formalbercerita #2

 

Pada kesempatan kedua ini ada teteh Vira Agustina yang akan berbagi kesan dan pesannya di Formal Bercerita. Teteh Vira baru saja menyelesaikan pendidikan Phd in Political Science di Universität Bremen dengan gelar Dr.rer.pol., sekaligus sebagai doktoral pertama dari LPDP Jerman! Yuk, disimak kisahnya sebagai PhD mom selama berkuliah dan hidup di Jerman!

 

Kesan:

Menjalani studi sambil mengasuh balita dan mensupport suami yang juga menempuh program doktor di Jerman adalah pengalaman yang sangat berharga. Beruntung, kami memiliki professor dan kolega yang sangat suportif serta lingkungan yang mendukung segala proses studi. Jerman secara umum memang sangat pro-parenting sehingga saya bisa menjalani studi tanpa meninggalkan peran utama sebagai ibu.

Saya berkuliah di Bremen namun tinggal di Hannover yang berjarak sekitar 120 km dari kampus. Namun, transportasi yang aman dan nyaman membuat jarak ini tidak menjadi masalah yang terlalu besar. Sistem semesterticket yang disediakan kampus juga membuat biaya transportasi tidak membengkak.

Tantangan terbesar lebih masalah bahasa dan budaya, terlebih lagi karena dalam kegiatan akademik kami menggunakan bahasa Inggris sementara dalam keseharian kami harus mampu berbahasa Jerman.  Namun, kemauan untuk belajar memudahkan proses penyesuaian ini, bahkan membuat hidup di Jerman terasa sangat nyaman. Meski penduduk Jerman utara terkenal ‘dingin’ namun mereka sangat helpful.

Jerman juga sangat ramah anak dan memiliki program pendidikan anak usia dini yang sangat baik. Sebagai orang tua, kami sangat senang, anak kami mendapat kesempatan belajar disini. Kemandirian, kreativitas, dan kepercayaan diri sangat dikembangkan di sekolah sejak dini. Begitu pula nilai-nilai positif lain yang penting untuk bekal mereka tumbuh di masyarakat.

Sebagai muslim, selama 3 tahun tinggal di Hannover dan berkuliah di Bremen, alhamdulillah, saya tidak mengalami kesulitan berarti untuk mendapatkan makanan halal serta tempat beribadah yang layak. Mungkin karena komunitas muslim di Hannover juga cukup banyak. Supervisor dan kolega di kampus pun sangat toleran bahkan memberi ruang serta kesempatan untuk beribadah.

 

Pesan:

Untuk rekan-rekan yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jerman terutama bagi yang sudah berkeluarga, sangat penting untuk mengomunikasikan kondisi tersebut kepada professor selaku supervisor serta pihak institut dan kampus sejak awal.

Persiapkan pula diri dan keluarga dengan kemampuan bahasa Jerman dasar agar memudahkan urusan birokrasi serta kehidupan sehari-hari di lingkungan baru nanti.

Dalam menjalani pendidikan terutama untuk program doktoral di Jerman juga diperlukan kedisiplinan dalam merencanakan dan merelisasikan target studi. Hal ini kunci agar berhasil menyelesaikan studi. Terlebih lagi waktu dan dana yang terbatas bagi para penerima beasiswa seperti kami berdua.

Jangan lupa untuk aktif bersoalisasi dengan baik dan membangun jejaring di Jerman. Serta luangkan waktu untuk mengunjungi banyak tempat indah di Eropa untuk memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman berinteraksi dengan kehidupan yang multikultur.

 

Teteh Vira bisa diajak berinteraksi seputar program kuliahnya serta pengalaman hidup di Jerman di:

Facebook: Vira Agustina

Twitter: @vi_agustina