi dari profesor/pembimbing kawan tersebut.

 

3. Bukti vaksinasi Meningitis Mencevax ACYW 135 (masa berlaku 2 tahun) dan Atest atau Medical Certificate (Surat Keterangan Berbadan Sehat).

Surat keterangan berbadan sehat (Atest) dan bukti vaksinasi Meningitis berupa buku imunisasi internasional berwarna kuning dapat diperoleh dari dokter (Hausarzt) di kota masing-masing. Atest diperoleh setelah dokter melakukan dan menganalisis pemeriksaan kesehatan seseorang termasuk hasil tes darah. Dalam atest ini harus mencatumkan bahwa seseorang dalam keadaan/kondisi fisik yang kuat (untuk melakukan perjalanan jauh), sehat dan bebas dari penyakit menular. Buku imunisasi internasional didapatkan setelah seseorang mendapatkan imunisasi vaksin Meningitis Mencevax ACYW 135. Adapun biaya vaksin ini sekitar 50 Euro sedangkan atest didapatkan gratis dari Hausarzt/dokter pribadi masing-masing.

4. Fotokopi surat nikah bagi suami dan istri yang akan berangkat bersama-sama.

 Sesuai dengan aturan dari Pemerintah Arab Saudi, wanita harus berangkat dengan mahramnya dengan melampirkan bukti kekerabatannya. Akan tetapi, pihak Balcok telah mengkonfirmasi bahwa untuk wanita yang pergi Haji tanpa mahram dapat dilaksanakan dengan cara melakukan pengelompokan dengan sesama mereka (untuk informasi lebih lanjut bisa ditanyakan langsung ke pihak Balcok). Saya pernah mendengarkan ceramah tentang hal ini dimana berdasarkan salah satu mahzab dibolehkan seorang wanita berangkat tanpa mahramnya asalkan dilakukan dengan berkelompok agar mereka tidak diganggu oleh orang lain selama dalam perjalanan.

 

5. Surat Keterangan Masuk Islam bagi yang baru masuk Islam

Surat ini bisa didapatkan dari masjid ataupun dari Pusat Kajian Islam (Islamic Center) yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar telah masuk Islam.

 

6. 2 buah pas Foto dengan latar berwarna putih.

Seluruh dokumen tersebut dikirimkan ke Balcok yang berlokasi di Essen bisa melalui pos atau mengantarkannya langsung ke kantor Balcok paling lambat dua bulan sebelum berangkat (untuk tahun 2016 ini berarti dokumen tersebut harus sudah sampai di kantor Balcok sebelum tanggal 30 Juni 2016). Berhubung paspor dan izin tinggal yang asli diserahkan ke Balcok dan akan dikembalikan pada saat akan berangkat, ini artinya selama 2 bulan tidak memegang dua dokumen tersebut dan ini sangat riskan, maka sebaiknya minta surat keterangan (certificate) dari Balcok yang menyatakan benar bahwa paspor dan izin tinggal kita ada di Balcok yang digunakan untuk pengurusan visa Haji. Kawan saya menginformasikan bahwa surat tersebut didapatkannya dengan cara mengantarkan dokumen langsung ke Balcok sehingga bisa sekalian meminta surat tersebut. Jangan lupa foto kopi paspor dan izin tinggal, dan kalau bisa minta stempel basah dari Balcok sehingga kita merasa lebih nyaman meski tanpa paspor dan izin tinggal yang asli.

 

Itulah syarat dan tata cara pendaftaran Haji berangkat dari Jerman melalui salah satu travel agen Balcok yang difasilitasi oleh FORKOM Jerman, semoga bisa sedikit mencerahkan dan jangan ragu-ragu untuk menghubungi pihak FORKOM Jerman tentang apapun berhubungan dengan Haji ini. Wassalam.

 

Kontributor : Awardee LPDP Jerman

Legalisir Ijazah Vs. Penyetaraan Ijazah

Setiap tahunnya, banyak mahasiswa/i yang lulus dari Perguruan Tinggi di luar negeri. Tapi, apakah semua lulusan tersebut mengetahui pentingnya menyetarakan Ijazahnya di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti)? Jawabannya, belum tentu. Banyak di antara kita yang tidak asing dengan legalisir ijazah, akan tetapi legalisir ijazah merupakan hal yang berbeda dengan penyetaraan ijazah.

 

Legalisir ijazah adalah proses pembubuhan cap stempel dan tanda tangan asli oleh yang berwenang di atas fotokopi ijazah sebagai pembuktian fotokopi tersebut sesuai dengan ijazah asli. Penjelasan tentang legalisir  ini terdapat di lampiran SK Dirjen Dikti no 82/2009 bagian I Pendahuluan item A alinea terakhir. Menurut Sk Dirjen No. 82 tahun 2009 yang berwenang melakukan legalisir ijazah luar negeri adalah:

  1. a) Dean (Dekan) atau Director Program University yang menerbitkan ijazah luar negeri tersebut.
  2. b) Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Negara tempat ijazah luar negeri itu diperoleh.

Legalisasi ijazah dan transkrip nilai tak wajib dalam proses penyetaran ijazah LN di Dikti. Namun merupakan suatu persyaratan wajib pada saat kita akan melanjutkan studi lanjut baik biaya sendiri maupun beasiswa, mengusulkan NIDN, penetapan PAK dan Serdos, melamar kerja, penyesuaian jabatan akademik, dan pangkat.

 

Penyetaraan ijazah luar negeri adalah proses penilaian kesetaraan gelar hasil pendidikan luar negeri dengan gelar akademik atau sebutan profesional di Indonesia. Hasil penyetaraan berupa penerbitan SK penetapan hasil kesetaraan yang memberi jawaban gelar luar negeri tersebut dapat disetarakan dengan D3/D4/S1/S2/S3/SP-1 di Indonesia. SK penyetaraan ini ditanda tangani Direktur akademik Ditjen Dikti (sejak 01 Januari 2011 sudah ganti nama menjadi Direktorat Belmawa ). SK penyetaraan yang sudah terbit juga perlu dilegalisir. Legalisasi SK Penyetaraan boleh oleh Dikti atau Notaris. Adapun panduan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri secara online adalah sebagai berikut:

 

Bagi Pemohon yang Perguruan Tinggi dan Program Studi yang sudah pernah Disetarakan

