formalbercerita #1

 

Di edisi ketiga belas Formal Bercerita kali ini ada teman kita Miftahussurur Hamidi Putra yang akan membagikan pengalaman berkuliah dan hidup di kota Stuttgart. Putra saat ini sedang menempuh tahun kedua Master of Science International Program in Physics di Universität Stuttgart. Yuk disimak ceritanya!

 

Kesan:

Berkuliah dinegara yang berbeda budaya, iklim dan kultur pendidikan pastinya selalu akan menggoreskan kenangan tersendiri di hati. Tidak hanya tentang perkuliahan, tapi juga di luar perkuliahan.

Ketika pertama kali saya masuk kuliah, hal yang pertama saya rasakan adalah jujur, saya merasa agak sedikit perlu waktu untuk beradaptasi. Karena pola pikir orang-orang di sini sudah di depan saya dan apalagi pemahaman saya tentang fisika, saya rasakan masih kurang. Walaupun di semester awal ada beberapa mata kuliah yang pada hakikatnya mengulang S1 dengan Vertiefung yang lebih dalam. Namun, saya mencoba untuk mencari strategi bagaimana pola belajar yang cocok buat saya. Alhamdulillah, im Laufe der Zeit akhirnya saya mampu juga beradaptasi dengan perkuliahan dan mendapat nilai yang menurut saya di luar ekspektasi saya.

Selain itu juga, rasa percaya diri saya untuk hidup di negara ini pun meningkat. Terbukti dengan mulai beraninya saya mencoba untuk mengambil HiWi Job di Institute Computational Physics. Padahal saya awalnya takut untuk mengambil itu, karena sebelumnya saya butuh banyak waktu untuk mengejar ketinggalan saya dengan teman-teman yang lain.

Selain tentang kuliah, hal lain yang ingin saya bagikan adalah mengenai kehidupan saya di sini. Pada dasarnya tidak ada yang berbeda antara kehidupan saya di sini maupun di Indonesia. Saya masih bisa beribadah secara normal. Tidak ada gangguan dari pihak lain. Mungkin perbedaan yang agak sedikit terasa adalah karena Jerman adalah negara minoritas muslim, maka saat bulan Ramadhan, jarang sekali kita melihat orang berpuasa dan apalagi puasa sekitar 18 jam di musim panas memberikan tantangan sendiri. Namun, menurut saya puasa musim panas masih lebih enak dibandingkan dengan puasa di musin dingin (karena lebih cepat lapar).

 

Pesan:

Bagi teman-teman yang ada keinginan untuk kuliah ke luar negeri, terutama Jerman. Semangat dan terus berusaha untuk mengejar mimpi. Selain itu juga perbanyak berdoa kepada Tuhan agar selalu diberikan petunjuk.

Selain itu, persiapkan mental juga ketika ingin berkuliah keluar negeri. Karena pasti kita akan menghadapi sesuatu yang berbeda dengan yang di Indonesia. Namun, apabila kita selalu berpikir positif dan senyum, Insya Allah semua kendala yang kita hadapi akan dapat terselesaikan dengan baik

 

Jika ini bertanya lebih jauh mengenai program perkuliahannya, Putra bisa dikontak di:

Facebook: Miftahussurur Hamidi Putra

Twitter: @putra_1994

Instagram: @mhamidiputra