Sekitar satu bulan sebelum kembali ke tanah air, hari-hari saya di Göttingen agak sedikit hectic. Banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya yaitu kündigung kontrak-kontrak. Sayang rasanya kalau pengalaman tersebut hanya tersimpan rapi di memori saya. Oleh karena itu saya ingin berbagi cerita dan tips ke teman-teman sekalian, agar kehidupan teman-teman sebelum pulang kampung lebih teratur dan bisa meminamalisir ke-hectic-an. Cieh :p

 

Here we go …

  1. Terminate kontrak wohnung. Saya mengerti bahwa ketika sedang sibuk dengan tesis/disertasi, kita akan sulit untuk meluangkan waktu memikirkan hal lain. Namun, perlu teman-teman notice mengenai kontrak wohnung. Biasanya, baik stw maupun privat, kündigung harus dilakukan tiga bulan sebelum kita memutuskan untuk pulang.
  1. Kündigung kontrak simcard. Jika teman-teman menggunakan simcard hp yang sifatnya pasca bayar, which means menggunakan kontrak, jangan lupa untuk cek regulasi mengenai tanggal dan bulan berakhirnya kontrak. Bagi pengguna O2, biasanya kontrak tersebut harus dicancel tiga bulan sebelum due datenya. Or else, kontrak akan diperpanjang otomatis oleh sistem selama satu tahun lagi. Karena yang melakukan ini adalah sistem, maka mengerahkan segala kekuatan untuk melakukan protes ke O2 hanyalah sia-sia. Untuk kasus yang saya alami, saya telat melakukan cancelation dan petugas O2 memberi opsi, yaitu perpindahtanganan kontrak. Kontrak kita dapat dilanjutkan oleh orang lain / teman namun terkena charge 30 €, dan bagi yang menginginkan pergantian nomor hp akan ditambahkan biaya 30 € lagi. Lucky Me, kontrak saya kemarin dilanjutkan oleh Kak Aulia, teman LPDP di Göttingen. Makasih banyak loh kaaaaak :) Salah satu hal aneh dalam pengurusan ini, kita harus melakukan kündigung di gerai O2 tempat kita melakukan pendaftaran kontrak karena jika tidak, akan repot.
  1. Kündigung kartu kredit, bahn-card, dan kartu-kartu lainnya.
  1. Update data kelulusan di web simonev. Di sini kita juga harus mengupload copy ijazah sebagai bukti kelulusan. Namun jika ijazah kita belum terbit dan kita sudah ingin melakukan pemesanan tiket pulang, maka saya menyarankan untuk menghubungi pihak LPDP terlebih dahulu karena tiket tidak akan diproses oleh travel agent jika tanpa persetujuan dari pihak LPDP.
  1. Pesan tiket ke Central Travel. Pemesanan tiket saya kemarin dibantu oleh Ibu Yuyun. Sebelum menghubungi travel agent, akan lebih baik jika teman-teman mengecek jadwal penerbangan di web maskapai yang ingin teman-teman gunakan. Setelah memilih maskapai dan jadwal yang cocok, barulah teman-teman menghubungi Central Travel melalui email. Isi emailnya adalah informasi mengenai nama, PK berapa, kampus, negara, jadwal terbang dan maskapai penerbangan (kalau bisa cantumkan nomor penerbangan agar lebih gampang ditelusuri). Jangan lupa untuk meng-attach copy passport. Bagi yang akan melanjutkan perjalanan ke luar Jakarta dan harus menggunakan pesawat, maka jangan lupa juga untuk mengecek tiket ke kota yang dituju dan juga menyertakan pemesanan tiketnya pada email yang dikirimkan. Jangan lupa mengingatkan travel agent untuk upgrade bagasi ke 30 kg yaa.
  1. Melakukan lapor diri di KJRI atau KBRI. Berkas yang perlu disiapkan adalah passport dan dalam beberapa kasus, kita juga diminta untuk melampirkan copy bukti abmelden dari rathaus. Sebelum datang melapor, terlebih dahulu saya menyarankan untuk menelepon pihak KJRI atau KBRI mengenai kelengkapan berkas yang harus disiapkan. Kondisi yang saya alami waktu itu, saya diharuskan untuk membuat termin terlebih dahulu melalui telepon. Ternyata saat itu pengamanan sedang ditingkatkan pasca adanya peristiwa teror bom di Paris beberapa waktu lalu.
  1. Exmatriculation di web kampus. Untuk informasi lebih lanjut silahkan cek di web kampus masing-masing ya.
  1. Kündigung asuransi. Tips penting sebelum mengurus yang satu ini, gunakanlah semua fasilitas yang diberikan asuransi dengan optimal. Misalnya general check up, daripada mubazir, mending dimanfaatkan (hehe :p). Berkas yang dibutuhkan untuk kündigung adalah kartu asuransinya, bukti exmatriculation, abmeldebestätigung dari rathaus, serta tiket pesawat. Tidak perlu selengkap itu, tapi agar petugasnya yakin bahwa kita betul-betul akan pulang, maka beliau memerlukan berkas-berkas tersebut. Pembayaran asuransi akan diakumulasi sampai tanggal kita pulang ke Indonesia, jadi meskipun kita pulang bukan di akhir bulan, kita tidak perlu membayar satu bulan penuh.
  1. Menutup akun bank. Pengalaman saya di DB Göttingen, kita tidak perlu membuat termin terlebih dahulu, cukup datang ke lokasi dan sampaikan langsung ke teller. Namun pengalaman teman yang menggunakan Commerz Bank, beliau harus membuat termin dengan alasan biar petugasnya bisa mempersiapkannya terlebih dahulu. Untuk menutup akun bank, kita tidak boleh melakukan transaksi online termasuk auto debet at least dua hari sebelumnya, karena mengingat proses online transfer di Jerman membutuhkan waktu kurang lebih dua hari. Oleh karena itu, agar lebih aman, saya menyarankan untuk menyelesaikan semua kepentingan online transfer tiga hari sebelumnya. Karena saat ingin menutup akun bank, pihak asuransi belum melakukan auto debet pada akun bank saya (mungkin ada kesalahan teknis sehingga telat di auto debet, Wallahu’alam), sementara jadwal kepulangan saya ke Indonesia sudah sangat mepet, sehingga untuk urusan penutupan rekening, saya diperbolehkan untuk diwakili oleh teman saya, asalkan orang yang bersangkutan juga adalah nasabah pada bank yang sama. Saat itu saya tetap melaporkan penutupan akun kemudian kartu ATMnya digunting, kemudian teman saya diperbolehkan datang untuk menutup akun saya beberapa hari kemudian. Jika nanti masih tersisa uang di rekening, teller akan memberi semuanya.
  1. Pesan tiket kereta atau bus ke bandara.
  1. Legalisir ijazah. Jika ijazah kita sudah terbit sebelum pulang ke Indonesia, kita bisa melakukan pengurusan legalisir sendiri. Namun jika tidak, jangan lupa untuk membuat surat kuasa pengambilan ijazah kepada teman yang masih akan berada di Jerman. Namun bila proses legalisir ijazah dapat dibantu oleh pihak kampus, maka kita tidak perlu meminta perwakilan teman. Pihak kampus dapat mengirim langsung ijazah kita ke Indonesia.
  1. Packing barang-barang yang akan dipaketkan dengan menggunakan jasa ekspedisi Pulang Kampung. Teman-teman dapat mencari info mengenai jasa ini di halaman facebooknya atau bisa dengan mengunjungi websitenya di http://www.pulangkampung.eu/. Oh iya, untuk kardusnya dapat dibeli di ebay, dengan mengetik keyword “verpackungskönig” (merek ini memiliki kualitas yang bagus karena memiliki dua lapis kertas, sehingga barang kita agak lebih aman dari kerusakan). Ukuran kardus dapat dipilih sesuai kebutuhan. Penjualannya tidak dilakukan secara ecer, sehingga mostly kita harus membeli minimal 10 lembar. Tidak perlu khawatir soal ini karena kita dapat menawarkan kepada teman-teman yang akan pulang ke Indonesia juga dan ingin mengirim barang. Sebagai informasi, saya kemarin mengirim dua paket tujuan Makassar yang berukuran 43 x 33 x 38 cm, masing-masing beratnya berkisar 15 kg, dan kemudian saya membayar sebesar 78 € untuk dua paket tersebut (sangat murah jika dibandingkan dengan mengirim melalui Deutsche Post atau DHL). Pihak Pulang Kampung dapat melakukan penjemputan ke kota kita masing-masing dengan syarat ada minimal 10 paket yang dijemput di kota tersebut. Jika tidak, maka kita harus mengirim sendiri ke gudang mereka di Gronau. Pengiriman ke Gronau dapat dilakukan melalui jasa ekspedisi Hermes. Cukup dengan mendaftar online, maka petugas Hermes akan datang menjemput paketnya di depan pintu kita :)

Jika ada barang elektronik yang ingin kita kirim melalui ekspedisi seperti ini dan membutuhkan semacam surat perizinan atau surat keterangan yang berhubungan dengan Bea & Cukai, maka surat tersebut dapat diperoleh di KJRI atau KBRI. Ini dapat sekalian kita lakukan bersamaan saat melapor diri kepulangan.

  1. Jalan-jalan. Sebagai mahasiswa yang studi di Eropa, tidak afdol rasanya bila tidak jalan-jalan di detik-detik akhir kita meninggalkan benua ini. Selain jalan-jalan, teman-teman juga bisa stay di kota tempat studi dan menikmati momen-momen terakhir di sana. Di tahap ini kita bisa memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan oleh-oleh, misalnya suvenir, cokelat, teh, kopi, keju, baju, dan lain-lain.
  1. Farewell party sekalian syukuran kelulusan. Tidak ada salahnya melakukan ini, namun jika teman-teman merasa tidak perlu, no worries :)
  1. Final packing untuk koper dan tas. Untuk makanan seperti cokelat dan keju, keluarkanlah dari lemari pendingin beberapa jam sebelum berangkat hingga suhunya sesuai dengan suhu ruang. Hal ini perlu agar makanan tersebut tidak terlalu “kaget” dalam beradaptasi dengan suhu di bagasi pesawat. Untuk barang-barang yang fragile misalnya suvenir yang terbuat dari porselen dan kaca, bungkuslah sebaik dan serapat mungkin dengan bubble wrap (luftpolsterverpackungsfolie) kemudian dikelilingi dengan selotip. Contohnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Capture


 

Urutan list di atas tidaklah harus diikuti sepenuhnya, sesuaikanlah dengan situasi pribadi teman-teman. While melakukan tahap-tahap di atas, selingilah dengan beres-beres kamar. Pisahkan barang yang akan dibuang, diberi ke orang, dan yang akan dibawa pulang.

 

Terakhir, selamat datang kembali di tanah air dan persiapkan diri untuk menghadapi culture shock. Karena seperti yang pernah saya alami, culture shock tidak hanya terjadi ketika kita baru menginjak negara tujuan, tetapi juga terjadi ketika kita back to our home country.

Saya tahu bahwa kehidupan di Jerman sangatlah teratur, bersih, dan nyaman, tapi Indonesia menunggu peran kita agar bisa berkontribusi dalam menciptakan suasana hidup yang lebih teratur, bersih, dan nyaman seperti di Jerman.

 

Salam kangen untuk Göttingen,

Farizah Dhaifina Amran