  1. Pemohon mendaftarkan akun pada laman Ijazah Luar Negeri.
  2. Pemohon memasukan akun pada laman Ijazah Luar Negeri.
  3. Pemohon mengisi borang pendaftaran yang terdapat pada laman penyetaraan ijazah.
  4. Pemohon mendapat nomor registrasi, untuk dicatat dan disimpan.
  5. Pemohon datang ke Direktorat Akademik Ditjen Dikti (lantai 7 gedung D Kemdiknas) dan membawa persyaratan serta memperlihatkan DOKUMEN ASLI beserta fotokopi dokumen sebagai berikut:
    • Ijazah yang akan disetarakan (Ijazah yang tidak berbahasa Inggris, Belanda, Perancis dan Jerman harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disahkan oleh Kedutaan Besar Negara tempat belajar atau penterjemah resmi);
    • Ijazah jenjang sebelumnya;
    • Transkrip nilai (Transcript of Records selama belajar di luar negeri);
    • Disertasi (untuk S-3) / Tesis (untuk S-2) / Tugas Akhir atau Skripsi (untuk S-1) Apabila bahasa yang digunakan bukan bahasa Inggris, harap dilampirkan terjemahan dalam bahasa Inggris yang meliputi : 1) Title page; 2) Abstract; 3) Conclusion
    • Pasport dan student visa selama belajar di luar negeri (in-out ke negara tersebut dilampirkan);
    • Pas foto terbaru ukuran 3×4 cm (3 lembar untuk masing-masing ijazah);
    • Nomor registrasi;
    • Surat tugas belajar (wajib bagi PNS);
    • Surat perjanjian dari sponsor (bagi karyawan swasta).
  6. Dalam hal-hal tertentu, penilai ijazah dapat meminta keterangan lain sebagai persyaratan penunjang. Contoh: kronologis proses pembelajaran, masa tinggal di luar negeri, dan lain lain.
  7. Bagi Perguruan Tinggi dan Bidang Ilmu yang sudah pernah disetarakan maka Penyetaraan Iazah akan selesai 1-2 hari kerja.
  8. Apabila pemohon berhalangan untuk mengambil SK Penyetaraan Ijazah, pemohon dapat mewakilkan kepada orang lain dengan membawa surat kuasa bermaterai Rp. 6.000,-

 

Panduan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Bagi Pemohon dari Perguruan Tinggi atau Program Studi yang belum pernah disetarakan

  1. Pemohon mendaftarkan akun pada laman Ijazah Luar Negeri.
  2. Pemohon memasukan akun pada laman Ijazah Luar Negeri.
  3. Pemohon mengisi borang pendaftaran yang terdapat pada laman penyetaraan ijazah.
  4. Pemohon mendapat nomor registrasi, untuk dicatat dan disimpan.
  5. Pemohon datang ke Direktorat Akademik Ditjen Dikti (lantai 7 gedung D Kemdiknas) dan membawa persyaratan serta memperlihatkan DOKUMEN ASLI beserta fotokopi dokumen sebagai berikut:
    • Ijazah yang akan disetarakan (Ijazah yang tidak berbahasa Inggris, Belanda, Perancis dan Jerman harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disahkan oleh Kedutaan Besar Negara tempat belajar atau penterjemah resmi);
    • Ijazah jenjang sebelumnya;
    • Transkrip nilai (Transcript of Records selama belajar di luar negeri);
    • Disertasi (untuk S-3) / Tesis (untuk S-2) / Tugas Akhir atau Skripsi (untuk S-1) Apabila bahasa yang digunakan bukan bahasa Inggris, harap dilampirkan terjemahan dalam bahasa Inggris yang meliputi: 1) Title page; 2) Abstract; 3) Conclusion
    • Katalog/pedoman akademik di luar negeri pada jenjang yang akan disetarakan; tentang kurikulum/program pendidikan yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi yang bersangkutan dalam bahasa Inggris;
    • Surat perjanjian dari sponsor (bagi karyawan swasta);
    • Pasport dan student visa selama belajar di luar negeri (in-out ke negara tersebut dilampirkan);
    • Artikel atau jurnal ilmiah bagi yang sudah dipublikasikan sebagian dari disertasinya;
    • Pas foto terbaru ukuran 3×4 cm (3 lembar untuk masing-masing ijazah);
    • Nomor registrasi;
    • Surat tugas belajar (bagi PNS).
  6. Dalam hal-hal tertentu, penilai ijazah dapat meminta keterangan lain sebagai persyaratan penunjang. Contoh: kronologis proses pembelajaran, masa tinggal di luar negeri, dan lain lain.
  7. Bagi Perguruan Tinggi dan Bidang Ilmu yang belum pernah disetarakan maka Penyetaraan Ijazah akan selesai dalam 7 hari kerja.
  8. Apabila pemohon berhalangan untuk mengambil SK Penyetaraan Ijazah, pemohon dapat mewakilkan kepada orang lain dengan membawa surat kuasa bermaterai Rp. 6.000,- .

 

Proses Penyetaraan Ijazah Luar Negeri di Dikti sangatlah mudah dan praktis, asal persyaratan dokumen disediakan secara lengkap sebelum pengajuan. Petugas Penyetaraan Ijazahnya pun sangat ramah, informatif dan kooperatif. Apalagi kita tidak dipungut biaya sama sekali dalam proses pengajuan SK Penyetaraan Ijazah Luar Negeri ini. Apabila kita membutuhkan legalisir dari SK Penyetaraan Ijazah ini, pihak Dikti akan membantu kita untuk mengurusnya. Kita hanya perlu mengopi SK asli sekitar 5 lembar dan menyerahkannya pada petugas di hari yang sama, dimana SK asli dapat dibawa pulang saat itu juga. Lalu petugas akan meminta alamat kita dan Dikti akan mengirim langsung hasil legalisir tersebut ke alamat kita, dan dalam beberapa hari kita dapat menerima dokumen tersebut. Lagi-lagi tanpa dipungut biaya apapun, semuanya GRATIS! Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi websitenya di (http://ijazahln.ristekdikti.go.id/).

– Keterangan tambahan

Risma Rizkia Nurdianti

(Awardee PK-2)

Legalisir Ijazah Vs. Penyetaraan Ijazah (keterangan tambahan)

Penyetaraan Ijazah Luar Negeri merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen DIKTI dalam rangka memfasilitasi keperluan pengguna yang telah dilakukan selama puluhan tahun.

Penyetaraan ijazah ini bukan dimaksudkan untuk menentukan diakui tidaknya ijazah dan gelar yang diperoleh seseorang dalam menempuh pendidikannya di luar negeri, akan tetapi lebih kepada menentukan gelar yang diperoleh tersebut setara dengan ijazah jenjang pendidikan yang berlaku di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa hal yang penting untuk dilihat prosesnya dalam penyetaraan ini antara lain sistem akademik, jumlah kredit yang diambil, masa studi, kualitas tugas akhir, masa tinggal di tempat dimana pendidikan tersebut ditempuh. Perlu juga diketahui bahwa penyetaraan ijazah ini bukan merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh para lulusan luar negeri, kecuali disyaratkan oleh tempat kerjanya atau pengguna lulusan perguruan tinggi luar negeri.

