Prosedur untuk memperoleh Unconditional Letter of Acceptance (LoA) S3 di RWTH-Aachen

 

Beberapa hari yang lalu ada pertanyaan dari teman yang masuk ke inbox fb saya tentang bagaimana mendapatkan Unconditional Letter of Acceptance (LoA) dari RWTH-Aachen. Katanya, info yang diperoleh dari postingan saya sebelumnya masih belum jelas cara mendapatkan LoA unconditional tersebut. Benar, postingan tersebut lebih difokuskan pada langkah awal bagaimana mendapatkan persetujuan profesor sebagai pembimbing doktoral dalam bentuk offer letter. Dan kemaren ada teman juga yang datang ke Aachen dengan hanya bermodalkan offer letter dari profesor untuk mendaftar ulang (enrolment) sebagai mahasiswa doktor di RWTH-Aachen. Tentu saja pihak kampus (Admission Office) meminta teman saya ini untuk mengisi formulir yang sebenarnya bisa dilakukan secara online dan tidak harus datang ke Aachen. Saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan LoA Unconditional dari pihak kampus, mengingat pengalaman saya butuh waktu kurang lebih 2 bulan sampai terbit LoA tersebut. Nah, agar di kemudian hari tidak terjadi „kesalahan“ dalam memaknai LoA ini, sedikit saya tulis pengalaman saya bagaimana mendapatkan LoA unconditional bermodalkan offer letter dari profesor.

LoA, merupakan bukti (surat keterangan) yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan layak sebagai calon mahasiswa pada sebuah program studi (di kampus Jerman biasanya disebut Institut) secara akademik. Berbeda dengan Offer Letter (ada juga yang menyebutnya Invitation Letter), LoA ini dikeluarkan oleh pihak kampus kepada calon mahasiswa yang telah melakukan pendaftaran secara online dan mengirimkan berkas-berkas yang berhubungan dengan akademik seperti ijazah dan transkrip nilai, sertifikat IELTS/TOEFL yang masih berlaku, dan lain-lain. LoA ada yang masih bersifat “bersyarat” (conditional) dan ada yang sudah “tidak bersyarat” (unconditional). Kondisi bersyarat biasanya karena ada salah satu persyaratan pendaftaran (atau lebih) yang belum terpenuhi seperti nilai IELTS/TOEFL. Beberapa penyandang dana (sponsor) biasanya lebih mengutamakan calon penerima beasiswa yang sudah memiliki Unconditional LoA karena ini artinya calon mahasiswa tersebut sudah memastikan satu “kursi” di kampus yang dituju sehingga proses kuliah dapat dilaksanakan sesegera mungkin.

 

Seperti halnya kampus/universitas yang lain, ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk mendapatkan satu “kursi” di program doktoral RWTH-Aachen, yaitu :

  1. Mendaftar secara online

Sama halnya dengan mahasiswa S1 dan S2 lainnya, langkah awalnya adalah melakukan pendaftaran secara online di website :

https://zul-a.campus.rwth-aachen.de/Default.aspx?imma=einl

Setelah selesai mengisi data pada pendaftaran online di atas, pada tahap akhir ada formulir pendaftaran (application form) yang telah terisi sesuai dengan data yang dimasukkan sebelumnya dan nomor pendaftaran (application number). Silahkan mencetak formulir tersebut. Nomor pendaftaran ini dibutuhkan pada saat menghubungi pihak International Office baik melalui email ataupun via telp untuk menanyakan status pendaftaran.

  1. Mengirimkan dokumen melalui pos

Sesuai dengan arahan yang tertera pada saat mendatar online, beberapa dokumen berikut harus dikirimkan melalui pos.

  • Formulir pendaftaran yang sudah diisi dan dibubuhi tanda tangan pendaftar.
  • Invitation Letter (Offer Letter) dari Profesor.
  • Formulir yang menyatakan profesor bersedia menjadi pembimbing (“Betreuungsbestätigung Promotion”). Contoh formulir seperti ini(Formulir ini juga menyatakan bahwa tidak ada kendala dengan persyaratan bahasa karena untuk mendapatkannya harus mengirimkan sertifikat IELTS/TOEFL ke pihak International Office.)
  • Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae). Sebaiknya menggunakan template dari http://europass.cedefop.europa.eu/en/home
  • Fotokopi tranksrip dan ijazah S1 dan S2 yang telah dilegalisir.
  • Fotokopi transkrip dan ijazah S1 dan S2 dalam bahasa Inggris atau bahasa Jerman. Transkrip dan ijazah dalam bahasa Inggris yang dikeluarkan secara resmi oleh kampus-kampus di Indonesia bisa digunakan sehingga tidak perlu mengalihbahasakan ke jasa translator.

Seluruh dokumen tersebut dikirimkan ke alamat:

“International Office der RWTH-Aachen. Abt. 2.1 – Zulassung.

Templergraben 57, 52062 Aachen, Germany”

 

  1. Menunggu informasi dari pihak International Office kampus tentang kelulusan pendaftaran kita.

Untuk kasus saya, karena waktu yang sangat sempit untuk mengikuti wawancara beasiswa, saya menghubungi petugas International Office melalui surat elektronik (email) mengenai status pendaftaran. Saya jelaskan kondisi saya saat itu bahwa saya butuh Unconditional LoA dari RWTH-Aachen untuk mengikuti wawancara beasiswa dari pemerintah Indonesia dan saya belum bisa mengirimkan dokumen melalui pos karena akan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke Aachen. Setelah diskusi dan mengirimkan soft copy semua berkas-berkas yang dibutuhkan, Alhamdulillah pihak kampus bersedia mengeluarkan Unconditional LoA dan mengirimkan salinannya ke email saya.

Lampiran LoA unconditional saya dapat dilihat di sini.

Poin dari tulisan ini adalah bahwa untuk mendapatkan Unconditional LoA Doktor (S3) setelah mendapatkan offer letter dari profesor di RWTH-Aachen tidak terlalu sulit asalkan mengetahui prosedurnya. Dan jangan malu untuk bertanya ke profesor ataupun pihak International Office kampus mengenai hal-hal yang memang belum jelas saat melakukan pendaftaran. Semoga sukses.

 

Kontributor : Dedi Rosa Putra Cupu

Mahasiswa Doktoral, RWTH Aachen University

Kieler Woche, Event Sailing Internasional terbesar

 

Hallo Leute! Salam kenal, namaku Hashlin awardee LPDP yang untuk sementara ini masih berpredikat sebagai awardee ter-utara se-Jerman! 🙂

Saya melanjutkan studi di kota Kiel, sebuah kota pelabuhan yang berbatasan langsung dengan Laut Baltic, yang membatasi negara Jerman dengan negara-negara Scandinavia. Jika teman-teman penasaran dengan Kota Kiel, saya juga sudah pernah menulis artikel tentang Kota Kiel, bisa temen-temen check di link berikut :

http://lpdp-jerman.org/kiel-the-sailing-city-pelarian-musim-panas-semua-orang/.

 

https://youtu.be/ma0YXCFX5zA

 

Kieler Woche (Kiel`s Weeks) adalah sebuah acara tahunan yang sudah diselenggarakan dari tahun 1882. Inti dari seluruh rangkaian acara Kieler Woche ini sendiri sebenarnya adalah kompetisi Sailing internasional yang juga merupakan yang terbesar di dunia. Untuk meramaikan kompetisi internasional tersebut, Kota Kiel juga memanjakan wisatawan dengan berbagai macam stand-stand yang banyak tersebar di spot-spot terkenal di Kota Kiel. Ada banyak panggung musik dengan tema masing-masing. Terdapat juga Pasar Internasional dimana disana kita dapat menemukan berbagai macam jenis makanan dan souvenir khas dari berbaga negara. Masih banyak event-event menarik lainnya yang berlangsung secara pararel di setiap sudut Kota Kiel. Event tersebut berlangsung selama satu minggu. Untuk jadwal event Kieler Woche tahun ini, bisa temen-temen lihat di link berikut :

http://www.kieler-woche.de/programm/index.php.

