formalbercerita #1

 

Selamat datang di Formal Bercerita!

Mulai Oktober 2017 ini anggota Formal Jerman bisa berbagi kesan dan pesannya selama hidup dan berkuliah di Jerman. Untuk edisi perdana ada teman kita Muhammad Aulia Alwan yang juga merupakan Koordinator Formal Jerman 2017-2018 yang akan menuangkan kisahnya. Saat ini Aul berkuliah di Christian-Albrechts-Universität zu Kiel untuk program Master of Science in Marine Geosciences.

 

Kesan:

Kuliah di luar negeri yang katanya sangat menantang dari segala aspek ternyata memang benar adanya, terutama soal bahasa dan budaya. Jerman dengan akar bahasa Jermannya yang kuat dikombinasikan dengan tipe penduduk aslinya yang cenderung apatis terhadap pendatang, membuat tantangan untuk dapat survive hidup di sini menjadi lebih menantang.

Saat ini saya memasuki tahun kedua di Kiel, sebuah kota kecil di utara Jerman, dengan mengambil program Master in Marine Geosciences di Christian-Albrechts-Universität zu Kiel. Program yang saya tempuh ini tentunya adalah international program yang kegiatan akademiknya menggunakan Bahasa Inggris. Tetapi menariknya, ternyata angkatan saya hanyalah berjumlah 9 orang, dengan komposisi 7 orang Jerman dan 2 orang non-Jerman (Indonesia dan Colombia). Sebuah fakta unik yang meleset jauh dari ekspektasi awal sebelum memulai petualangan di Jerman, karena saya kira yang namanya international program, pasti mahasiswanya berasal dari berbagai negara.

Plus minus dari kondisi kayak gini pasti ada banget. Plusnya, saya bisa ‘benar-benar’ merasakan bagaimana rasanya kuliah di Jerman, karena menjadi minoritas. Minusnya, opsi untuk berdiskusi dengan sesama international student sejurusan yang notabene tidak fasih berbahasa Jerman dan merasakan hal yang sama akan sulitnya berkuliah di Jerman menjadi terbatas. Imbasnya, yang saya rasakan, kehidupan sosial saya di kampus menjadi monoton. Entah mengapa susah sekali rasanya untuk bisa mingle dengan orang Jerman.

Yap, cerita ini tentunya hanyalah secuil dari berbagai kejadian menarik lainnya yang telah dirasakan selama hidup di Jerman. Tetapi, saya selalu percaya bahwa semua yang saya alami bukanlah kebetulan, pasti selalu ada makna berharga yang bisa disyukuri dari setiap kejadian. Alhamdulillah.

 

Pesan:

Selalu ada kali pertama untuk setiap hal, termasuk menjalani studi di luar negeri. Sejauh yang sudah saya alami, kuliah di luar negeri itu seru dengan segala dinamika yang terjadi dan pressure yang lebih besar. Tetapi, kehidupan akademik yang pastinya sudah menyita waktu, jangan sampai membuat kita menjadi pasif dalam berkehidupan sosial dan mengembangkan berbagai soft skills yang tidak bisa didapatkan dari perkuliahan. At least, sesekali berkumpul dengan sesama orang Indonesia yang tinggal di kota yang sama adalah jurus ampuh nan sederhana buat membantu mengurangi stress yang ada. Intinya, time and stress management dibutuhin banget buat bisa ngejalanin semuanya secara balance.

At last, buat kamu yang sudah punya mimpi buat studi di luar negeri, go reach your dream! Saya rasa, semua orang juga memiliki besar peluang yang sama untuk bisa meraihnya. Percayalah, selalu akan ada jalan untuk bisa mewujudkan apa yang kamu cita-citakan. Kuncinya, mau berusaha dan never lose hope. Viel Glück!

 

Jika ingin bertanya lebih jauh mengenai program kuliah dan hidup di Jerman bisa menghubungi Aul di:

Facebook: Muhammad Aulia Alwan

Twitter: @maulialwan

Instagram: @maulialwans