Selama ini dalam setiap bulannya terdapat sekitar 200-250 lulusan luar negeri yang melakukan penyetaraan ijazah. Tentunya Direktorat perlu melakukan perbaikan sistem agar proses ini dapat dilakukan dengan mudah dan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Beberapa perubahan sistem telah dilakukan, termasuk didalamnya menentukan status penyetaraan secara online dimana pengguna tidak diperlukan lagi melakukan penyetaraan apabila sudah ada lulusan pada jenjang dan program studi yang sama yang telah disetarakan. Berbagai Prosedur Operasi Baku (POB) telah dikembangkan dan diberlakukan agar proses evaluasi dan penyetaraan dapat dilakukan secara terukur.

Dalam rangka merealisasikan berbagai masukan baik dari pengguna maupun pihak mitra, Direktorat Akademik meluncurkan sistem baru, yaitu pendaftaran ijazah luar negeri secara online. Sistem ini dikembangkan agar waktu yang diperlukan untuk melakukan proses (pendaftaran) penyetaraan dapat lebih singkat, karena lulusan luar negeri dapat melakukan pendaftaraan dimana saja melalui internet.

Kami berharap agar sistem baru ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengguna untuk memberikan manfaat yang maksimal. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak sehingga sistem ini dapat diluncurkan. Masukan dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan agar kami secara terus menerus dapat meningkatkan pelayanan melalui perbaikan sistem.

Jakarta, 2 Mei 2010
TTD

 

Illah Sailah
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan

————————————————————————-

P e n g u m u m a n !

Sekretariat Penyetaraan Ijazah Luar Negeri melakukan sistem verifikasi baru (booking system), kepada pemohon agar memilih (booking) tanggal dan bulan kedatangan ke Dikti untuk melakukan verifikasi dokumen. Pemohon dapat memilih tanggal dan bulan kedatangan setiap hari Senin sampai dengan Kamis. Pelayanan penyetaraan ijazah dibatasi maksimum 50 pendaftar per-hari. Pemilihan tanggal dan bulan kedatangan dapat dilakukan setelah anda melakukan pendaftaran. Isi tanggal kedatangan untuk verifikasi dokumen.

 

 

Pelayanan Penyetaraan Ijazah 

Risma Rizkia Nurdianti

(Awardee PK-2)

Aachen, Kota Kecil dengan Sejarah Panjang Orang-orang Besar

Aachen merupakan kota kecil di negara bagian North Rhine Westphalia/Nordrhein-Westfälischen (NRW) yang terletak di bagian paling barat dari negara Jerman. Kota ini berbatasan langsung dengan Belanda dan Belgia. Dalam Bahasa Belanda Aachen dibaca Aken sedangkan orang Perancis menyebutnya Aix-la-Chapelle. Jangan heran ketika anda membaca peta ataupun petunjuk yang tertera di beberapa tempat di sini dengan tulisan Aken ataupun Aix-la-Chapelle, itu maknanya sama yaitu Aachen. Kata Aachen itu sendiri berasal dari kata „Aach“ berarti „sungai“ yang dalam bahasa latin yaitu Aquae, artinya sumber mata air.

Kota Aachen mulai familiar di Indonesia setelah hadirnya film Habibie dan Ainun di akhir tahun 2012 yang mengangkat kisah nyata dari Bapak Prof. B. J. Habibie dan almarhumah istrinya, Ibu Hasri Ainun Habibie. Yup, mantan presiden Republik Indonesia yang ketiga tersebut pernah menjalankan masa mudanya di Aachen dalam rangka menuntut ilmu di kampus RWTH-Aachen (Rheinisch-Westfaellische Technishce-Hoschschule). Selain itu, kota Aachen juga pernah menjadi tempat dilaksanakannya Muktamar dan Silaturrahim FORMAL-Jerman (Forum Mahasiswa LPDP-Jerman) pada tahun 2015 yang dihadiri oleh para penerima beasiswa LPDP se Jerman. Dan, jauh sebelum itu, kota Aachen sudah terkenal di mata dunia karena sosok Charlemagne (Charles I), yang lebih dikenal sebagai Charles the Great atau Karl der Große (748-814), kaisar bangsa Romawi yang berhasil menyatukan sebagian Eropa Barat. Beliau menjadikan Aachen sebagai pusat pemerintahannya. Beliau juga membangun istana dan katedral di Aachen selama menjabat sebagai Kaisar.

(Baca juga yuk : Silaturrahim dan Muktamar Kedua FORMAL-Jerman di Aachen. Link: silaturrahim dan Muktamar kedua FORMAL Jerman )

Transportasi di Aachen

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Aachen adalah kota kecil sehingga di sini tidak akan ditemui tram atau kereta listrik yang beroperasi di dalam kota. Kereta dari dan menuju kota lain seperti Cologne, Düsseldorf, dll hanya akan melewati beberapa tempat yaitu stasiun pusat (Hauptbahnhof), Westbahnhof, Aachen Schanz dan Rothe Erde. Sedangkan transportasi di dalam kota Aachen hanya ada bus yang biasanya beroperasi selama 24 jam. Tiket bus dapat dibeli di beberapa terminal bus atau bisa langsung dibeli kepada sopir bus tersebut. Untuk harga tiket bisa dicek di sini. Bagi yang melakukan one day trip, ada baiknya membeli tiket harian (Tages-ticket) karena lebih murah dan lebih praktis.

1 hbf
Aachen Hauptbahnhof. Sumber foto : Wikipedia

 

Napak Tilas Perjuangan Pak Habibie

Meskipun Aachen merupakan kota kecil, akan tetapi ada banyak hal yang dapat dinikmati di sini dan serasa ada suatu keharusan untuk dikunjungi terutama bagi warga Indonesia yang sedang berada di Eropa. Bagi mereka yang mengagumi semangat dan kegigihan pak Habibie dalam menuntut ilmu bisa menapak tilas jejak beliau dengan mengunjungi gedung-gedung kampus RWTH-Aachen. Sebagai informasi, Pak Habibie mendapatkan gelar Diplom-Ingeniur pada tahun 1960 dan langsung bekerja sebagai Research Assistant di Institut für Leichtbau (ILB). Melihat ke dalam gedung ILB yang lokasinya di Wüllnestrasse 7 sembari membayangkan adegan-adegan dalam film Habibie dan Ainun, mengingatkan kita pada perjuangan beliau dalam menyelesaikan pendidikannya. Pada tahun 1962, pak Habibie juga bekerja paruh waktu sebagai penasehat pada perusahaan Talbot yang sedang mengerjakan dua proyek dari Deutsche-Bundesbahn, perusahaan transportasi milik negara Jerman. Melihat kinerja Pak Habibie, Pimpinan Konstruksi Kereta perusahaan kereta api Makosh pernah menawarkan posisinya yang akan pensiun kepada pak Habibie akan tetapi pak Habibie menolak tawaran tersebut. Kemudian, Pak Habibie mendapatkan gelar Dr.-Ing (Doktor der Ingenieur) pada tahun 1965 dengan disertasi berjudul Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der ortophen Kriegscheibe. Dan, setelah meraih gelar doktor, pak Habibie juga ditawarkan untuk melanjutkan risetnya dan mengikuti Habilitation sebagai salah satu syarat menjadi profesor di RWTH-Aachen, tetapi beliau menolak tawaran tersebut. Satu lagi, Boeing dan Airbus sangat tertarik dengan disertasi pak Habibie yang pada saat itu dianggap sangat inovatif, menawarkan beliau untuk bekerja di perusahaan tersebut, dan pak Habibie juga menolak tawaran ini. Pada akhirnya beliau memilih tawaran pekerjaan dari perusahaan Messerschmitt-Bölkow-Blohm yang berlokasi di Hamburg. Di sinilah pak Habibie menghasilkan teori-teori tentang Termodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika (dikenal dengan Habibie-Faktor, Habibie-Theorem & Habibie-Methode).

2 rwth
Salah satu kampus RWTH-Aachen di Wüllnestrasse 7

Elisenbrunnen, Katedral dan Rathaus

Tiga landmark yang paling sering dikunjungi di Aachen adalah Elisenbrunnen, Katedral dan Rathaus (City Hall). Ketiganya berada di pusat kota dan letaknya sangat berdekatan sehingga bisa dijelajahi dengan berjalan Kaki.

  1. Elisenbrunnen (The Elisa Fountain)

Lokasinya yang di pusat kota, tepat di pinggir jalan dan desain bangunan dengan struktur neoklasik yang unik menjadikan Elisenbrunnen sebagai salah satu  objek wisata yang paling sering dikunjungi di Aachen. Elisenbrunnen dibangun pada tahun 1827 yang desainnya dibuat oleh arsitektur Cremer dan Schinkel. Pada bangunan ini terdapat salah satu air mancur yang menjadikan Aachen terkenal sebagai kota spa. Di belakang Elisenbrunnen terdapat taman yang sering dijadikan sebagai tempat berkumpulnya warga Aachen bersama keluarga menghabiskan sore, taman tersebut dikenal dengan nama Elisengarten. Berbagai acara kultur sering dilaksanakan di taman ini.

3 elisenbrunnen
Elisenbrunnen (Inset : miniatur bangunan Elisenbrunnen yang ada di sebelah bangunan)
4 elisengarten
Elisengarten, taman berkumpulnya warga Aachen

 

  1. Katedral Aachen (Aachener Dom/Aachen Cathedral)

Gereja Katedral Aachen merupakan salah satu gereja tertua di Jerman yang mulai dibangun pada sekitar tahun 796 di masa kekaisaran Charlemagne. Katedral ini menyimpan banyak harta peninggalan diantaranya Tahta Charlemagne (tahun 800), Altarpiece emas (tahun 1000), Mimbar emas (tahun 1020), Kuil emas Charlemagne (tahun 1215), tempat suci Perawan Maria (tahun 1238), dan lainnya. Charlemagne atau dikenal juga sebagai Karl der Große dalam bahasa Jerman, adalah Kaisar suci pertama di Romawi. Beliau wafat dan dikuburkan di Katedral tersebut.

Kapel Palatine merupakan bagian dari Katedral digambarkan sebagai karya Arsitektur Carolingian. Kapel ini dijadikan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1978. Kapel Palatine terinspirasi dari gereja Bizantium San Vitale di Ravenna, Italia. Charlemagne meninggalkan berbagai peninggalan selama hidupnya dan menyimpannya di Gereja Katedral Aachen. Selama ratusan tahun Katedral Aachen menjadi tempat penobatan 30 raja dan 12 ratu Jerman.

5 katedral
Katedral Aachen dlihat dari beberapa sudut Lokasi : Domhof 1, 52062 Aachen (sekitar 10 menit jalan kaki dari Elisenbrunnen).

 

  1. Balai Kota Aachen (Rathaus Aachen/City Hall Aachen)

Balai kota Aachen mulai dibangun pada tahun 1330 terletak di samping Katedral, tepatnya di antara Marktplatz (lapangan pasar) dan Katschof. Rathaus Aachen merupakan tempat penjamuan pada kegiatan pengangkatan raja dan ratu. Balai penobatan mahkota tersebut berada di lantai pertama balai kota. Di dalamnya terdapat lima lukisan dinding karya Alfred Rethel yang memperlihatkan adegan-adegan tentang kehidupan Charlemagne (Karl der Große) beserta tanda tangan Kaisar. Di dalam gedung ini juga terdapat replika dari Imperial Regalia.

14
Tampak depan Rathaus Aachen (kiri) dan warga LPDP-Jerman berfoto dengan latar Rathaus Aachen (kanan)

 

Air Mancur

Ada banyak air mancur di kota Aachen, diantaranya adalah air mancur Karlsbrunnen (Karl der Große), Puppenbrunnen (air mancur boneka perunggu), dan Kreislauf des Geldes (Air mancur “Circulation of Money”). Ketiga air mancur tersebut berada dekat dengan kawasan landmark Elisenbrunnen, Rathaus dan Katedral.

  • Karlsbrunnen. Air mancur ini berada di tengah Marktplatz, tepatnya di depan Rathaus (City Hall) Aachen. Di atas air mancur ini terdapat replika dari patung Karl lengkap dengan mahkota, tongkat, dan baju besinya.
  • Puppenbrunnen. Air mancur dengan beberapa boneka yang terbuat dari perunggu ini terletak di sebelah kanan dari Katedral. Boneka-boneka ini memiliki arti tertentu seperti boneka kuda dan penunggangnya melambangkan Aachen terkenal dengan “tradisi” Festival berkuda yang diselenggarakan setiap tahunnya, boneka “market woman” sebagai simbol Aachen sebagai kota dagang, dll. Puppenbrunnen terasa lebih menarik karena beberapa bagian tubuh dari boneka perunggu ini bisa digerakkan.
  • Kreislauf des Geldes (Air mancur “Circulation of Money”) atau Geldbrunnen terletak di belakang elisengarten (taman Elisen) dan di samping kiri Katedral. Air mancur ini bercerita tentang peredaran uang. Di pinggir kolam terdapat beberapa boneka perunggu melambangkan sesuatu hal yang berhubungan dengan uang yaitu kemiskinan, kekikiran dan keserakahan. Di sudut yang lain terdapat dua boneka perunggu yang menggambarkan seorang ayah mengajarkan anak perempuannya tentang bagaimana menggunakan dan mengelola uang. Banyak pengunjung melemparkan uang koin ke dalam kolam tersebut.
7 air mancur
Karlsbrunnen, Puppenbrunnen dan Geldbrunnen

 

Masjid Bilal dan Masjid Imam Malik di Aachen

Setelah puas berkeliling menjelajahi elisenbrunnen dan sekitarnya, bagi yang muslim dan ingin melaksanakan sholat bisa dilakukan di beberapa masjid di kota Aachen. Yang pertama dan paling besar adalah masjid Bilal (Bilal Moschee) yang berada di sekitar area Westbahnhof. Dari pemberhentian bus Elisenbrunnen (berada di seberang elisenbrunnen) naik bus no. 24 atau 33 dan turun di westbahnhof. Bangunan masjid ini letaknya di dataran tinggi sehingga beberapa bagian bangunannya dapat dilihat dari jalan. Atau bisa juga ditempuh dengan berjalan setelah mengelilingi Elisenbrunnen dan Rathaus. Dari sini butuh waktu sekitar 20 sampai 30 menit sampai ke masjid Bilal. Adapun rutenya bisa melalui jalan yang dilewati bus ke westbahnhof, bisa juga melalui jalan lain melewati beberapa kampus RWTH-Aachen seperti gedung Audimax dan Gedung Prof. Pirlet strasse (PPS). Masjid Bilal berada di belakang gedung PPS tersebut dan juga bersebelahan dengan lapangan tenis RWTH-Aachen.

8 masjid bilal
Masjid Bilal (kiri) dan bagian bangunan masjid yang terlihat dari jalan di sekitar westbahnhof (kanan)

Selain masjid Bilal, di Aachen juga ada masjid Imam Malik (Al-Imam Malik Moschee). Berbeda dengan masjid Bilal yang memiliki bangunan tersendiri, bangunan masjid Imam Malik terletak di antara gedung (toko), tepat di sebelah toko „Multimedia Aachen“. Lokasi tepatnya adalah di Ottostrasse 87 sekitar 10 atau 15 menit jalan kaki dari Elisenbrunnen menuju Kaisarplatz dan menyeberang jalan besar Adalbersteinweg. Jalan Otto (Ottostrasse) berada di sisi kiri dari jalan besar Adalbersteinweg tersebut. Banyak bus yang melewati jalan ke masjid Imam Malik di antaranya no. 2, 12, 22, 73, 25, 35, 45, dll turun di halte Scheibenstrasse, menyeberang jalan Adalbersteinweg dan berjalan ke arah kiri sekitar 5 menit dari halte tersebut.

9 masjid imam
Masjid Imam Malik berada sebelah toko Multimedia Aachen

 

Tanah Perbatasan Tiga Negara (Dreiländereck bei Aachen/Three Countries Border)

Satu lagi lokasi yang menjadi daya tarik kota Aachen adalah Dreiländereck di mana tempat ini merupakan titik pertemuan tiga negara yaitu Jerman, Belanda dan Belgia. Berbagai kegiatan outdoor bisa dilakukan di sini  seperti bersepeda gunung (ada banyak rute untuk mereka yang hobi bersepeda dengan tingkat adrenalin yang tinggi), ataupun hanya sekedar hiking. Di sini juga terdapat beberapa menara yang digunakan untuk melihat keindahan panorama ketiga negara tersebut. Dan ada juga permainan labyrin dengan disain kupu-kupu raksasa. Bus menuju area lokasi adalah bus no. 25, 35 dan 45 dari Elisenbrunnen dan turun di halte Westfriedhof, dan dari sini jalan kaki sekitar 30 menit. Atau bisa juga dengan bus no. 33 menuju Vaals busstation dan turun di halte Vaalserquartier Schmiedgasse. Dari sini hanya butuh waktu 15 sampai 20 menit ke lokasi.

10 dreilanderreck
Tanah perbatasan tiga negara. Sumber foto: wikipedia

 

Nobis Printen, Chickenpont, Aquis Plaza, Pabrik coklat Lindt

Ada hal unik lainnya dari Aachen, yaitu kue semacam biskuit yang disebut Printen. Printen ini terbuat dari coklat, madu dan rempah-rempah. Nobis Printen merupakan salah satu pabrik terbesar penghasil printen. Toko Nobis ini tersebar di hampir seluruh sudut kota Aachen. Selain printen, juga ada kue lain seperti Berliner, Croissant dll.

11 kedai
Salah satu gerai Nobis Printen di area Katedral Aachen

Tempat makan yang menjadi lokasi favorit bagi warga Aachen (khususnya mahasiswa) adalah Pontstrasse karena lokasinya yang dekat dengan kampus RWTH-Aachen dan di sepanjang jalan setapak ini juga terdapat gerai yang menjual berbagai masakan khas beberapa daerah seperti masakan China, Jepang, Thailand, Arab dan Turki dll. Ada juga gerai es krim di sini. Dari semua gerai tersebut yang paling disukai penulis dkk adalah CHICKENPONT dengan menu halbhänchen mit Pommes und salat. Selain rasa yang sesuai dengan selera, harga yang sesuai dengan beasiswa menjadi pertimbangan dalam menetapkan chickenpont sebagai gerai favorit. Ada ungkapan bahwa anda dikatakan belum mengunjungi kota Aachen jika belum merasakan halbhänchen-nya chickenpont (ini ungkapan versi penulis ya).

pontstrasse
Jalan setapak Pontstrasse tempat nongkrong mahasiswa Aachen. Lokasi : Pontsrasse. Dari bushof (terminal bus) naik bus yang menuju Ponttor dan turun di halte Driescher Gässchen. Dari sini menyeberang dan lurus sampai terlihat Nobis Printen.

Bagi yang ingin merasakan suasana perkotaan, bisa mengunjungi mall/plaza di pusat kota Aachen yaitu Aquis Plaza. Plaza ini merupakan satu-satunya plaza/mall yang ada di Aachen dan baru diresmikan akhir tahun 2015. Ada banyak gerai di dalamnya termasuk Rewe, Saturn, dll. Dari Elisenbrunnen jalan kaki menuju Adalbertstrasse. Di kiri kanan jalan Adalbert ini juga terdapat Galeria dan berbagai toko baju murah meriah seperti H&M dan New Yorker.

13 mall
Aquis Plaza Aachen. Sumber foto : ece.com

Untuk oleh-oleh, bisa mengunjungi pabrik coklat Lindt yang berada di Süsterfeldstrasse 130. Berbagai macam jenis dan rasa coklat bisa didapatkan di sini dengan harga yang lebih murah dibandingkan coklat Lindt yang dijual di tempat lain.

14 lindt
Pabrik coklat Lindt

Sebenarnya masih banyak tempat ataupun lokasi yang dapat dijelajahi di kota Aachen. Mungkin suatu saat akan ditambahkan oleh penulis ataupun rekan-rekan yang sedang kuliah di sini. Dan, selamat menikmati kota kecil Aachen, yang meskipun kotanya kecil tapi banyak orang-orang besar yang pernah tinggal dan membuat sejarah mereka di kota ini.

