Subsidi pemerintah Jerman sangat besar dalam menunjang segala level pendidikan termasuk pendidikan tinggi. Sudah hampir semua universitas di seantero Jerman membebaskan biaya perkuliahan atau yang kita dengan nama tuition fee kalau di negara lain. Namun, setiap universitas tetap mewajibkan mahasiswanya untuk membayar uang kontribusi pendidikan sebagai syarat untuk melakukan pendaftaran atau registrasi, yang dikenal dengan Semester Contribution atau Semester Fee. Menariknya lagi, biasanya tidak dibedakan antara level Bachelor, Master maupun Doktoral, semua sama jumlah yang harus dibayarkannya.

Semester fee tersebut harus dibayarkan pada setiap periode tertentu sebelum perkuliahan semester winter atau summer berjalan. Informasi ini biasanya tercantum dalam website masing-masing universitas dengan periode yang berbeda pula, jadi pastikan selalu mengecek website universitas masing-masing, termasuk mengenai denda bila terlambat membayarnya.

Jumlah Semester fee yang harus dibayarkan pun bervariasi untuk masing-masing universitas antara 110 – 310 Euros per semesternya. Adapuan kenaikan harga tuition fee setiap semester juga tidak lebih dari 5%, cukup murah bukan? Lalu uang semester fee itu untuk apa saja peruntukannya? Tiap kampus memiliki kebijakan yang berbeda-beda pula. Beberapa contoh peruntukannya antara lain biaya adminisrasi, Studentenwek (student Union), ASTA (Student committee), social security contribution, dll. Satu komponen semester fee yang selalu ada untuk setiap kampus di Jeman adalah Semester Ticket.

semetster ticket

Gambar contoh semester ticket yang dikeluarkan oleh Universitas Bremen

Semester ticket mengambil porsi terbesar dari Semester Fee yang dibayarkan sekira lebih dari 50% dari total biaya untuk setiap mahasiswa. Akan tetapi harga tiket semesteran ini tentunya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli tiket umum selama 6 bulan.

Tiket semesteran ini memang sangat ampuh bagi mahasiswa yang sedang belajar di Jerman. Secara umum, setiap universitas di Jerman mempunyai kerjasama dengan operator transportasi publik di daerah Bundesland masing-masing atau bisa bekerjasama dengan Bundesland yang berdekatan. Sehingga di dalam tiket semester kita, terdapat informasi validitas tiket tersebut untuk tipe transportasi apa saja dan menjangkau daerah mana saja, dan itu penting untuk kita ketahui sebelumnya. Biasanya tidak ada batasan waktu untuk menggunakan trasnportasi publik tersebut. Sehingga mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk transportasi umum menuju ke kampusnya masing-masing atau aktifitas lainnya.

Satu hal lagi yang penting diketahui adalah, selalu bawa serta semester tiket yang kita miliki, dan biasanya disertai foto diri kita, kemanapun saat bertransportasi publik. Karena tidak main-main kalau kita tidak memiliki tiket dan terkena kontrol dari petugas, kita akan terkena denda yang cukup besar sekitar 40 Euros. Selamat bertransportasi publik yang aman, nyaman dan tepat waktu.

Oleh : M.yusuf Awaluddin (S3 Universitas Bremen)