 

Setiap tahunnya Kieler Woche berhasil mengumpulkan sekitar 5000 orang pelaut yang datang dari berbagai negara, 2000 kapal layar dan 3 juta lebih wisatawan. Jadi pasti kebayang kan gimana rame dan meriahnya? Keseruan Kieler Woche juga bisa temen-temen simak di video diatas 🙂

 

Sampai Jumpa di Kieler Woche tahun depan! 🙂

Pengajuan Visa Studi ke Jerman

Salam kenal. Jika kamu terdampar di artikel ini maka kemungkinan besar kamu sedang mencari referensi mengenai bagaimana mengajukan permohonan visa ke Jerman untuk tujuan studi. Oleh karena itu saya akan mencoba menceritakan pengalaman saya dalam mengajukan permohonan visa ke Jerman dengan bermodalkan informasi yang ada maupun petunjuk dari para pendahulu yang telah sukses melanjutkan studinya di negeri dengan penduduk terbanyak di Uni Eropa ini.

Sebenarnya semua informasi yang dicantumkan di situs resmi Kedutaan Besar Jerman di http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa_20idn/01visastelle/0-visastelle.html sudah cukup lengkap dan terstruktur, namun ada beberapa hal yang dalam praktisnya tidak sama persis pada petunjuk yang tertera di sana. Adapun berdasarkan keterangan yang saya dapat di situs tersebut, utamanya ada dua macam jenis visa yang bisa diajukan yaitu:

  1. Visa Schengen (untuk kunjungan sampai dengan 90 hari)
  2. Visa Nasional (untuk tinggal lebih dari 90 hari)

Sementara tujuan pengajuan visa dibagi menjadi berikut:

  1. Bekerja
  2. Studi
  3. Wisata
  4. Kumpul keluarga (keluarga menyusul orangtua yang bekerja atau studi di Jerman)
  5. Kerja sosial
  6. Kurus/Pelatihan/Seminar

Dari beberapa tujuan tersebut artikel ini akan fokus hanya kepada pengajuan dalam rangka studi yang menggunakan beasiswa LPDP, di mana saya memerlukan visa Nasional karena akan tinggal di Jerman lebih dari 90 hari.

Berdasarkan pengamatan saya, kemungkinan status pengajuan visa dilakukan dalam keadaan berikut ini:

  1. Pergi secara individu saja hingga akhir masa studi
  2. Pergi secara individu namun berencana akan membawa keluarga di waktu mendatang
  3. Pergi sekaligus membawa keluarga

Untuk 3 hal tersebut, pembahasan saya akan hanya pada keadaan nomor satu dan dua yang menurut saya serupa namun hanya berbeda dalam pencantuman data saja. Saya pribadi kebetulan berstatus nomor dua.

pengajuan-visa-background

Hal yang pertama perlu dilakukan adalah mendaftarkan perjanjian visa sesegera mungkin di link yang tertera di halaman http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa_20idn/01visastelle/terminvergabe.html. Setelah mendaftarkan perjanjian visa maka kamu akan mendapatkan balasan email dari Kedutaan Besar Jerman. Jangan lupa membawa print email konfirmasi perjanjian visa tersebut pada saat datang ke kantor Kedutaan Besar Jerman di wilayah Thamrin. Posisi tepatnya adalah dekat bundaran HI di sebelah Hotel Mandarin, di jalan Thamrin arah menuju Sudirman. Setelah mendaftarkan diri, maka yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan seluruh dokumen persyaratan. Ketentuan persyaratan dokumen terdiri dari persyaratan umum pengajan visa nasional yang dapat dilihat di http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4332004/Daten/6055897/D_id__Visa_Nasional.pdf dan persyaratan khusus studi yang dapat dilihat di http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4230636/Daten/5871271/D3_id__Studium.pdf. Catatan tambahan untuk penerima beasiswa lain seperti DAAD, kemungkinan akan ada perbedaan persyaratan yang bisa dilihat di halaman mengenai ketentuan visa studi dengan beasiswa di http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/3453948/Daten/3296643/Merkblatt_fr_Stipendiaten.pdf yang tidak akan saya bahas di sini.