 

Kontributor: Dedi Rosa Putra Cupu, Institute Machine Elements and Machine Design, RWTH Aachen.

 

 

Menjadi HiWi: Dibayar untuk belajar, siapa yang tidak tertarik?

Jerman adalah salah satu Negara yang memberikan banyak kenyamanan dan kesempatan tidak hanya untuk warga Jerman itu sendiri, melainkan juga untuk mahasiswa asing. Selain biaya hidup dan biaya pendidikan yang cenderung lebih terjangkau dibanding dengan Negara Eropa lainnya, pemegang student visa juga diperbolehkan untuk bekerja dengan ketentuan yang berlaku. Jenis pekerjaan yang bisa kita lakukan di Jerman sangat variatif; dari mulai penjaga stand pameran hingga menjadi pemeran figuran senetron (apabila berbakat, ya!). Kita tinggal memilih pekerjaan mana yang paling cocok dan sanggup kita lakukan tanpa harus mengorbankan niat utama kita, yaitu untuk belajar. Ada gak sih pekerjaan yang bisa menunjang proses belajar kita sekaligus juga dibayar oke? Jawabannya: ada banget!

Menjadi seorang research assistant, atau dalam istilah bahasa Jerman biasa disebut dengan HiWi (Hilfswissenschaftler) di perguruan tinggi tempat kita belajar adalah salah satu pekerjaan yang bisa kita lakukan tanpa harus mengganggu tugas utama kita untuk belajar, bahkan, pekerjaan ini bisa membantu kelancaran kuliah kita juga lho! Apabila kita bekerja sebagai research atau teaching assistant, terutama di departemen/fakultas yang sama dengan yang kita ambil, maka secara tidak langsung kita akan belajar hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu kita. Menarik kan? Ilmu kita makin banyak dan bonusnya kita mendapatkan bayaran 🙂

How to be a research assistant?

Biasanya ada dua cara yang dilakukan oleh pihak universitas dalam melakukan rekrutmen HiWi; publikasi di kampus atau dosen itu sendiri yang memilih research assistant yang mereka inginkan. Apabila informasi itu dipublikasikan di kampus, maka proses yang berlaku sama dengan proses rekruitmen pekerjaan pada umumnya: mengirim surat lamaran dan curriculum vitae, seleksi, interview, dan terakhir tanda tangan kontrak apabila diterima. Biasanya, proses rekruitmen ini akan banyak bermunculan di setiap akhir summer semester karena banyak research assistant yang sudah lulus kuliah.

Cara kedua adalah secara langsung ditawarkan dan dipilih oleh professor yang bersangkutan. Nah, untuk yang satu ini kita harus cerdas dalam melakukan “tebar pesona”. Hampir semua professor merekrut research assistant dari mahasiswa yang dia ajar atau direkomendasikan oleh kolega sesama professor. Prosesnya lebih singkat dan sederhana dibandingkan dengan cara pertama tadi. Karena mereka sudah tahu profile kita (dari CV yang kita kirim untuk daftar kuliah dan keseharian kita di kelas), maka kita hanya perlu datang untuk mendapatkan penjelasan tentang tugas kita dan melakukan tanda tangan kontrak di kantor kepegawaian. Harus pintar dan dapet IPK 1.0 dong? Oh tidak perlu! Biasanya professor akan mencari mahasiswa yang specialist, bukan generalist. Satu professor bisa memiliki satu hingga empat orang research assistants, dan setiap research assistant memiliki keahlian masing-masing. Jadi, kita tidak perlu pintar dalam segala bidang, cukup beberapa saja yang menjadi keahlian kita.

Apa saja tugas research assistant?

Tugas utama seorang research assistant adalah membantu dalam segala hal yang berhubungan dengan penelitian yang akan atau sedang dilaksanakan oleh professor tersebut seperti melakukan literature review, mengumpulkan dan menganalisa data, menyiapkan proposal dan materi untuk komite dan calon donator, membuat presentasi untuk seminar atau conference, melakukan korespondensi, menghadiri project meetings, dan menulis laporan research progress. Selain tugas utama yang disebutkan tadi, seorang research assistant juga bertugas untuk me-maintain perkembangan studi mahasiswa (baik itu mahasiswa S1 ataupun mahasiswa S2 dengan “kebutuhan khusus”) seperti mengirim tugas, memonitor paper assignment deadline, dan melakukan coaching atau konsultasi untuk mahasiswa yang tidak lulus dalam mata kuliah tertentu (lumayan kan bisa dikenal sama junior atau senior?).

Ruang kerja, face to face terus dengan professor
Ruang kerja, face to face terus dengan professor

Berapa working hours yang diperbolehkan?

Jumlah jam bekerja yang diperbolehkan oleh regulasi pemerintah Jerman untuk mahasiswa asing berbeda-beda, tergantung dari mana kita berasal. Untuk mahasiswa yang berasal dari Austria, Belgium, Bulgaria, Cyprus, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Greece, Hungary, Iceland, Ireland, Italy, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Norway, Poland, Portugal, Romania, Sweden, Switzerland, Slovakia, Slovenia, Spain dan the United Kingdom, diperbolehkan bekerja sebanyak mungkin. Namun, seperti yang juga berlaku untuk mahasiswa Jerman, apabila bekerja lebih dari 20 jam dalam seminggu, maka diwajibkan untuk membayar sejumlah pajak kepada German social security system.

Untuk mahasiswa yang berasal dari selain Negara tersebut diatas, termasuk dari Indonesia, maka kita diperbolehkan untuk bekerja selama maksimal 120 hari (full-day works) atau 240 hari (half-day works), atau rata-rata 80 jam per-bulan. Apabila kita bekerja sebagai research assistant, maka kita diperbolehkan untuk bekerja lebih dari 120 jam dalam setahun asalkan kita melapor kepada Alien Registration Office (sumber: Study in Germany). Ingat ya! Harus lapor kepada Alien Registration Office, karena apabila kita tidak melapor akan dianggap sebagai bentuk pelanggaran dan kita bisa dipulangkan ke Negara kita karena telah menyalahgunakan hak kita sebagai pemegang student visa.

Pantry, bisa digunakan untuk menghangatkan bekal makan siang dan bikin kopi
Pantry, bisa digunakan untuk menghangatkan bekal makan siang dan bikin kopi

How much do we earn?

Berapa jumlah bayaran yang kita peroleh akan sangat bergantung pada jenis pekerjaan kita, prior knowledge and experience, lokasi/kota tempat kita bekerja, dan faktor lainnya. Untuk pekerjaan sebagai research assistant, biasanya kita akan dibayar EUR 10 hingga EUR 14 per-jam. Pembayaran akan dilakukan disetiap akhir bulan yang langsung ditransfer oleh pihak universitas ke rekening kita. Jadi dengan bekerja selama 10 jam saja per-minggu, kita sudah bisa mendapatkan uang tambahan (selain dari beasiswa atau dari orang tua) sebanyak EUR 400 – EUR 560 dalam sebulan. Saya yakin, bekerja 10 jam seminggu tidak akan mengganggu kuliah kita ko! Anggap saja itu alokasi nongkrong sambil haha hihi di warung kopi. Selain itu, waktu kerja yang fleksibel menjadi kelebihan tersendiri, kita bisa bekerja kapanpun kita mau selama tidak ada janjian meeting dan pekerjaan kita selesai tepat waktu.

Apakah kita wajib membayar pajak?

Berbicara soal pajak dan dana pensiun yang diambil dari gaji setiap orang yang bekerja di Jerman memang akan sangat panjang. Persentase pajak yang diambil akan sangat tergantung kepada jumlah penghasilan, marital status (jomblo pajaknya lebih besar lho!), dan aspek lainnya. Nah, untuk mini-job dengan penghasilan perbulan dibawah EUR 450, kita tidak diwajibkan pajak dan bisa memilih untuk tidak ikut dana pensiun. Apabila mahasiswa berpenghasilan lebih dari EUR 450 per-bulan, maka akan dikenakan pajak. Namun, pajak yang kita bayarkan bisa kita ambil kembali, atau dikenal dengan istilah income tax return, yang bisa kita ambil di setiap akhir tahun atau pada saat kita akan kembali ke Negara masing-masing dan tidak bekerja lagi di Jerman. Dalam beberapa kasus, penghasilan dibawah EUR 450 juga akan dikenakan income tax, namun tetap nantinya akan dikembalikan juga. Jadi, itung-itung nabung saja!

Bagaimana dengan potongan uang pensiun? Hanya mahasiswa berpenghasilan lebih dari EUR 850 akan dikenakan iuran pensiun penuh sebanyak 9.45%. Apabila mahasiswa bekerja lebih dari 80 jam per-bulan (Ingat ya harus lapor Alien Registration Office), maka selain dikenakan pension insurance, akan dikenakan juga health and unemployment insurance. (sumber: Deutsches Studentenwerk).

Bagi sebagian orang, bekerja sambil kuliah di Jerman merupakan suatu tuntutan. Namun, selain tentunya mendapatkan financial benefit, ada hal lain yang lebih penting dari sekedar mendapat penghasilan yang dengan bekerja di Indonesia pun sebenarnya bisa kita peroleh. Belajar dan mengenal secara langsung bagaimana bekerja bersama orang-orang Jerman (dan warga negara lainnya), di institusi Jerman, dan langsung di Negara Jerman tentunya lebih berharga dibandingkan sejumlah Euro yang kita dapatkan. Selain itu, network yang kita bangun selama bekerja disini, suatu saat akan kita butuhkan kembali. So, masih tertarik untuk menjadi HiWi?

Salah satu corporate partner untuk research dibidang cargo
Salah satu corporate partner untuk research dibidang cargo

Penulis:

Abdul Mu’ti Sazali – Mahasiswa program MBA Aviation Management di Frankfurt University of Applied Sciences (FRA-UAS) / Research Assistant for Aviation and Logistics at FRA-UAS.

Kindergeld – „Uang untuk Anak-anak“

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi yang ceria dari Münster. Ini adalah tulisan pertama saya di Formal Jerman. Saat ini adalah bulan kelima saya di Jerman, dan untuk anak istri saya hampir menginjak bulan ketiga. Hidup di Jerman memang serba mahal, apalagi kalau kita selalu mengkalkulasikan dengan kurs rupiah. Wadalah, bisa puyeng kepala kita. Makan onde-onde saja seharga Rp. 30.000,-, Cuma dua buletan lagi, isi kacang hijaunya pun juga minimalis. Hahahaha. Jadi curcol.

Di Jerman sepenetahuan saya ada lima poros keuangan yang bisa diperoleh kemudahan dari pemerintah kota, yaitu Kindergeld, Wohngeld (uang tempat tinggal), Schwangerschaft Geld (uang kehamilan dan kelahiran), Essengeld (uang makan siang untuk sekolah anak), dan Verkehr Rabat (diskon tiket kendaraan umum untuk anak sekolah).

Kali ini saya akan menuliskan beberapa tips agar bisa memperoleh Kindergeld. Kindergeld pada dasarnya diberikan kepada semua anak-anak yang berada di Jerman, baik warga negara Jerman maupun warga negara asing atau anak-anak warga negara Jerman yang berada di luar negeri. Kindergeld ini berlaku dari anak mulai lahir hingga berusia 17 tahun. Pengajuan aplikasi Kindergeld ini untuk warga negara Jerman biasanya dimulai sejak usia akhir kehamilan, karena proses birokrasi yang memakan waktu 1-1,5 bulan. Untuk kita warga negara asing, bisa diajukan secepatnya setelah mendapatkan Residence Permit, dan akan mendapatkan Kindergeld-nya sejak kedatangan pertama anak tersebut di Jerman. Misalnya anak kita sampai di Jerman bulan Juli 2015, dan kita baru mengajukan aplikasi Kindegeld dan diterima oleh pemerintah kota setempat bulan Juli 2016. Maka kita akan memperoleh Kindergeld sejak bulan Juli 2015 dan seterusnya. #rejekinomplok

Peraturan setiap Bundesland berbeda-beda mengenai persyaratan Kindergeld ini, siapa yang berhak, dan lain sebagainya. Akan tetapi, secara umum Kindergeld ini diperuntukkan untuk orang tua yang benar-benar memerlukan, misalnya orang tua yang tidak bekerja, single parent, anak yang orang tuanya tidak menikah, dll. Keterangan ini sebetulnya tidak tercantum secara eksplisit di website http://www.kindergeld.org/.

Besarnya beragam tiap Bundesland, tapi berkisar antara 190 EUR per bulannya per anak. Di Bundesland NRW anak pertama dan kedua mendapatkan 190 EUR per bulan. Dan akan naik jumlahnya setelah anak ketiga dan seterusnya. Kalau tidak salah anak ketiga sekitar 250 EUR per bulannya.

Yang perlu diperhatikan dalam mengajukan aplikasi Kindergeld ini adalah siapa dan apa pekerjaan serta Anmerkungen pada Residence Permit orang yang mengajukannya. Mari kita bahas satu persatu mengenai hal ini.

Siapa yang mengajukan. Sebaiknya adalah pasangan dari penerima beasiswa LPDP, karena pada beberapa kasus, jika yang mengajukan adalah penerima beasiswa, ada penolakan dari pemerintah kota, dikarenakan biasanya di surat keterangan beasiswa sudah ada komponen tunjangan keluarga. Meskipun pada beberapa kasus juga bisa tetap mendapatkan Kindergeld.

