Jumlah penduduk di kota ini sekitar 15.000-16.000 (di kota ini terdapat banyak orang tua), sedangkan jumlah mahasiswa di TU Clausthal sekitar 5.000-6.000, jadi bisa dikatakan, sekitar sepertiga penduduk di kota Clausthal adalah mahasiswa. TU Clausthal juga dikenal sebagai salah satu universitas dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di jerman (kurang lebih 30% dari total mahasiswa adalah mahasiswa asing; sebagian besar mahasiswa asing tersebut berasal dari negara China). Kota ini terkenal sejak abad ke-16 karena aktivitas pertambangannya. Namun, pada tahun 1930an, aktivitas pertambangan dihentikan (http://www.clausthal-zellerfeld.de/) dan banyak daerah bekas pertambanganya direhabilitasi menjadi danau-danau dan hutan. Terdapat banyak danau di kota ini dan hutan taman nasional Harz yang cukup terkenal di Jerman. Pada musim dingin, banyak turis akan berkunjung ke kota ini untuk bermain ski dan olahraga musim dingin lainnya. Pada musim panas, banyak orang, termasuk penduduk dan mahasiswa di TU Clausthal, berolahraga di taman nasional Harz, mulai dari sepeda gunung (mountain biking), mendaki (hiking), lari lintas alam (trail running), dan lainnya. Saya sendiri termasuk orang yang menyenangi alam pegunungan. Menurut saya, Clausthal adalah salah satu kota dengan pemandangan alam yang indah di Jerman. Terlebih lagi, udara kota ini juga bersih sehingga nyaman untuk menjadi tempat tinggal.

Salah satu kegiatan yang cukup menarik minat banyak orang, termasuk penduduk Clausthal, adalah mengumpulkan stempel-stempel yang terdapat di pos-pos. Pos-pos tersebut tersebar di daerah Pegunungan Harz atau Taman Nasional Harz. Terdapat 222 stempel dan bila seseorang berhasil mengumpulkan keseluruhan stempel, namanya akan dicatat dalam buku yang berisi daftar nama orang-orang yang berhasil mengumpulkan stempel (bisa dikatakan buku rekor). Sementara itu, apabila seseorang berhasil mengumpulkan sejumlah stempel tertentu (missal 8, 16, 24, dst), akan mendapatkan pin (website: http://www.harzer-wandernadel.de/). Saya dan beberapa teman-teman mahasiswa Indonesia di Clausthal juga turut mengumpulkan stempel di sela-sela kegiatan perkuliahan. Jarak antara satu pos ke pos berikutnya biasanya 3km dan berjauhan satu dengan yang lainya. Biasanya untuk menuju setiap pos, jalan yang ditempuh adalah jalan berbatu/tanah, namun kondisinya sangat baik untuk dilalui sepeda ataupun bila kita ingin berlari/berjalan (hiking). Terdapat polisi hutan (ranger) yang menjaga taman nasional Harz dan sejauh pengalaman saya, tidak ada binatang buas. Saya beberapa kali berjalan/berlari/bersepeda sendirian di beberapa lokasi taman nasional Harz dan menurut saya, kondisinya aman dan lebih baik dari gunung-gunung di Indonesia. Misalnya saja, terdapat banyak petunjuk jalan, sehingga kecil kemungkinan seseorang akan tersesat. Di beberapa lokasi sepanjang jalan setapak, terdapat pos-pos dan juga tempat duduk untuk orang-orang beristirahat melepas lelah saat berjalan/berlari/bersepeda. Selain hutan pinus dan banyak pepohonan hijau, terdapat banyak danau dan pemandangan alam yang indah, termasuk udara yang dapat saya katakan sangat bersih (jumlah kendaraan bermotor yang lalu lalang di kota ini tergolong sedikit bila dibandingkan dengan kota-kota besar di Jerman).

1

2

Foto pos-pos untuk mencari stempel. Pos-pos ini juga dilengkapi dengan tempat duduk dan berteduh untuk orang-orang yang mendaki (wandern).

3

                        Kotak tempat stempel

4

Buku untuk mengumpulkan stempel Harzer Wandernadel Wanderpass.

5

Saya saat sedang hiking mencari stempel.

7

Danau yang terdapat di kota Clausthal. Untuk orang-orang yang menyukai alam seperti saya, maka Clausthal adalah salah satu kota yang tepat untuk menikmati pemandangan alam. Foto danau tersebut terdapat di salah satu lokasi yang disebut Ruheplatz (tempat yang tenang).

Bagi teman-teman yang menyukai hiking, di kota Clausthal, teman-teman dapat mencoba untuk melakukan hiking ke Brocken, puncak tertinggi di pegunungan Harz. Berikut saya menunjukkan beberapa foto saat saya dan teman-teman PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Clausthal melakukan hiking ke Brocken pada 16 Mei 2016 yang lalu. Bila teman-teman tidak ingin mendaki, namun ingin pergi ke Brocken, dapat menggunakan kereta uap dari Stasiun Wernigerode menuju puncak Brocken.

9

Foto PPI Clausthal saat sampai di Brocken. Foto diambil saat cuaca kurang bersahabat (mendung dan angin kencang).

10

Foto saya di Brocken.

11

Kereta uap Harz. Kereta ini telah beroperasi sejak tahun 1898 (website: http://www.hsb-wr.de/startseite/).