Dari persyaratan umum pengajuan visa nasional maka dokumen yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  1. Print email konfirmasi perjanjian visa
  2. Formulir permohonan yang bisa diunduh di http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/3443162/Daten/5220805/antrag_national.pdf

(Contoh pengisian yang saya lakukan bisa dilihat di dokumen ini)

  1. Lembar pernyataan pemeriksaan perjalanan yang bisa diunduh di http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4046772/Daten/5159820/H3__Pemeriksaan__Lembar_perjalanan.pdf

(Pengisian form ini cukup mudah, hanya dengan mengisi cek list dan data mengenai negara mana yang pernah kamu kunjungi dalam dua tahun terakhir.)

  1. Pas foto biometris berukuran 3,5 x 4,5 dengan latar belakang abu-abu muda sebanyak 3 lembar yang contohnya dapat dilihat di https://www.bundesdruckerei.de/sites/default/files/sample_photos_for_id-documents.pdf

(Jangan menempelkan foto di kertas form, cukup lampirkan saja dengan paper klip ataupun dipisahkan di plastik kecil foto. Silahkan persiapkan lebih banyak dari kebutuhan yang ditulis persyaratan karena nantinya hanya akan diambil dua lembar dan sisanya akan dikembalikan.)

  1. Paspor yang masih berlaku setidaknya 1 tahun. Difotokopi halaman yang berisi data diri dan catatan resmi (yang diisi di bagian paling belakang)

(Segera isi lengkap bagian belakang paspor mengenai data diri, kontak yang bisa dihubungi dan ditandatangan. Seringkali saya sendiri pun lupa untuk mengisinya dan saya yakin banyak juga yang tidak pernah mengisi halaman tersebut. Jangan sampai hanya karena tidak lengkap kemudian kamu harus mengisi dan membuat dahulu fotocopy-nya yang pastinya akan memakan waktu yang tidak sebentar.)

  1. Polis asuransi kesehatan yang bisa digantikan dengan asuransi perjalanan selama 90 hari (sesuai masa berlaku visa)

(Saya menggunakan asuransi ACA Superior individu untuk masa 90 hari. Melihat penjelasan dokumen persyaratan umum visa di bagian polis asuransi yang menyatakan bahwa “… maka harus membuat asuransi perjalanan yang berlaku sesuai dengan masa berlaku visa (visa nasional pada umumnya diberikan untuk 90 hari)”, saya menyarankan untuk mengikuti masa berlaku asuransi selama 90 hari meski berdasarkan beberapa pengalaman aplikasi visa dengan asuransi perjalanan di bawah 90 hari ada pula yang tetap disetujui.)

  1. Biaya permohonan sebesar 60 EURO dalam rupiah.

(Yang tidak kalah penting meskipun bukan dokumen adalah menyiapkan biaya administrasi dalam bentuk cash sebesar 60 Euro yang akan disesuaikan pada kurs hari tersebut. Untuk memudahkan silahkan siapkan uang pas agar tidak memerlukan kembalian dari petugas loket. Jika memerlukan di lantai dasar saya melihat ada mesin ATM BCA. Tapi saya menyarankan untuk menyiapkan uang cash tersebut dari sebelum tiba di kedutaan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan semisal ATM tidak berfungsi ataupun kosong.)

Sementara tambahan dari persyaratan khusus studi maka dokumen yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  1. Daftar riwayat hidup

(Di dokumen persyaratan ada petunjuk berbentuk tabel namun tidak ada format resminya. Yang pasti silahkan gunakan bahasa Jerman atau Inggris. Jika sudah punya cv menurut saya silahkan gunakan yang sudah ada agar tidak memakan waktu untuk menyiapkannya.)

