Hallo Leute,

Bagi yang ketinggalan sesi Live Forcang 9 tentang Meracik Komposisi Energi Terbarukan untuk Indonesia by Edo Raihan, silakan simak video dibawah ini.

Schöne Grüße

1 thought on “FORCANG 9: Meracik Komposisi Energi Terbarukan untuk Indonesia by Edo Raihan

  1. Saya mau mencoba menambahkan jawaban/memberikan sedikit komentar untuk pertanyaan dari “Kak Tia” mengenai solusi pulau2 kecil yang belum terhubung dengan lsitrik dan menambahkan sedikit untuk diskusi mengenai Biomassa. Pertama2 perlu diingat bahwa kita ini bicara dalam konteks Energi Terbarukan, untuk itu kuncinya disini adalah sistem Dezentrale Energieversorgung atau penyediaan energi secara desentral. Sistem ini sangat tepat untuk diterapkan di pulau2 kecil dan juga pedesaan, dimana lokasi2 tersebut tidak lagi perlu beketergantungan pada pembangkit listrik pusat. Disini pembangkit listrik berskala “kecil” dibangun di pulau2 kecil/desa2 dan mereka mensuplai energi khusus hanya untuk daerah2 tersebut (mandiri energi). tentunya perlu disurvey/diperhitungkan terlebih dahulu sumber energi terbarukan apa yang dapat digunakan di tiap pulaunya, tetapi seperti yang Mas Edo juga sudah katakan, bahwa Indonesia adalah negara yang tanahnya sangat subur sehingga potensi untuk memproduksi Biomassa sangat tinggi, sehingga konsep Bioenergiedorf itu menjadi solusi yang sangat tepat. Tentunya tenaga Angin dan surya dapat di kombinasikan disini, karena PLTB termasuk sistem “terjamin” dan dapat mengimbangi angin dan surya yang fluktuatif. Selain itu menurut pandangan saya konflik pengggunaan lahan untuk bahan pangan atau sumber energi sebenarnya bukan permasalahan besar, karena keduanya bisa diproduksi secara berdampingan (cth: padi, beras untuk makan, sisa tumbuhan untuk produksi energi, kelapa sawit produksi minyak, cangkang dan ampas dari produksi minyak juga dapat digunakan sebagai sumber energi). jadi kita perlu melepaskan pemikiran bahwa Bioenergy itu harus di produksi dari tumbuhan pangan. Tentu saja energi yang diperoleh akan lebih tinggi jika seluruh bagian tumbuhan digunakan untuk memproduksi energi, tetapi dari sisa tumbuhan, limbah produksi pangan sampai sampah dapur rumah tangga semua masih masuk kedalam kategori biomassa dan dapat digunakan untuk menghasilkan energi (contoh paling umum produksi listrik atau suply gas dengan biogas plant), bahkan ada juga tumbuhan2 lain (non-pangan) yang juga dapat digunakan sebagai penghasil energi, contohnya eceng gondok. Sekarang yang perlu dipertanyakan bukanlah tujuan penggunaan lahannya melainkan kredibilitas pertanian di Indonesia, karena masih banyak lahan yang belum digunakan secara baik/maksimal sehingga kita masih sering mengimport pangan dari negara tetangga. Sekian dari saya, semoga berkenan dan bisa membukakan/mengubah pemikiran kita. Mohon maaf jika ada salah kata.

    Salam,
    Florianus Josopandojo
    B.Sc. Erneuerbare Energien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *