Pengurusan administrasi pindah alamat di Jerman gak ribet bin cepet banget. Berdasarkan pengalaman saya pindah Wohnung (tempat tinggal), karena masa tinggal maksimal di Studentenwohnheim sudah habis dan agak kurang nyaman share dapur dan kamar mandi dengan 14 orang (fiuh.. banyak banget), ngurus administrasinya gampang banget. Pengurusan administrasi pindah alamat harus dilakukan secepatnya, kenapa? karena terkait dengan alamat tujuan surat menyurat kita, mengingat di Jerman banyak sekali sistem administrasi yg melibatkan pos. Yg butuh diurus meliputi administrasi kota tempat tinggal, asuransi, universitas, dan bank.

Pertama dan terpenting, administrasi di kota tempat tinggal. Pengurusan dilakukan di Bürgeramt dengan cuma membawa : Aufenthaltstitel a.k.a residence permit, Wohnungsgeberbestätigung alias dokumen dari pemilik tempat tinggal yang menyatakan kita menyewa di tempat tersebut, dan Mietvertrag a.k.a kontrak sewa di tempat tinggal baru. Buat jaga-jaga, bawa aja Mietvertrag lama dan dokumen yg dirasa penting dan berhubungan. Petugas biasanya melihat tanggal mulai berlaku atau tanggal mulai ditempati di Mietvertrag baru kita. Kalau jarak pengurusan dan penempatan beda terlalu jauh, kita bisa dikenakan denda dengan nominal yg lumayan. Teman saya memberi informasi kalau di kota Tuebingen jika telat mengurus administrasi pindah alamat bisa didenda sekitar 80 Euro.  Nominal denda biasanya tergantung kebijakan kota tempat tinggal. Selain itu, jarak berlakunya denda juga bervariasi, jadi usahakan mengurus administrasi pindah alamat secepatnya setelah mendapat pindah. Di Bürgeramt, setelah mengisi form yg hampir sama dengan saat pertama kali Anmeldung dan menunjukkan kontrak sewa baru, petugas akan meminta residence permit kita. Kemudian residence permit kita akan ditempeli stiker bertuliskan alamat baru kita menutupi alamat lama kita. Fertig! Gampang bin cepat kan… hehehe

Kemudian mengurus administrasi pindah alamat di unversitas. Kalau yg ini, tergantung kebijakan universitas juga. Pengalaman saya, saya hanya perlu mengirim email berisi keterangan alamat baru dengan disertai nama lengkap dan Matrikelnummer. Secara otomatis pihak universitas akan mengganti (contoh di Universitas Tuebingen). Akan tetapi, kemungkinan besar di universitas lain kebijakan yg diterapkan berbeda. Kita harus mengurus ke Studentenskretariat dengan membawa dokumen yg dibutuhkan, misalnya Studentenkarte dan Mietvertrag baru.

Pihak asuransi dan bank juga harus diberitahu mengenai alamat baru kita. Untuk asuransi kesehatan, contoh kasus adalah Mawista (asuransi yg saya pakai), pengurusan pindah alamat hanya perlu dilakukan via email yg ditujukan ke costumer service. Untuk provider asuransi lain, terutama yg cabangnya ada di kota tempat tinggal lebih baik diurus dengan mendatangi kantor cabang. Sedangkan untuk Bank, pengurusan pindah alamat biasanya tidak bisa dilakukan via email karena harus tanda tangan form tertentu (contoh kasus Kreissparkasse Tuebingen). Pengurusan pindah alamat harus membuat termin terlebih dahulu agar kedatangan kita ke Bank tidak sia-sia. Dokumen yang perlu disiapkan tidak jauh beda bahkan pengalaman saya mengurus di Kreissparkasse Tuebingen, tidak perlu memperlihatkan dokumen apapun cukup menandatangani form yg sudah diprintkan oleh pihak bank.

Semoga informasinya bermanfaat.. 🙂

Gruesse aus Tuebingen

 

Penulis : Arif Luqman (Awardee LPDPD Jerman, S3 Eberhard Karls Universität Tübingen)