  1. Pembiayaan selama tinggal di Jerman

(Untuk penerima beasiswa LPDP bisa menggunakan LoS (Letter of Sponsorship) yang ditujukan ke Kedutaan Besar Jerman ataupun LoG (Letter of Guarantee). Yang akan diperhatikan adalah rincian pembiayaan yang didapatkan. Bila berencana membawa keluarga seperti kasus saya, maka pastikan bahwa biaya untuk keluarga sudah tercantum di sana. Besar pembiayaan normal pada dasarnya pasti cukup untuk individu, namun untuk kebutuhan keluarga bisa dipastikan lagi dengan mencari info terbaru lewat rekan yang sudah di Jerman ataupun dengan mengirimkan email pertanyaan ke kantor administrasi masing-masing kota (bisa digoogling ke website resmi kota di Jerman). Dengan dokumen ini seharusnya kamu tidak harus mencantumkan bukti rekening bank mana pun.)

  1. Konfirmasi penerimaan dari universitas, jenis-jenis yang mungkin bisa digunakan didetailkan jelas di dokumen persyaratan studi

(Istilah LoA (Letter of Acceptance) atau Admission Letter biasa digunakan untuk dokumen ini. Dapat menggunakan print dari dokumen yang diterima via email (bila perlu menggunakan tinta berwarna agar tanda tangan nya berwarna) ataupun dokumen yang diterima secara langsung via pos.)

Untuk poin-poin berikut ini, di dalam dokumen dinyatakan bahwa hanya diwajibkan bagi calon pelamar studi yang belum memiliki poin nomor 9, namun saya tetap menyertakannya saat mengajukan permohonan visa kemarin.

  1. Ijazah S1 yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dilegalisir
  2. Transkrip nilai S1 yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dilegalisir
  3. Surat motivasi yang ditandatangan di bagian akhir

(kebutuhan tanda tangan ini tidak dinyatakan di dokumen, namun di kedutaan saya diminta untuk menandatangani surat motivasi saya di bagian akhir. Tidak ada format resmi mengenai surat motivasi, saya sendiri menggunakan surat motivasi yang saya gunakan saat mendaftar ke universitas. Sama seperti daftar riwayat hidup, silahkan gunakan bahasa Jerman atau Inggris.)

Sementara poin-poin berikut adalah yang saya tambahkan (kebetulan juga ditanyakan saat saya hadir di kedutaan untuk mendaftar visa).

  1. Sertifikat bahasa asing (Inggris maupun Jerman jika ada)

(Meskipun tidak dituliskan sebagai persyaratan dan kuliah saya merupakan program dalam bahasa Inggris, saya ditanya mengenai sertifikat bahasa Inggris yang saya jawab dengan fotocopy dokumen IELTS saya (tidak dilegalisir, namun membawa dokumen aslinya). Jadi tidak ada salahnya melampirkan dokumen ini. Apalagi jika sudah punya sertifikat bahasa Jerman juga menurut saya akan lebih baik jika dilampirkan.)

  1. Surat korespondensi dengan pihak penyedia tempat tinggal

(Dokumen ini sebagai bukti bahwa kamu sudah mencari tempat tinggal di kota tujuan meski belum resmi mendapatkan.)

Untuk kesemua dokumen tersebut (selain biaya permohonan tentunya) saya sarankan disiapkan dalam bentuk formulir dua rangkap yang diisi dan ditandatangan serta dokumen lainnya berupa asli (ditunjukkan hanya bila ditanyakan) dan fotocopy dua rangkap, kemudian dikelompokkan menjadi dua kelompok dokumen dengan formulir permohonan di bagian depan. Silahkan gunakan stepler untuk dokumen yang lebih dari 1 lembar (misal surat motivasi terdiri dari dua halaman, fotocopy transkrip nilai, dan lain-lain) namun saya tidak menyarankan untuk menggunakan stepler untuk menggabungkan keseluruhan dokumen dikarenakan petugas loket akan mengatur sendiri dokumen-dokumen tersebut. Silahkan gunakan klip kertas yang mudah dibuka untuk menyatukan kelompok dokumen tersebut. Untuk mempercepat proses, silahkan susun dengan rapih dalam dua kelompok dokumen dengan isi yang sama sebelum diberikan ke petugas loket. Saya sendiri menyiapkan dua rangkap tambahan untuk formulir yang perlu diisi, yaitu formulir permohonan visa dan lembar pernyataan pemeriksaan perjalanan untuk jaga-jaga bila ada kesalahan yang membuat saya harus mengisi ulang.

Agar lebih mudah melakukan pengecekan terakhir sebelum pergi ke kantor Kedutaan Besar Jerman, maka saya buatkan list yang bisa dilihat di bawah ini.

List pengajuan Visa

Bila diperlukan, kabarnya fotocopy, print, berikut internet terdekat bisa ditemukan di Hotel Mandarin yang lokasinya bersebelahan dengan harga yang tidak murah (Internet 75 ribu per setengah jam, print 15 ribu per lembar, dan fotocopy 8 ribu per lembar). Ataupun opsi yang lebih murah kabarnya bisa ditemukan di basement Menara Mandiri di belakang gedung kedutaan. Bila kelengkapan dokumen dianggap kurang, dari informasi yang saya dapat maka pemohon dipersilahkan untuk melengkapinya dan bisa kembali di hari yang sama. Karena itu waktu yang paling strategis untuk mengajukan visa adalah di pagi hari agar sisa waktu yang dimiliki bila ada yang belum lengkap cukup panjang. Tapi semoga cerita melengkapi dokumen ini tidak terjadi kepada kamu ya.

Bila proses penyerahan dokumen sudah dilakukan, maka petugas loket akan memeriksa dan meminta kamu mengkoreksi bila ada yang perlu diperbaiki atau belum diisi dengan ballpoint (hitam ataupun biru tidak masalah). Jadi silahkan bawa ballpoint sendiri untuk memudahkan. Setelah itu kamu akan diminta menandatangan form cetakan dari kedutaan setelah memastikan data-data yang tercantum benar, kemudian menuliskan juga nomor handphone dan alamat email kamu yang bisa dihubungi. Setelah itu paspor kamu akan diserahkan kembali untuk dibawa kembali. Nantinya bila visa sudah selesai maka kamu akan membawa kembali paspor tersebut di kedutaan. Kabar mengenai selesainya visa akan disampaikan via email ataupun telepon dalam jangka waktu 3-8 minggu.

 

Tips tambahan untuk kedatangan ke Kedutaan Besar Jerman adalah berikut ini:

  1. Silahkan datang 1 jam sebelum janji jika memungkinkan dikarenakan akan ada antrian masuk ke kedutaan. Kamu tidak mau kedatangan telat menyebabkan aplikasi visa kamu tertunda kan.
  2. Silahkan bawa perlengkapan seperlunya, jika memungkinkan peralatan elektronik hanya membawa handphone saja. Semua peralatan elektronik (termasuk laptop, harddisk, dan power bank) akan diperiksa dan diminta tinggal di ruangan petugas keamanan dengan loker yang kuncinya diberikan kepada kamu. Sebenarnya tidak masalah selama barang-barang tersebut tidak ada yang berbahaya, namun proses pemeriksaan tas kamu akan memakan waktu lama sehingga bila kamu datang di waktu yang mepet mungkin saja membuat kamu terlambat.
  3. Jangan takut berbicara dengan orang yang sedang mengantri di depan atau belakang kamu karena kamu tidak tahu dari mana informasi tambahan yang bermanfaat akan kamu dapat. Selain itu bila mengetahui jadwal janji pengajuan visa sesama pengantri, maka kamu bisa saling menghormati dengan memberikan antrian yang lebih dahulu ke orang yang memiliki janji lebih dahulu bila rentang waktu janji kamu masih panjang.

