Hamburg merupakan salah satu kota pelabuhan yang berada di sekitaran sungai Elbe. Selain sebagai salah satu kota terkaya di Eropa, Hamburg juga merupakan kota terbesar kedua di Jerman dan kota terbesar ke delapan di Eropa berdasarkan kepadatan populasinya (Tenang aja, kepadatan penduduknya masih kalah dengan Jakarta). Bagi penulis yang kebetulan kuliah di sini, Hamburg merupakan kota apik yang nyaman ditinggali. Kamu akan mengerti kenapa Hamburg bisa dinobatkan sebagai salah satu kota terkaya di Eropa setelah melihat kota ini. Hamburg juga merupakan kota yang indah untuk jalan-jalan. Kalau mau tahu lebih banyak mengenai keindahan kota Hamburg, atau tempat jalan-jalan di Hamburg, lanjut baca ya…

Kota Hamburg. Courtesy : http://schweinske.de

Kota Hamburg.
Courtesy : http://schweinske.de

Sekarang ini, Hamburg adalah kota modern dan elegant serta pusat budaya yang dikenal secara luas karena opera, teater, penerbitan majalah dan buku, pusat broadcast radio dan televisi serta studio film. Selain budaya, Hamburg juga merupakan salah satu kota yang memiliki pabrik pesawat terbang Airbus. Kalau kebetulan kamu tertarik dengan pembuatan pesawat terbang, kamu bisa datang dan melihat langsung melalui tour yang disediakan oleh Airbus. Keren kan?

Tunggu dulu, masih belum selesai.

Hamburg_harbour

Pelabuhan Hamburg
Courtesy : http://www.neonnettle.com

Pelabuhan Hamburg adalah pelabuhan terbesar kedua di Eropa dan ketujuh di dunia berdasarkan muatan kontainer. Beralih ke transportasi darat, kali ini kereta, Hamburg Hauptbahnhof adalah stasiun kereta api utama kota ini yang diklasifikasikan sebagai stasiun kategori 1, yang artinya masuk dalam daftar stasiun terbesar dan terlengkap di Jerman.

Sebagai salah satu kota terbesar, Hamburg juga menyandang status sebagai salah satu kota tersibuk di Eropa. Meskipun demikian, berdasarkan pengalaman penulis, kesibukan kota Hamburg tidak begitu kelihatan seperti Jakarta. Seperti kota-kota di Jerman pada umumnya, hampir semua supermarket tutup setiap hari minggu dan libur nasional. Jalanan kota Hamburg juga tidak sepadat Jakarta. Kotanya pun tidak terlihat ramai di hari-hari biasa. Bagi para pencari kedamaian, kota ini sangat nyaman untuk ditinggali.

Sejarah kota Hamburg

Nah, ada baiknya kita mengetahui seklumit cerita mengenai sejarah kota Hamburg. Meskipun merupakan kota pelabuhan yang berada di dekat sungai dan memiliki dua danau di dalamnya, sejarah kota Hamburg bisa dikatakan berapi-api.

Nama Hamburg sepertinya berasal dari sebuah benteng yang bernama Hammaburg (burg=benteng). Kata Hamma sendiri masih belum jelas asal muasalnya. Benteng ini dibangun pada tan 825 dan menjadi rumah Uskup Besar Ansgar, yang menjadikannya pangkalan pengaruh Kristen terhadap para penduduk pra-Kristen di Eropa Utara.

Kota ini dihancurkan beberapa kali dan tetap bangkit lagi. Pada tahun 845 kaum Viking membumihanguskan kota ini namun kota ini dibangun lagi. Setelah itu, Hamburg dibumihanguskan sebanyak delapan kali dalam waktu 300 tahun. Tahun 1842, sekitar sepertiga kota terbakar oleh “great fire”. Api besar ini dimulai pada malam hari tanggal 4 Mei 1984 dan berakhir empat hari setelahnya. Sebagai akibatnya, Town hall, tiga gereja, dan bangunan lain yang tidak terhitung hancur. Api ini membunuh 51 orang, dan menyebabkan sekitar 20.000 orang kehilangan tempat tinggal. Rekonstruksi kota membutuhkan waktu 40 tahun. Pada perang dunia ke II, Tentara Inggris menjatuhkan 23ribu ton bom dan tentara Amerika menjatuhkan 16ribu ton di kota ini. Empat puluh dua ribu penduduk terbunuh dan setegah juta orang (35%) melarikan diri. Hal ini menjadikan Hamburg sebagai salah satu kota yang menderita kehancuran terbesar selama perang dunia II.

hamburg great fire

Courtesy : http://www.cachecoins.org

Meskipun kehilangan sebagian besar arsitektur masa lalunya, Hamburg kembali bangkit dan menjadi kota seperti sekarang ini.

Tempat Wisata

Kalau ngomongin tempat wisata di Hamburg, kita akan menemukan banyak pilihan tempat wisata. Pertama, Hamburg penuh dengan ruang terbuka hijau (sekitar 15%). Jadi kalau mencari taman, kita bisa menemukannya hampir dimana-mana. Beberapa taman botani dan zoologi di Hamburg sangat indah, contohnya Planten un Blomen and Wallringpark, Jenisch Haus, dan Hagenbeck Tierpark. Hamburg juga memiliki galeri seni (Kunsthalle), dan beberapa museum seperti: Museum fur Kunst und Gewerbe, Museum Schocolade (cokelat), International Maritime Museum, The Hamburg Museum, Museum of ethnology, dan Museumshafen Oevelgönne (Museum Harbor). Ini belum semua, masih ada beberapa tempat unik lain yang perlu dikunjungi kalau sampai di Hamburg; Miniatur Wunderland (my favorite), Hamburg Dungeon, Pelabuhan Hamburg, Hamburg Rathaus, St. Michael’s Church, Ohlsdorf Cemetery, Danau Alster, Speicherstadt, Blankenese, flohmarkt, pasar ikan, dan…. mmmm… Reeperbahn (tempat yang satu ini agak unik).

the Largest model train set and the Largest model airport in Miniatur Wunderland

the Largest model train set and the Largest model airport in Miniatur Wunderland
Courtesy : guinnessworldrecords.com

Sebenarnya penulis mau menjelaskan satu per satu tentang tempat-tempat wisata di Hamburg. Sayangnya itu akan menyebabkan artikel ini kepanjangan. Nanti penulis akan menjelaskan beberapa di antaranya di artikel lain.

Beberapa Universitas di Hamburg

Setelah capek mendaftar tempat-tempat di Hamburg yang sebaiknya dikunjungi di Hamburg, sekarang kita melaju ke beberapa universitas yang ada di Hamburg. Daftar universitas di Hamburg bisa dilihat melalui link ini : https://en.wikipedia.org/wiki/Category:Universities_and_colleges_in_Hamburg

Meskipun ada beberapa, universitas yang cukup populer di kalangan mahasiswa international adalah University of Hamburg dan Technische Universität Hamburg-Harburg (TUHH).

Iklim kota Hamburg

Hamburg adalah kota yang memiliki iklim laut karena letaknya yang dekat dengan laut. Cuaca di kota ini dipengaruhi oleh massa udara basah dari laut Atlantik. Oleh karena itu kondisi kota ini agak mild (tidak terlalu dingin pada musim dingin dan tidak terlalu panas pada musim panas). Kalau kamu mengharapkan wilayah yang banyak saljunya, jangan harapkan Hamburg. Kehadiran salju di kota ini biasanya hanya sekali dua kali dalam setahun terkait dengan kondisi iklimnya.

Itu yang dikatakan oleh berbagai artikel iklim terpercaya. Penulis yang notabene adalah orang Bali, Indonesia, memiliki perasaan sendiri mengenai kondisi iklim kota ini. Bagi penulis yang terbiasa bermandikan sinar matahari di salah satu pulau tropis terindah di dunia, Hamburg adalah kota yang dingin dan kekurangan sinar matahari. Di awal musim semi, dimana panjang siang hari mulai lebih daripada 12 jam, langit Hamburg tetap dipenuhi dengan awan. Jadi, sinar matahari hanya mengintip sedikit dari balik awan, ngga mau nongol. Berdasarkan data Iklim, Hamburg baru akan bermandikan sinar matahari mulai Mei hingga Agustus.

Kalau kamu mau mengunjungi Hamburg, jangan lupa kalau di sini ‘real feel’ nya biasanya lebih dingin daripada yang kamu bayangkan (pada musim dingin). Belajar mentoleransi deficiency sun radiation karena kalau kamu orang Indonesia, mungkin di sini kamu baru sadar kalau kamu mencintai matahari lebih daripada yang kamu bayangkan. hehe…

Sekian dulu diskusi mengenai Hamburg, kota terbesar kedua di Jerman. Ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan di sini. Mumpung beberapa bulan ke depan matahari akan berdiam di Hamburg. Kota ini akan terlihat lebih indah daripada biasanya. Jangan ragu-ragu berkunjung.

 

Kontributor : Desak Putu Okta Veanti

Master Student of School of Integrated Climate System Science, University of Hamburg