Koblenz - Sudut Tercantik di Jerman.

(Deutsche Eck – The German Corner. Sumber: dokumen pribadi)

 

Hallo teman-teman! Kali ini kami akan menceritakan sedikit tenting kota tempat tinggal kami saat ini. Di kota ini juga kami sedang melanjutkan studi yaitu di University of Koblenz-Landau, Campus Koblenz.

Koblenz, kota di Jerman yg terletak pada pertemuan dua aliran sungai (Rhine dan Mosel) dan dikelilingi empat pegunungan rendah ini telah berumur 2000 tahun. Kota ini adalah kota terbesar ketiga setelah kota Meinz dan Ludwigshafen am Rhein di provinsi Rheinland-Pfalz (Rhineland Palatinate) dengan populasi penduduk lebih dari 100,000 juta jiwa. Sebagai kota yang mendapatkan UNESCO World Herritage “Oberes Mittelrheintal” (Upper Middle Rhine Valley), teman-teman dapat mengunjungi berbagai lokasi bersejarah dan merasakan keromantisan suasana di kota Koblenz.
Sejarah Kota Koblenz
Sejarah kota Koblenz dimulai pada 1000 tahun SM dimana saat ini baru saja dimulai pembangunan kastil Festung Ehrenbreitstein yang tarletak berlawanan dengan sungai Mosel. Di tahun 55 SM, kerajaan Roma mencapai sungai Rhine yang kemudian membuat jembatan penghubung antara Koblenz tengan kota tetangganya Andernach. Sampai dengan abad ke-5, Koblenz bagian utara menjadi bagian sakral untuk kerajaan Roma.
(Koblenz pada tahun 16 Masehi. Summer: Antique Maps of Early German City Views bergbook.com)

(Koblenz pada tahun 16 Masehi. Sumber: Antique Maps of Early German City Views bergbook.com)

Di era pertengahan, Koblenz resmi menjadi bagian dari Holy Roman Empire dan pusat muktamar gereja di Jerman. Lalu pada 1216, pangeran-uskup Theoderich von Wied dari kerajaan Roma menyumbangkan bagian dari tanah basilika dan rumah sakit ke Teutonic Knights, yang kemudian menjadi Deutsches Eck. Kemudian beberapa tahun setelahnya, Koblenz diberi dinding baru oleh Uskup Agung Arnold II dari Isenburg yang memperkuat benteng Ehrenbreitstein yang masih mendominasi kota.
Tahun 1688, Koblenz diduduki oleh Perancis di bawah Marsekal de Boufflers, tetapi mereka hanya berhasil membom kota tua (Altstadt) menjadi reruntuhan, menghancurkan antara bangunan lain Old Merchants ‘Hall (Kaufhaus). Namun ditahun 1725, Koblenz kembali dibangun kembali menjadi bentuk seperti sekarang. Pada tahun 2002, Koblenz dinyatakan UNESCO sebagai Kota Warisan Dunia.
Tempat Wisata
Tidaklah lengkap rasanya jika teman-teman berkunjung ke Koblenz, jika tidak mengunjungi benteng Ehrenbreitstein karena situs tersebut yang membuat Koblenz sebagai benteng tertua dari masa lampau. Tinggi konstruksi besar kastil benteng Ehrenbreitstein di atas Koblenz terpelihara dengan baik. Benteng ini mempesona sejarawan militer dari seluruh dunia dan merupakan situs yang teman-teman tidak boleh lewatkan.
(Benteng Ehrenbreitstein. Summer: Wikipedia.de)

(Benteng Ehrenbreitstein. Sumber: Wikipedia.de)

 

(Masuk dan mengunjungi kedalam benteng Ehrenbreitstein. Summer: dokumen pribadi)

(Masuk dan mengunjungi kedalam benteng Ehrenbreitstein. Sumber: dokumen pribadi)

Untuk dapat mengunjungi benteng Ehrenbreitstein, teman-teman bisa menaiki kereta gantung (Cable Car atau Seilbahn dalam Bahasa Jerman) dimana dari atas kereta gantung kita dapat melihat seluruh pemandangan kota Koblenz. Dan tahukah teman-teman, pada tahun 2010 Koblenz Cable Car telah menjadi kereta gantung terpanjang di Jerman.

(Kereta Gantung Koblenz. Summer: Wikipedia.de)

(Kereta Gantung Koblenz. Sumber: Wikipedia.de)

(Pengalaman menaiki kreera gantung Koblenz. Summer: dokumen pribadi)

(Pengalaman menaiki kreera gantung Koblenz. Sumber: dokumen pribadi)

Berada disisi berlawanan dengan benteng Ehrenbreitstein, teman-teman dapat mengunjungi Deutsche Eck atau The German Corner. Dari sini adalah titik pertemuan bagi pengunjung dari seluruh dunia dan titik awal yang sangat baik untuk perjalanan ke lanskap menarik di sepanjang Rhine dan Mosel.

(The German Corner. Summer: Wikipedia.de)

(The German Corner. Sumber: Wikipedia.de)

 

(Jalan-jalan di German Corner. Summer: dokumen pribadi)

(Jalan-jalan di German Corner. Sumber: dokumen pribadi)

 

Mengunjungi Koblenz juga tidak lengkap rasanya jika teman-teman tidak berjalan ke Kota Tua Koblenz (Alstadt). Mengunjunginya akan memberi teman-teman gambaran karakter yang menarik tentang Koblenz, yaitu jalur-jalur kecil yang romantis dan kota bersejarah bercampur dengan toko-toko, restoran dan bar yang nyaman. Berjalan kaki dari pasar Florinsmarkt (St. Florin Pasar) ke Münzplatz (Old Mint Lapangan) dan dari sana ke Jesuitenplatz (Jesuit ‘Square) akan membawa teman-teman melewati toko-toko indah dipulihkan dan kantor, gereja-gereja Florinskirche (St. Gereja florin) dan Liebfrauenkirche (Church of Our Beloved Lady) dan berbagai monumen budaya di sepanjang jalan.
(Alstadt Koblenz. Sumber: historicgerman.travel)

(Alstadt Koblenz. Sumber: historicgerman.travel)

 

(Berbelanja kebutuhan di Altstadt Koblenz. Sumber: dokumen pribadi)

(Berbelanja kebutuhan di Altstadt Koblenz. Sumber: dokumen pribadi)

 

Universitas di Koblenz.
Koblenz memiliki kampus utama yaitu University of Koblenz-Landau yang tarletak di Koblenz dan Landau, Jerman. Kampus ini berdiri pada tahun 1990. Dikampus inilah kami sedang menimba ilmu untuk studi S3 kami.
Sebagai universitas negeri di Jerman (public university) Universitas Koblenz dan Landau adalah salah satu universitas termuda. Uni Koblenz berubah dari perguruan tinggi pelatihan guru pada tahun 1990. Sejak itu, departement dan fakultas baru telah didirikan, sementara pada saat yang sama ada kursus dan penelitian telah diperluas. Sejak tahun 1990 jumlah siswa memiliki lebih dari dua kali lipat. Sekarang ada 12.915 siswa yang terdaftar. Apa yang membuat Koblenz dan Landau menarik sebagai tempat untuk belajar adalah berbagai kursus dan orientasi kursus ini terhadap dunia praktis kerja. Serta dibukanya program-program studi baru untuk mahasiswa internasional membuat lingkungan belajar Uni Koblenz semakin kondusif dan bersemangat.
(University of Koblenz-Landau. Campus Koblenz. Sumber: Wikipedia.de)

(University of Koblenz-Landau. Campus Koblenz. Sumber: Wikipedia.de)

 

Inilahsedikit gambaran tentang kota tempat kami tinggal dan studi saat ini. Semoga dapat memberikan informasi untuk teman-teman yang ingin berkunjung atau melanjutkan studi di Jerman.
Salam dari Koblenz!
Kontributor artikel:
1) Ria Tristya Amalia
Mahasiswa Program Doktoral Entrepreneurship, Innovation, and Technology Management
Universität Koblenz-Landau, Campus Koblenz.
2) Karunia Putra Wijaya
Mahasiswa Program Doktoral Matematika
Universität Koblenz-Landau, Campus Koblenz.