 

Untuk link-link yang saya berikan, besar kemungkinannya akan ada perubahan bila di-update oleh pihak kedutaan. Karena itu silahkan menelusuri website tersebut untuk info yang kamu butuhkan dengan garis besar yang telah dijabarkan di artikel ini. Jika ada yang belum jelas, silahkan hubungi saya di hardani.maulana@gmail.com bila perlu penjelasan lebih lanjut. Semoga sukses!

Kontributor : Hardani Maulana

 

Referensi lain bisa didapat juga di tulisan rekan-rekan saya di:

https://lpdp-jerman.org/mudahnya-mengurus-visa-student-ke-jerman-dari-sudut-pandang-lain/

http://suryanara.org/home/mengurus-visa-studi-jerman-untuk-pemula/

http://obipambudi.blogspot.co.id/2016/06/mengurus-visa-studi-jerman.html

 

Start Up Safary Berlin

Berlin telah menjadi surga bagi para enterpreneur dan innovator muda dari seluruh Dunia untuk mengimplementasikan ide-ide bisnis mereka. Iklim bisnis yang sehat, biaya hidup dan biaya sewa kantor yang murah, membuat banyak orang tertarik mendirikan usaha bisnisnya di Berlin. Terlebih, perguruan tinggi dan komunitas-komunitas kreatif di Berlin turut memberikan andil terhadap pertumbuhan jumlah perusahaan rintisan (start-up) di kota ini. Mereka membuat sejumlah program yang diselengarakan guna meningkatkan gairah berdirinya perusahaan rintisan di kota ini, mulai dari agenda pelatihan dan seminar hingga program akselerasi dan inkubasi bisnis.

Start-up event adalah istilah yang populer untuk mendeskripsikan acara-acara yang mewadahi para innovator untuk memaparkan ide bisnis mereka serta produk atau jasa yang mereka tawarkan ke publik. Dalam acara seperti ini, para innovator biasanya dapat menemukan calon penyandang dana dan mitra kerja untuk mensupport bisnis mereka agar lebih berkembang. Setiap minggu, setidaknya ada belasan acara start-up event di Berlin. Start-Up Safary Berlin adalah salah satu di antaranya.

Walaupun Start-Up Safary Berlin bukanlah start-up event terbesar di Berlin, namun konsep yang dimiliki acara ini cukup menarik. Pada start-up event lainnya, pada umumya para perusahaan rintisan akan mengirimkan delegasinya dan mereka hanya akan mempresentasikan perusahaannya maupun produknya  masing-masing bergantian di sebuah ruang aula didepan para peserta acara yang hadir.

 

Start up safary Berlin 2

Figure : StartUp Safary – Zalando, perusahaan e-commerce, sebagai tuan rumah .

Pada Start-up Safary, peserta langsung diajak berkeliling memasuki kantor atau ruang kerja perusahaan rintisan tersebut. Di sini, perusahaan rintisan sebagai tuan rumah akan mejelaskan dengan detail; mulai dari gagasan bisnis mereka, kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari, hingga visi ke depan perusahaan tersebut. Terdapat juga sesi  dimana peserta dapat berinteraksi langsung dengan para pendiri dan karyawan di perusahaan tersebut dan berkesempatan membangun jaringan relasi bisnis dengan mereka. Dengan skema ini, para calon investor dapat lebih mudah menilai kelayakan bisnis yang ditawarkan dan membuat keputusan untuk menentukan apakah mereka akan menginvestasikan dananya pada perusahaan rintisan yang dikunjungi. Calon mitra dan individu-individu yang tertarik untuk bergabung dengan perusahaan rintisan tersebut pun lebih mudah untuk bertukar informasi dan melakukan kerja sama ke depannya.

“Dengan interaksi yang lebih intensif, maka akan lebih banyak kesempatan yang terbuka”, gagasan itu lah yang melandasi konsep acara ini.

Hem, menarik bukan?
Kira-kira bisakah kita tiru acara seperti ini untuk dibuat di Indonesia?
Ayo tuliskan pendapat Anda pada kolom komentar di bawah.

 

Video link URL: https://www.youtube.com/watch?v=y82bjeZ2zRw

Kontributor : Edo Raihan, TU Berlin

Gänseliesel: Simbol keinginan belajar yang tangguh

By Argianto Rahartomo 27.06.2016

1

Figure 1. Gaenseliesel

 

Halo teman-teman semua 😀

Saya ingin berbagi sedikit kisah yang sangat menginspirasi mengenai seseorang yang begitu inginnya belajar selalu walaupun dikekang oleh kondisi.

Gänseliesel atau nama lainnya Goose Girl, merupakan salah satu simbol dari kota pelajar Göttingen. Menariknya patung tersebut mendapat julukan “the most kissed girl in the world”, julukan tersebut bukan tanpa alasan dikarenakan adanya semacam “ritual” akademis di kota ini. Bukan sulap bukan sihir, semua mahasiswa PhD (tanpa terkecuali) yang berhasil menyelesaikan disputasinya dan dinyatakan lulus akan diarak menggunakan gerobak yang dihias balon dan pernak-pernik pesta serta mahasiswa/i tersebut diperkenankan menggunakan topi khusus dapat dilihat di figure 2. Mahasiswa/i tersebut akan diarak dari tempat disputasi hingga Gänseliesel yang terletak di tengah Zentrum atau City Center kota Göttingen. Setelah itu, mereka harus memanjat dari kolam hingga mencium patung tersebut. Romantis bukan? 😀

 

2

Figure 2. Topi dan gerobak ritual

 

Ada sedikit cerita menarik mengapa patung tersebut dijadikan bagian dari ritual tersebut. Mungkin akan ada beberapa versi mengenai asal-usul kegiatan tersebut, namun yang menurut saya paling menarik adalah cerita berikut:

Gadis tanpa nama tersebut merupakan seorang penggembala dan setiap hari dia bekerja membantu orang tuanya. Namun disisi lain dia sangat ingin bisa bersekolah dan mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Dikarenakan keadaan yang mengharuskannya membantu orang tua, anak tersebut mengurungkan niatnya untuk bersekolah dan tetap berharap akan ada seseorang cendekiawan yang berbaik hati datang dan mengajarinya berbagai ilmu. Angsa tersebut melambangkan kebaikan hati dari gadis tersebut, sebab dalam kisahnya gadis tersebut merupakan gadis yang sangat baik hati. Cendekiawan yang dimaksud disini adalah PhD yang berhasil menyelesaikan studinya. Simbol mencium Gänseliesel merupakan bentuk iba serta doa dan “transfer” ilmu dari PhD kepada gadis tersebut.

Apakah Master Student ataupun Bachelor diperbolehkan mencium juga? Jawabannya adalah tidak. Sebab menurut penuturan beberapa warga Göttingen, akan membawa unglucklich” atau malapetaka bagi yang melakukannya. Mungkin saja dapat berupa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan studi dan tentunya kita tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? 😀

Oleh karenanya, pelajaran yang dapat dipetik adalah sebagai mahasiswa Indonesia yang berkesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri, apalagi di negara se-prestigious Jerman kita perlu merasa bersyukur. Hal tersebut dilakukan karena masih banyak teman-teman, adik-adik kita yang bahkan menyelesaikan sekolah hingga SD/SMP saja tidak mampu. Tugas kitalah yang men-transfer ilmu yang kita miliki baik dalam bentuk mengajar, pelatihan, dan bahkan cerita kepada teman-teman kita yang lainnya. Nasehat yang selalu saya pegang: Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain secara tidak langsung bersinergi dengan cerita diatas. Semoga cerita tersebut menginspirasi teman-teman semua baik yang sedang ataupun telah selesai menyelesaikan studinya masing-masing.

Salam sahabat dari Stadt die wissen schafft, Göttingen

 

Figure 1 dicrop dari http://www.blog-ein.de/img/Goettingen-Gaenseliesel3.jpg

Figure 2 diambil dari

https://www.uni-goettingen.de/admin/bilder/pictures/9bd7de3d6ffd77d96212d8e6ce8f422a.jpg