Oleh: Risma Rizkia Nurdianti

Apa itu Culinaria Festo? Culinaria Festo adalah salah satu acara Internasional yang diadakan oleh Departemen Internasional Universitas Bonn (Jerman), yang dilaksanakan pada tahun lalu, tepatnya tanggal 15 Mei 2014 pukul 15.30 CET di Mensa Nassestrasse. Acara ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan kuliner khas dari berbagai negara. Akan tetapi, untuk mengikuti kegiatan ini tidaklah mudah, karena para peserta harus mengikuti proses seleksi. Para peserta terlebih dahulu harus mengajukan beberapa menu sejak tanggal 28 Maret 2014, kemudian Chef akan menyeleksi seluruh menu. Pertimbangan pemilihan menu tidak hanya didasarkan pada ketersediaan bahan di Jerman dan juga kandungan nutrisinya, akan tetapi menu tersebut harus sesuai dengan lidah para pengunjung Internasional yang didominasi oleh orang-orang Eropa. Contohnya, menu makanan yang disajikan tidak boleh pedas. Selanjutnya apabila terseleksi, maka peserta akan dihubungi oleh pihak panitia yang kemudian harus mengikuti beberapa kali pertemuan untuk mendapatkan keterangan mengenai prosedur yang akan dilaksakan pada saat kegiatan. Pada tanggal 15 Mei 2014, peserta diminta datang pukul 13.00 CET untuk coaching penggunaan dapur di Mensa Nassestrasse. Para peserta wajib menaati segala protokol yang diterapkan di dapur tersebut, misalnya menggunakan apron, penutup kepala, mencuci tangan hingga bersih, hingga yang paling penting adalah peserta harus dalam keadaan sehat. Adapun peserta yang lolos seleksi adalah dari Ghana, Yunani, Honduras, Indonesia, Iran, Pakistan, Polandia, Vietnam dan Turki.

Pada acara Internasional tersebut, 3 pelajar Indonesia berhasil membawakan salah satu menu andalan yakni Tempe Mendoan. 3 pelajar Indonesia tersebut adalah Risma Rizkia Nurdianti, Mira Maisura dan Monica Santosa. Risma Rizkia Nurdianti adalah mahasiswi penerima Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan) tahun 2013 program ARTS (Agricultural Sciences and Resources Management in the Tropics and Subtropics) Universitas Bonn, yang juga pernah menerima Beasiswa Unggulan tahun 2011 dan Beasiswa PPA tahun 2007 (Prestasi Peningkatan Akademik). Mira Maisura adalah mahasiswi penerima Aceh Scholarship for Excellent tahun 2011 yang disalurkan oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austausch Dienst / German Academic Exchange Service) Jerman pada program Universitas Bonn, sedangkan Monica Santosa adalah mahasiswi penerima Beasiswa DAAD Development-Related Postgraduate Courses tahun 2012 program ARTS Universitas Bonn. Meskipun disibukkan dengan kegiatan rutin akademik dan aktivitas organisasi Internasional lainnya, memasak merupakan hobi yang digemari 3 pelajar Indonesia tersebut.

(Foto bersama peserta lain (dari kiri) peserta dari Iran, peserta dari Polandia, Risma, Mira, dan Monica)

(Foto bersama peserta lain (dari kiri) peserta dari Iran, peserta dari Polandia, Risma, Mira, dan Monica)

Berawal dari hobi memasak hingga bisa menyajikan menu Tempe Mendoan di ajang Internasional, yang juga diliput media cetak dan elektronik setempat, merupakan kebanggaan yang luar biasa bagi 3 pelajar Indonesia tersebut. Di Indonesia, Tempe Mendoan adalah cemilan biasa, namun dalam acara tersebut Tempe Mendoan menjadi primadona. Tempe Mendoan yang disajikan sangat diapresiasi para pengunjung yang datang, terbukti dengan ludesnya 1.300 keping Tempe Mendoan hanya dalam waktu 15 menit. Menu ini menjadi favorit, karena sangat digemari para Vegan (orang-orang yang mengikuti pola hidup sehat tanpa memakan produk ternak sama sekali). Akan tetapi, pujian tidak hanya datang dari para pengunjung, juga dari para Chef yang bertugas saat itu dan seluruh awak media yang meliput acara Culinaria Festo.

(Salah satu berita yang dimuat di koran setempat)

(Salah satu berita yang dimuat di koran setempat)

Semoga tidak hanya Rendang, Sate, Mie Goreng, Nasi Goreng atau Tempe Mendoan saja yang dikenal dunia, akan tetapi segala hal yang berkaitan dengan budaya Indonesia lainnya. Satu hal yang juga tidak kalah penting, bahwa pelajar Indonesia yang tersebar di seluruh dunia bukan hanya pelajar yang hanya menuntut ilmu dan mengejar mimpinya semata, tetapi di pundaknya pula nama Indonesia dijunjung dan dibanggakan keberadaannya. Meski kini kami tidak di Indonesia, tapi Indonesia sedetikpun tak akan pernah terlupa! MERDEKA!!

(Foto bersama seluruh peserta dan Chef)

(Foto bersama seluruh peserta dan Chef)

*photo credit: Risma Rizkia Nurdianti