TU Clausthal didirikan pada tahun 1673 sedangkan Institute of Petroleum Engineering didirikan pada tahun 1943 (website: https://www.ite.tu-clausthal.de/de/about-us/history/). Terdapat tiga program studi master yang ditawarkan dalam Bahasa Inggris atau program Internasional, yaitu Teknik Perminyakan (Petroleum Engineering dengan 2 pilihan spesialisasi: Reservoir Management dan Drilling/Production), Teknik Pertambangan (Mining Engineering), dan Teknik Panas Bumi (Geothermal Engineering). Sepanjang yang saya tahu, terdapat dua universitas di Jerman yang menawarkan program studi Petroleum Engineering, yaitu TU Clausthal dan TU Bergakademie Freiberg, namun hanya TU Clausthal yang menawarkan program S2 dalam Bahasa Inggris. Sedangkan TU Freiberg menawarkan program studi Petroleum Engineering dalam Bahasa Jerman dan dengan sistem gelar Dipl. Ing.

Untuk teman-teman yang ingin berkuliah di TU Clausthal Jerman, program studi master Petroleum Engineering, tidak diwajibkan dapat berbahasa Jerman (syarat dan ketentuan berlaku, mohon mengecek website: https://www.ite.tu-clausthal.de/en/studies/degree-programmes/master-of-science-petroleum-engineering/application-documents/), namun untuk syarat kelulusan program master, diwajibkan untuk lulus program belajar Bahasa Jerman dengan level A.1. Namun, sangat direkomendasikan agar teman-teman menguasai Bahasa Jerman, minimal tingkat dasar, karena di kota Clausthal, tidak banyak orang yang dapat berbicara dalam Bahasa Inggris.

Program master petroleum engineering di TU Clausthal ditempuh selama 4 semester atau 2 tahun. Secara umum, dalam program studi master Reservoir Management kita akan mempelajari: communication skills, advanced reservoir mechanics, advanced production and well planning, data acquisition and evaluation, reservoir modelling and simulation, enhanced hydrocarbon recovery, economics and law, seminar, project management, group project, dan master thesis.  Sedangkan dalam program studi Drilling/Production kita akan mempelajari: communication skills, advanced reservoir mechanics, advanced production and well planning, advanced drilling and completion, directional drilling and well logging, production, management, economics and laws, seminar, dan master thesis. Untuk informasi yang lebih lengkap, teman-teman dapat mengakses website https://www.ite.tu-clausthal.de/en/.

Secara umum, terdapat beberapa perbedaan mencolok antara perkuliahan di TU Clausthal (Jerman) dan di Indonesia. Berikut saya menyebutkan sebagian:

  • Suasana perkuliahan disini dapat dikatakan lebih bebas dibandingkan dengan di Indonesia. Disini, misalnya pada saat musim panas, banyak mahasiswa akan mengenakan pakaian casual celana pendek.
  • Selain itu, tidak terdapat presensi dalam setiap kuliah (kebanyakan). Setiap mahasiswa bebas untuk hadir atau tidak hadir dalam perkuliahan.
  • Tidak ada ujian tengah semester, yang ada hanyalah ujjian akhir semester. Ujian lisan adalah tipe ujian yang biasa dilakukan di universitas di Jerman selain ujian tertulis.
  • Di TU Clausthal, setiap mahasiswa diwajibkan untuk mendaftar ujian jika hendak mengikuti ujian mata kuliah tertentu. Dengan mendaftar mata kuliah tertentu, tidak berarti kita mendaftar ujian. Dengan kata lain, proses mendaftar ujian berbeda dengan mendaftar mata kuliah (misalnya jika dibandingkan sistem kartu rencana studi (KRS) di Indonesia).
  • Sistem nilai di Jerman menggunakan skala 1-5 dimana 1 adalah sangat baik dan 5 berarti gagal. Sepanjang yang saya tahu, belum ada acuan resmi sistem konversi nilai dari sistem Jerman ke sistem nilai di Indonesia. Teman-teman dapat menggunakan salah satu alternatif sistem konversi dalam website: http://www.foreigncredits.com/Resources/GPA-Calculator/, bila hendak mengkonversi nilai dari sistem nilai yang berlaku di Jerman ke sistem nilai yang berlaku di Indonesia.
  • Kita perlu berhati-hati bila gagal dalam satu ujian, karena setiap mahasiswa hanya diperkenankan untuk mengulang 3x untuk setiap ujian mata kuliah tertentu, bila tidak berhasil lulus dalam mata kuliah tertentu, maka mahasiswa tersebut akan dikeluarkan (Dropped Out). Sedangkan untuk masa studi, mahasiswa program S2 diberikan waktu maksimum 8 semester (4 tahun) dan mahasiswa program S1 diberikan waktu maksimum 12 semester (6 tahun), untuk menyelesaikan masing-masing program.
  • Biaya perkuliahan di Jerman tergolong sangat murah bila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Saya hanya dikenakan tuition fee sekitar 181-183 Euro per semester. Tuition fee ini biasanya ditujukan untuk Studentenwerk, student parlement (kegiatan mahasiswa), dan lain sebagianya.

