Penulis : M. Yusuf Awaluddin (Mahasiswa S3, University of Bremen)


Saat mempunyai anak usia dini 0-3 tahun atau 4-6 tahun adalah tidak wajib bagi mereka untuk masuk ke sekolah taman kanak-kanak (KiTA) untuk usia 4-6 tahun atau kelompok Krippe 0-3 tahun. Namun tentunya akan menjadi kelebihan tersendiri kalau anak-anak kita bisa ikut bersosialisasi dengan anak-anak lainnya. Ada tiga tipe sekolah anak usia dini yang beroperasi di Jerman:

  1. dioperasikan langsung oleh pemerintah setempat dan dikenal dengan nama KiTA
  2. dioperasikan oleh rumah ibadah seperti gereja, dan yang terakhir
  3. dioperasikan oleh yayasan/klub masyarakat.

Yang membedakan utamanya adalah masalah pengelolaan dana subsidi yang diterima oleh masing-masing tipe tersebut. Kalau  masalah kurikulumnya sih sama saja.

Anak-anak saya kebetulan mendapatkan sekolah di tipe yang ke-3, yaitu sekolah yang dioperasikan oleh yayasan/klub. Dan ternyata bayaran yang harus dikeluarkan oleh saya waktu itu adalah sebesar 300 EURO per bulan untuk satu anak. WOW! Sangat mahal untuk ukuran mahasiswa doktoral di Jerman. Akan berbeda ceritanya kalau masuk di sekolah tipe 1 dan 2, beberapa teman mahasiswa hanya dikenai biaya bulanan 10 – 30 EURO saja per bulannya.

Tapi ternyata sekolah tipe 3 pun mendapatkan subsidi yang sama dari pemerintah setempat, namun yang membedakan adalah cara subsidinya. Sekolah tipe 3 ini mengenal sistem reimburse, beda dengan 2 tipe lainnya yang disubsidi langsung ke sekolah masing-masing.  Orang tua yang anaknya  sekolah di tipe 3 harus membayar dulu ke sekolah tersebut untuk kemudian minta reimburse ke pemerintah setempat, begitu aturan mainnya. Lega…. itulah kata pertama yang terucap melihat masih ada peluang pendanaan untuk sekolah anak-anak ini. Pihak sekolah pun menyediakan dokumen kontrak yang dibutuhkan untuk pengajuan reimburse ini.

KiTA Bremen

website www.kita.bremen.de

Saya pun dirujuk ke kantor Amt Fur Soziale Dienste di Bremen, semacam dinas sosial untuk bantuan biaya anak sekolah tipe 3 di atas tadi. Setelah membuat janji untuk datang ke kantor tersebut, saya pun diharuskan membawa beberapa dokumen pendukung. Beberapa dokumen yang harus dibawa saat mengunjungi dinas sosial itu antara lain:

  1. Passport atau ID anak dan orang tua.
  2. Akte lahir anak
  3. Dokumen registrasi (Meldebescheinigung)
  4. Surat kontrak dari sekolah TK/KiTA
  5. Informasi pendapatan atau beasiswa
  6. Surat Kontrak dengan institut sebagai “guest contract”
  7. Informasi kalau pernah mendapatkan Kindergeld (kalau ada)
website www.amtfuersozialdienste.bremen.de

website www.amtfuersozialdienste.bremen.de

Karena saya sudah membuat janji dengan petugas dinas tersebut, saya pun langsung menemuinya dan mengisi formulir yang disediakan oleh petugas tersebut sambil menyerahkan dokumen-dokumen yang saya bawa. Termasuk informasi nomor rekening saya diminta dalam formulir tersebut. Semuanya berjalan baik-naik saja dan petugasnya memberi tahu akan segera di proses dan harap menunggu saja. Tak perlu lama berharap, di akhir bulan transferan dari dinas tersebut sudah saya terima dengan baik dan tidak perlu mengajukan tiap bulan, cukup sekali saja dan mereka akan mentrasfer ke rekening saya setiap akhir bulan sampai kontrak anak saya di sekolah tersebut berakhir. Jumlah reimburse-nya memang tidak sampai 100% seperti biaya yang ditagihkan oleh sekolah. Jumlah yang saya keluarkan pada akhirnya hanya 10 EURO  per bulannya untuk satu anak. Tidak terlalu sulit bukan?

Selamat mencoba.