formalbercerita #1

 

Mari kembali berkunjung ke utara Jerman, tepatnya ke kota Kiel! Setelah sebelumnya Aul sudah bercerita tentang kehidupan perkuliahannya di kota yang sama, di edisi keempat awal Desember Formal Bercerita gantian Hashlin Pascananda Utami yang akan menuturkan kisahnya saat bekerja di grup riset kampusnya, yaitu Christian-Albrechts-Universität zu Kiel. Hashlin sendiri menjalani pendidikan Master of Science in Agrigenomics. Yuk disimak kesan dan pesan dari Haslin di bawah ini!

 

Kesan:

Moin! September dua tahun silam adalah saat pertama kali saya menginjakkan kaki di Jerman, tepatnya di Kota Kiel. Karena sebelumnya saya sudah pernah bercerita mengenai kota ini, di artikel kali ini saya akan fokus bercerita mengenai perkuliahan saya di Christian-Albrechts-Universität zu Kiel (CAU Kiel). Saya mengambil jurusan Agrigenomics (Agricultural Genomics), dan berfokus di Molecular Phytopathology and Biotechnology untuk pengerjaan thesis.

Selama sembilan bulan bekerja di grup riset tersebut, ada banyak sekali hal yang saya pelajari. Selain tentunya berkesempatan untuk menyerap ilmu pengetahuan dan skill yang berkaitan dengan riset dan ditunjang dengan alat-alat dan metode yang lengkap dan super canggih, saya juga belajar bagaimana kultur riset di Jerman. Meskipun topik dan target telah ditentukan, dalam proses pengerjaan riset kita diberi kebebasan yang memberi ruang lebih untuk mengembangkan ide dan pemikiran baru, tentu saja dengan pantauan supervisor. Saya sangat beruntung bisa dibimbing oleh supervisor yang sangat terbuka dan berkenan untuk diajak berdiskusi setiap hari, tanpa harus ada waktu menunggu yang tidak tentu seperti yang sering terjadi di Indonesia. Bonus terakhir, semua proses riset ini bebas biaya alias gratis, sehingga saya tidak perlu mengajukan permohonan biaya penelitian thesis kepada penyelenggara beasiswa (tidak perlu mengurus LPJ, hehe..).

Anggota grup riset yang multikultur juga berhasil memperluas sudut pandang dan jaringan saya. Selain disibukkan dengan riset masing-masing, laboratorium kami juga memiliki agenda berkumpul bersama, seperti agenda rutin lab-meeting setiap hari Rabu, dan literature club setiap hari Senin, ataupun agenda occasional lainnya seperti bbq party di musim panas, pesta ulang tahun, bahkan gowes bersama. Work Hard! Play Hard! 🙂

 

Pesan:

Walaupun sampai saat ini saya masih belum berada di posisi di mana saya bisa memberikan pesan ataupun kiat-kiat terhadap orang lain, namun ada satu hal yang saya rasakan sangat berkontribusi terhadap perkembangan saya selama bersekolah di Jerman ini. Yaitu budaya supportive-nya, budaya ‘tidak ada pertanyaan yang bodoh’, dan tidak ada lagi tanggapan “Masa begitu doang kamu gak tau?”, tidak ada yang meremehkan ketidaktahuan kamu, yang terkadang membuat kita takut menyuarakan ketidaktahuan hanya karena takut dianggap bodoh, yang tentu saja akan berujung dengan kebodohan tiada akhir. Intinya, jangan pernah takut bertanya! 😉

Kemudian, jangan lupa untuk bersenang-senang di sela-sela kesibukan belajar kamu! Tuntutan kuliah yang tinggi dan tantangan pengelolaan kehidupan sehari-hari (apa lagi harus melewati semuanya sendirian, hiks) sangat rentan untuk memicu stress, oleh karena itu menurut saya tidak ada salahnya untuk bersenang-senang atau beristirahat sebentar dari kesibukan, entah mengisinya dengan hobi, travelling atau sekedar bertemu dengan teman-teman apalagi pacar (bagi yang punya, hehe). Jangan pernah merasa sendirian dan patah semangat, semoga kita semua selalu diberi kekuatan ya!

Salam hangat,

Haslin

 

Jika ingin bertanya lebih jauh mengenai perkuliahannya, Hashlin bisa diajak ngobrol melalui social media di:

Facebook: Hashlin Pascananda Utami

Instagram: @hashlinutami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *