Jerman menjadi salah satu negara yang memiliki sistem kurikulum pendidikan yang berbeda dibanding negara-negara lain di Eropa. Dari mulai pendidikan dasar hingga menengah terdapat berbagai pilihan jenis sekolah sesuai dengan peminatan siswa. Salah satu yang tidak banyak dimiliki sistem pendidikan negara lain (selain Indonesia dan Jepang) adalah internship atau praktikum di dunia kerja.

Tahun 2009 saya beruntung mendapat kesempatan untuk menempuh tingkat pendidikan master di Jerman yang mengharuskan praktikum bagi peserta yang akan segera memasuki tahap thesis. Sebenarnya tidak hanya pada level post graduate program praktikum ini menjadi bagian kurikulum, pada jenjang sarjana beberapa universitas memberlakukan waktu praktikum lebih panjang baik diambil awal perkuliahan yang disebut vor Praktikum atau di akhir sebelum tugas akhir. Dalam artikel ini akan saya bahas bagaimana tata cara melamar ke perusahaan, suasana praktikum dan apa manfaatnya bagi mahasiswa.

Proses Melamar (Bewerbung Praktikum)

Pada saat menjelang thesis, bagian akademik akan mengingatkan kita untuk mengambil praktikum selama 1-3 bulan di perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian/thesis yang akan kita ambil. Pengalaman saya pihak kampus memberikan alternatif pilihan portofolio tempat praktikum yang kita minati untuk kita pelajari expertise setiap perusahaan. Mengingat program master yang saya ambil berkaitan dengan pemerintahan (public policy) maka pilihanpun jatuh pada sebuah Dewan Kota di Saachsen Anhalt tepatnya di Kota Halberstadt. Proses ini saya mulai dengan mengirimkan lamaran atau bewerbung kepada Direktur atau Ansprechpartner yang akan memandu kita selama proses praktikum tersebut berjalan. Syarat-syarat melamar praktikum antara lain diperlukan dokumen berikut:

  1. CV/Lebenslauf yang memakai format Europass dimana formatnya merinci waktu dan riwayat pekerjaan, pengalaman organisasi serta kemampuan penguasaan/skill yang menunjang selama praktikum.
  2. Surat lamaran ditulis dalam Bahasa Jerman (untuk beberapa kasus perusahaan menerima lamaran berbahasa Inggris) dengan format lamaran baku sesuai yang diajarkan pada level B2 Nouvo.
  3. Pengantar dari Dean/Program Director yang menunjukan bahwa kita merupakan mahasiswa pada program studi yang memiliki keterkaitan dengan bidang usaha/kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang dilamar.

Beruntung lamaran saya tidak perlu menunggu lama, latar belakang kerja serta motivasi saya melamar menjadi bahan pertimbangan utama dalam penentuan diterimanya saya menjadi salah satu praktikan. Pengalaman beberapa teman yang ditolak oleh perusahaan lebih pada kurang relevannya latar belakang pekerjaan/profesi terhadap keahlian/bidang usaha perusahaan yang diamar.

 

 

First Seen Best Impression

Setelah kita dinyatakan diterima menjadi seorang praktikan/praktikantin, kita akan diminta untuk datang sesuai dengan waktu yang ditentukan pada surat/email jawaban. Usahakan tidak terlambat dan datanglah dengan pakaian formal sebagai bentuk profesionalisme kita. Beberapa kasus panggilan pertama itu berupa interview (Vorstelungsgesprach) yang bisa jadi pertimbangan akan di posisi (Abteilung) mana kita ditempatkan. Pengalaman saya hari pertama dikenalkan dengan aktifitas perusahaan, job desk kita serta output kita pada saat akhir praktikum sebagai dasar penilaian dari Ansprechpartner kita untuk diberikan ke kampus.

Serba-Serbi Praktikum

Proses praktikum yang semula saya bayangkan sulit dan bikin stress baik dari kultur kerja terlebih lagi keterbatasan bahasa ternyata setelah tiga bulan saya jalani lebih menyenangkan. Pendampingan yang dilakukan oleh Ansprechpartner selama menjalani praktikum menjadi pengalaman yang tidak ternilai harganya. Yang lebih terasa adalah meningkatnya kemampuan bahasa Jerman yang saya akui sulit dan terstruktur. Saat praktikumlah saya bisa lebih mengenal budaya kerja orang Jerman yang pendek dibanding jam kerja negara lain tapi efektif dan super produktif, disitu kita bisa membedakan mentaliti orang Jerman yang amat sangat pandai menempatkan aktifitas pribadi dan profesi, sulit melihat orang Jerman menerima telepon pribadi saat jam kerja, bahkan sulit sekali berbicara antar rekan satu ruangan disaat mereka produktif bekerja.

Pengalaman yang tidak kalah menariknya selama praktikum adalah memungkinkannya kita terlibat dalam kegiatan seminar/meeting/conference keluar kantor bahkan keluar kota yang dapat menambah knowledge kita nanti terjun di dunia kerja sesungguhnya serta pengalaman empirik tentang topik yang terkait dengan thesis kita tentunya. Masa praktikum tiga bulan bagi saya menjadi masa yang pendek dengan banyaknya hal-hal baru selama saya tinggal di kota dan lingkungan yang juga baru.

Laporan Praktikum

Tidak terasa bulan ketiga hampir berakhir, saatnya kita menyusun laporan praktikum yang wajib dibuat untuk memenuhi penilaian. Tahap ini seluruh laporan disusun dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman. Jangan khawatir Ansprechpartner kita akan sangat membantu dalam proses penerjemahan laporan, termasuk mengevaluasi performance kita selama praktikum untuk disampaikan ke pihak universitas.

sertifikat praktikumSertifikat Praktikum

Demikian pengalaman saya dalam melamar dan menjalani proses praktikum, kondisi akan sangat berbeda setiap tempat, namun satu hal yang wajib disiapkan adalah percaya diri serta tidak takut, saya baru menyadari kalau budaya di Jerman bukan mengharamkan kesalahan tapi tidak mentolerir berulangnya kesalahan yang sama. karena pada tahap inilah kita mengetahui kesalahan kita, kekurangan kita serta potensi yang kita miliki manakala kita diberikan kesempatan bekerja pada perusahaan Jerman. Semoga bermanfaat.

Penulis : Roni Susman (Awardee LPDP Jerman, S3 Technische Universitaet Berlin)