Pada saat pertama kali sampai di Clausthal, calon mahasiswa baru diharuskan mendaftar (registrasi) di bagian tata usaha kampus untuk mendapatkan immatrikulationsbescheinigung (bukti registrasi). Data ini akan digunakan untuk mendaftar atau melaporkan diri di Rathaus. Bukti immatrikulationsbescheinigung dan surat pernyataan dari Rathaus akan digunakan untuk mendapatkan ijin tinggal (residence permit). Ijin tinggal ini diajukan pada saat mendekati masa 3 bulan ijin visa kita akan habis. Ijin tinggal tersebut dapat diurus di Goslar (untuk kota Clausthal-Zellerfeld, website: https://www.landkreis-goslar.de/).

12

Rathaus. Setiap orang yang baru datang ke suatu kota di Jerman, diwajibkan untuk melaporkan dirinya ke Rathaus (semacam kantor administrasi kependudukan). Sebagai mahasiswa baru di TU Clausthal, diwajibkan untuk melaporkan diri dan menunjukkan immatrikulation (bukti registrasi mahasiswa) ke Rathaus.    

Saya tinggal di asrama mahsiswa atau biasa disebut student wohnheim (dikelola oleh Studentenwerk). Kita dapat memesan kamar di asrama mahasiswa TU Clausthal sebelum kita berangkat ke Jerman atau bisa juga pada saat kita sampai di Clausthal. Saya sendiri memesan kamar asrama sebelum berangkat ke Jerman. Biasanya untuk memesan kamar, diberlakukan sistem tunggu (waiting list) karena banyak mahasiswa yang meminati kamar di asrama mahsiswa, sedangkan jumlah kamar tidak sebanyak jumlah mahasiswa. Teman-teman dapat mencari informasi lebih lengkap di website: http://www.stw-on.de/clausthal.

Sebagai mahasiswa Indonesia di TU Clausthal, saya bergabung dengan organisasi perhimpunan pelajar mahsiswa Indonesia (PPI) TU Clausthal. Setiap tahun, PPI TU Clausthal rutin menggelar acara malam budaya Indonesia di kota Clausthal dan berbagai kegiatan lainnya. Selain itu, organisasi PPI berperan sebagai wadah beraktivitas dan menunjang kekeluargaan sesama mahasiswa Indonesia di kota Clausthal. Selain PPI Clausthal, sebagai salah satu penerima beasiswa LPDP, saya terdaftar sebagai anggota Forum Komunikasi Awardee LPDP (Formal Jerman).

13

Foto PPI Clausthal saat dalam perjalanan hiking.

14

Foto PPI Clausthal saat acara malam Indonesia (Indonesien Abend) pada bulan November 2016

Selain PPI TU Clausthal dan Formal, saya juga bergabung dengan organisasi Society of Petroleum Engineers (SPE) student chapter TU Clausthal (website: http://spe.tu-clausthal.de/). Hampir setiap universitas di dunia yang menawarkan program studi teknik perminyakan, memiliki organisasi mahasiswa SPE student chapter. SPE adalah organisasi profesi ahli dan insinyur perminyakan internasional. Terdapat beragam aktivitas dari SPE student chapter Clausthal, mulai dari seminar (mengenai perminyakan dan hal yang berhubungan dengan perminyakan), konferensi, lomba karya ilmiah (student paper contest), dan lain sebagainya. Berikut saya melampirkan beberapa foto kegiatan SPE yang saya ikuti.

15

Foto anggota SPE dan dosen ITE TU Clausthal saat acara konferensi 78th EAGE di Vienna, Austria, pada 30 Mei-2 Juni 2016.

16

Foto anggota SPE saat kuliah lapangan ke Museum Minyak dan Gas di Wietze (website: http://www.erdoelmuseum.de/).

17

Foto anggota SPE saat mengikuti lomba lari tahunan TU Clausthal pada bulan Juni 2016.