Satu per satu koper penumpang di area klaim bagasi itu diambil oleh pemiliknya. Jam tangan saya sudah menunjukkan waktu makan siang yang hampir berlalu begitu saja di bandara Hamburg saat itu. “Ayah itu kinderwagen ade udah keluar”kata anak bungsu saya sambil mengejar kinderwagen atau stroller miliknya. Anak pertama saya pun ikut menyahut “Nah itu koper kita ada juga”, sambil menunjuk koper ungu milik kami yang kemudian saya ambil. Tinggal satu lagi tas bagasi saya yang belum nampak di area klaim bagasi siang itu. Penumpang yang menunggu bagasi pun telah pergi menyisakan kami yang sedang menunggu tas milik kami yang terakhir. “Wah, bakalan ada sesuatu nih”pikir saya waktu itu dan berasusmsi bahwa tas saya tidak ada di bagasi yang keluar dari pesawat kami atau pikiran liar lainnya terambil oleh orang lain.

Kami pun memutuskan untuk mencari perwakilan maskapai untuk melaporkan kejadian yang kami alami. Tak jauh dari lokasi klaim bagasi ada semacam call center atau helpdeks para maskapai yang mendarat di bandara tersebut. Sambil menunjukkan e-tiket dan stiker bagasi, petugas tersebut dengan ramah melayani dan mendata kehilangan bagasi kami. Ada semacam form tertentu yang diisi oleh petugasnya waktu itu, dan beberapa pertanyaan diantaranya adalah warna koper / tas, jenisnya, kartu identitas berikut alamat dan nomor telpon dan alamat email saya.

bagasi

Setelah mengisikan semua data yang diperlukan, petugas pun memasukkan data kita untuk melacak keberadaan koper atau tas yang kita cari. Pernyataan terakhirnya yang paling saya ingat adalah “Silahkan Anda pulang saja, nanti akan kami hubungi lagi dan ini tanda bukti pengaduan Anda sedang kami proses, terima kasih”. Sempat yakin tidak yakin juga sih, apakah tas saya akan ditemukan atau tidak. Kalau masalah isinya sih tidak ada yang terlalu penting selain kamera pinjaman dari teman.

Untungnya saat perjalanan pulang menuju rumah, saya mendapatkan sms konfirmasi dari petugas bandara yang menyebutkan bahwa sistem mereka sedang melakukan pelacakan dan akan memberikan informasi lengkapnya via email saya. Sedikit lega, paling tidak ada kepastian ada orang yang sedang mencarikan tas saya. Tidak perlu menunggu lama, 7 jam kemudian saya mendapatkan sms kedua yang menyebutkan bahwa tas saya sudah diketemukan dan akan dikirim ke alamat saya sesegera mungkin. Wow. Janjinya memang begitu.

Benar saja, keesokan harinya ada sms lanjutan yang menyebutkan bahwa tas saya akan segera diantarkan oleh kurir mereka langsung ke depan pintu rumah saya. Lega rasanya mendapatkan update informasi terkini perkembangan tas saya. Akhirnya….tepat di hari ke tiga seorang kurir datang ke rumah saya dengan membawa tas yang selama ini dicari tanpa ada kekurangan alias kumplit isinya. Kekhawatiran saya tas akan sampai jatuh ke tangan orang lain, apalagi jatuh dari pesawat menguap begitu saja. Tetap waspada namun tak perlu terlalu khawatir saat membawa bagasi karena akan ada petugas yang bisa membantu Anda.

bagasi3 bagasi2

Penulis : M. Yusuf Awaluddin (S3 University of Bremen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *