Jika impianmu sama dengan impian sahabat-sahabatmu untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada anak negeri untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi, mengapa tidak diwujudkan secara bersama-sama?

– Dedi Rosa Putra Cupu –


Saya tidak ingat kapan ide #nasipadang hadir di antara para awardee LPDP-Jerman, yang saya tau ketika akan berangkat ke Berlin untuk mengikuti acara Muktamar I (Family Gathering), salah seorang sahabat mengingatkan rekan-rekan awardee yang lain untuk membawa kartu pos yang telah diisi dengan kalimat-kalimat sederhana namun penuh makna berupa pesan, semangat, motivasi dan inspirasi kepada anak-anak sekolah di pelosok negeri. Jujur saja, dengan sedikit terpaksa malam sebelum berangkat saya singgah ke kedai terdekat untuk membeli beberapa kartu pos, tapi saya bingung mau menulis apa.

Kartu pos Aachen yang masih polos

Kartu pos Aachen yang masih polos

Kalimat motivasi? Saya bukanlah Mario Teguh (Motivator) yang punya koleksi kalimat sakti dalam memberikan motivasi. Menjadi inspirasi? Ahh, saya bukanlah Andrea Hirata (penulis tetralogi Laskar Pelangi) ataupun A. Fuadi (penulis Trilogi Negeri 5 Menara) yang dengan novelnya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Saya kuliah di Jurusan Teknik Mesin yang hari-harinya berteman dengan rumus Matematika, Fisika, Mekanika, Dinamika dan lain-lain. Jadi, bagaimana bisa saya merangkai kata-kata motivasi dan inspirasi? Akhirnya saya berangkat ke Berlin membawa beberapa kartu pos yang masih polos.

Selama Muktamar I berlangsung di Berlin tanggal 21 Desember 2014, banyaknya ide dan rencana program LPDP-Jerman yang harus dibahas, ide sederhana #nasipadang lupa diangkat panitia untuk dibahas lebih lanjut. Malamnya saya diskusi dengan rekan-rekan awardee yang lain, dan seperti halnya saya, rekan-rekan juga bingung mau menulis apa. Kemudian saya diskusikan dengan founder #nasipadang melalui WhatsApp (karena beda hostel) dan disepakati akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

 

 

1 Januari 2015, Winterberg (Jerman)

Salju yang belum turun di beberapa kota di Jerman dan keinginan yang kuat untuk melihat salju dan bermain ski menginisiasi kami untuk mengisi liburan musim dingin bersama-sama di Winterberg (Jerman). Pada pertemuan ini saya berkesempatan berdiskusi langsung dengan founder #nasipadang, secara singkat dijelaskan bagaimana konsep #nasipadang yang akan dikerjakan. Pada intinya adalah kita memfasilitasi rekan-rekan yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri untuk mengirimkan kartu pos kepada sekolah-sekolah di pelosok nusantara. Untuk tahap awal, kartu pos akan dikirimkan kepada guru dan guru tersebut membacakannya di depan kelas serta memasang kartu pos tersebut di mading-mading sekolah. Selanjutnya kita harapkan kartu pos bisa dikirimkan kepada masing-masing murid sehingga bisa disimpan dan dibaca sebagai motivasi untuk tidak menyerah dalam menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Tiba-tiba saya ingat “kicauan” A. Fuadi melalui akun twitternya, salah satu hal yang memotivasi dia untuk mendapatkan beasiswa sekolah keluar negeri adalah pak Uwo dan pak Etek (paman)nya yang sekolah di luar negeri sering mengirimkan surat yang berisi kalimat “sakti” dan foto-foto mereka sedang di luar negeri kepada A. Fuadi. Saat itu A. Fuadi masih duduk di bangku sekolah. Surat-surat inilah yang mengilhami dan menjadi motivasi untuk mendapatkan beasiswa keluar negeri.

Cocok, pas, tepat sekali apa yang disampaikan sahabat saya tentang begitu sederhananya memberikan motivasi bagi anak negeri. Malamnya, dengan semangat empat lima saya mencoba merangkai kata, susah tapi tetap berusaha. Setelah beberapa puluh menit, kartu pos perdana saya telah selesai. Kalimatnya masih kaku, tapi tak apa, yang penting pesannya sampai ke murid-murid (semoga).

Beberapa minggu kemudian, saya  dapat pesan dari sahabat bahwa kartu pos yang saya kirimkan tempo hari telah sampai ke sekolah tujuan. Sahabat juga mengirimkan pesan sederhana dari sang Guru, berikut isi pesan tersebut:testimoni pak Saehudin

Senang? Bahagia? Pasti. Ternyata tidak harus menjadi seorang Mario Teguh untuk memberikan motivasi kepada anak-anak sekolah. Dan tidak butuh ratusan halaman dalam sebuah novel seperti halnya novel Laskar Pelangi ataupun Negeri 5 Menara untuk memberikan inspirasi bagi anak negeri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Cukup satu lembar kartu pos. Yup, hanya dengan satu lembar kartu pos, kita bisa berbagi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak sekolah di pelosok negeri. Terima kasih rekan-rekan LPDP-Jerman awardee atas ide #nasipadangnya, semoga bisa bermanfaat untuk negeri kita Indonesia.

Jadi, kepada rekan-rekan saya yang sedang berada di luar negeri (kuliah ataupun kerja) dan berminat untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak sekolah di seluruh nusantara, dan kepada rekan-rekan saya yang berprofesi sebagai guru di Indonesia dan ingin menerima kartu pos dan membacakan kepada murid-murid untuk memotivasi mereka, silahkan kirimkan email kepada : mynasipadang@gmail.com atau melalui Facebook Nasipadang LPDP-Jerman.

Mari berbagi inspirasi.

Salam #nasipadang (meNAnam inspiraSI PAda generasi menDAtaNG).

Penulis : Dedi Rosa Putra Cupu (LPDP-Jerman Awardee, S3 RWTH-Aachen University)