Apa pekerjaan orang yang mengajukan. Nah, sebisa mungkin dijawab ibu atau bapak rumah tangga, alias tidak bekerja. Karena dengan begini maka hampir bisa dipastikan pihak pemerintah kota akan merasa ‚lebih iba‘ dan ujung-ujungnya akan sukses mendapatkan Kindergeld ini.

Anmerkungen pada Residence Permit. Anmerkungen adalah pasal yang menyatakan keberadaan kita di Jerman ini dan berhubungan dengan status pekerjaan atau status sekolah atau hak-hak yang bisa didapatkan pada pemegang Residence Permit tersebut. Anmerkungen bisa dilihat di halaman depan Aufenthaltstitel kita semua. Untuk Kindergeld sendiri, disarankan yang mengajukan adalah yang Anmerkungennya § 30, dan biasanya § 30 ini tertera pada Residence Permit pasangan penerima beasiswa LPDP. Anmerkungen yang tertera pada penerima beasiswa LPDP biasanya § 16 Abs 1. Dan pada beberapa Bundesland/Stadtamt akan memberikan Zusatzblatt (Keterangan Tambahan) berupa kertas hijau yang menerangkan posisi pekerjaan atau keterangan lain yang berhubungan dengan batas waktu kerja dalam setahun. Ada beberapa pihak yang menyatakan bahwa Anmerkungen § 16 juga bisa mendapatkan Kindergeld, namun prosesnya lebih rumit.

Dokumen apa saja yang diperlukan untuk mengajukan Kindergeld ini:

  1. Kindergeldantrag (Formulir Kindergeld). Formulir ini gratis dan bisa diunduh di http://www.kindergeld.org/formulare/kindergeld-formulare-in-englischer-sprache.html. Ini adalah versi bahasa Inggrisnya. Yang harus diisi adalah Antrag KG1 dan Anlage Kind KG1. Jika anaknya tiga, maka Anlage Kind nya harus dibuat 3 juga, masing-masing berisi data anak masing-masing. Proses pengisian formulir ini sebaiknya diketik dengan menggunakan komputer, agar mempermudah orang Jerman bacanya, karena beberapa alphabet dan angka cara penulisan orang Indonesia dan Jerman berbeda. Saya berkali-kali salah angka 4 dan 9. Hehehe
  2. Harus ada Steurnnummer (Personal Identifikationnummer). Ini adalah nomor pajak yang akan diberikan secara otomatis setelah Anmeldebestätigung kita dikeluarkan oleh Stadtamt. Dan nomor ini tidak tersedia online, karenanya akan dikirimkan ke alamat pos rumah kita. Apabila kita kehilangan nomor ini, bisa minta di https://www.bzst.de/DE/Steuern_National/Steuerliche_Identifikationsnummer/ID_Eingabeformular/ID_Node.html. Nomor pajak akan dikirimkan dalam waktu kurang dari tiga bulan. Nomor ini yang penting ada adalah nomor pajak orang yang mengajukan Kindergeld.
  3. Scan berwarna Residence Permit semua anggota keluarga beserta Zusatzblatt nya. Scan atau fotokopinya harap diperbesar, sehingga tulisannya terbaca jelas. Apabila mau menscan, perhatikan agar hologram pada Residence Permit tidak memblurkan hasil scannya.
  4. Scan akta lahir anak yang sudah dicap dan dilegalisir oleh Kedubes Jerman di Jakarta beserta terjemahannya
  5. Scan paspor dan visa semua angota keluarga. Semua halaman paspor yang ada tulisannya discan dari halaman awal sampai akhir.
  6. Scan surat nikah yang sudah dicap dan dilegalisir oleh Kedubes Jerman di Jakarta beserta terjemahannya
  7. Scan Anmeldebestätigung yang keluarga
  8. Rekening bank orang yang mengajukan Kindergeld. Apabila tidak punya, bisa memakai rekening bank pasangannya.

Apabila semua dokumen tersebut sudah lengkap, maka dimasukkan ke dalam amplop dan dikirimkan ke Familienkasse sesuai dengan Familienkasse yang ditunjuk oleh Pemerintah Jerman. Bagaimana melihatnya, caranya adalah dengan melihat kode pos rumah kita ke website Kindergeldnya. Bisa dipilih di bar Familienkassen pada wesite http://www.kindergeld.org/. Jangan lupa menuliskan Absender dan An nya sesuai dengan alamat kita dan Familienkassen-nya. Sedikit tips, yaitu tuliskan di depan amplopnya, ‚KINDERGELD ANTRAG NEU‘. Jadi petugas kurir di Familienkassen tersebut langsung tahu harus dimasukkan ke ruang mana amplop tersebut.

Troubleshoot

Pada beberapa kasus akan dijumpai surat balasan dari Familienkasse mengenai dokumen yang tidak lengkap atau surat-surat keterangan lainnya. Pada dasarnya ikuti saja permainannya. Selama tidak ada balasan dari Familienkassen yang menyatakan kalau kita tidak berhak mendapatkan Kindergeld tersebut, maka terus saja jawab surat tersebut. Apa yang mereka minta berikan saja. Apabila surat balasan tersebut berasal dari Familienkassen yang berbeda, maka kita harus membalas surat tersebut sesuai dengan alamat Familienkassen yang awal (pada saat pertama kali mengirim dokumen), dengan dituliskan judul ‚ZUSATZ KINDERGELD ANTRAG NUMMER: KG…….‘. Jangan lupa mendokumentasikan segala surat balasan kita kepada Familienkassen.

Apabila sudah terlanjur yang membuat aplikasi Kindergeld adalah penerima beasiswa LPDP, dan ada penolakan, coba ajukan kembali dengan istri/suami penerima beasiswa sebagai orang yang mengajukan, dengan berikan jeda pengiriman satu hingga dua bulan, dengan harapan berkas kita sudah tidak di meja yang bersangkutan (meskipun ini langkah agak gak masuk akal secara sudah tersistem di Jerman ini, hehehe).

Hindari bertatap muka secara langsung dengan petugas Familienkassen, karena akan mempersulit diri sendiri. Hal ini lebih kepada upaya preventif karena bahasa Jerman kita yang tidak terlalu bagus dan takutnya dijerumuskan kepada hal-hal berbau penolakan. Terutama untuk kota-kota besar.

Demikian tips and trick dari saya. Semoga bermanfaat. Dan selamat mencoba. Yang benar hanya dari Allah dan manusia hanyalah tempat salah dan lupa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yasmon, ditulis di Münster, NRW, Selasa pagi 31. Mai 2016 jam 13.15 CET cerah berawan 20oC