Tulisan ini diperuntukkan bagi teman-teman yang akan berangkat ke Jerman untuk studi (terutama bagi kamu yang skill masaknya dibawah rata-rata).

Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran seperti apa persiapan yang bisa kamu lakukan  sehingga tidak ada kepanikan dan kecemasan yang melanda sebelum keberangkatan. Tulisan ini murni pengalaman pribadi hehe. Jadi silakan jika ingin ditambahkan informasinya jika masih dirasa kurang.

  • Yang pertama yang harus disadari (terutama bagi teman-teman yang muslim), adalah bahwa di Jerman  makanan halal sangat mudah ditemukan. Jadi jangan khawatir, kamu tidak akan kelaparan selama minggu pertama kedatanganmu di Jerman. Minimal ada kebab yang tersedia di pusat kota atau central station (Hauptbahnhof). Harganya pun bervariasi, antara 3-6 Euro. Banyak juga tersedia makanan india yang halal dan makanan timur tengah lainnya. Jadi jangan cemas dan jangan panik! ?
  • Di Jerman, teman-teman juga akan mudah menemukan supermarket halal yang menyediakan daging atau ayam yang halal. Walaupun harganya relatif lebih mahal dibanding supermarket biasa, tapi berguna banget bagi kamu yang muslim yang harus menjaga apa yang kamu makan.
  • Kebanyakan mahasiswa Indonesia yang akan berangkat ke Jerman membawa rice cooker dari Indonesia. Ini akan sangat berguna terutama bagi yang harus makan nasi dan belum beradaptasi dengan makanan lain. Kebanyakan orang Indonesia punya moto, “belum makan namanya kalau belum makan nasi” hehe. Rice cooker juga tersedia di Jerman, namun untuk menghemat pengeluaran di awal-awal tentu membawa rice cooker pun menjadi pilihan yang harus dipertimbangkan.
  • Teman-teman yang studi ke Jerman juga biasanya membawa beberapa makanan Indonesia. Sebut saja misalnya: rendang. Selain untuk melestarikan makanan kebanggaan Indonesia, tentu rendang akan sangat membantumu di minggu-minggu awal kedatangan. Dalam aturan penerbangan, membawa rendang adalah sesuatu yang dilarang. Tapi sejauh ini berdasarkan pengalaman teman-teman yang membawa rendang, makanan ini diperbolehkan (lewat dari pemeriksaan petugas di bandara). Oh ya jangan lupa dibungkus dengan rapi dan dimasukkan ke dalam koper. Pokoknya jangan takut bawa rendang! #eh
  • Jangan lupa juga membawa bumbu praktis seperti bumbu nasi goreng, soto, rendang, sambal terasi dan lain-lain. Bumbu praktis ini juga akan sangat membantumu untuk menghadapi minggu-minggu awal di Jerman.
  • Di Jerman terutama di kota-kota besar, kamu akan dengan mudah menemukan supermarket Asia, bahkan di Berlin kita akan menemukan supermarket Indonesia. Jadi jangan khawatir kamu tidak akan kesulitan mencari bumbu bumbu masakan cita rasa nusantara.
  • Bagi yang tidak jago masak. Sering-sering lah googling resep masakan Indonesia. Kamu bisa juga lihat channel youtube yang menjelaskan cara memasak masakan nusantara. Skill masak sangat diperlukan selama studimu, terutama untuk menjaga keuanganmu agar tetap stabil hehe.

Penulis: Andri Mubarak, Awardee LPDP, mahasiswa master di Technische Universität Berlin.