Berlin telah menjadi surga bagi para enterpreneur dan innovator muda dari seluruh Dunia untuk mengimplementasikan ide-ide bisnis mereka. Iklim bisnis yang sehat, biaya hidup dan biaya sewa kantor yang murah, membuat banyak orang tertarik mendirikan usaha bisnisnya di Berlin. Terlebih, perguruan tinggi dan komunitas-komunitas kreatif di Berlin turut memberikan andil terhadap pertumbuhan jumlah perusahaan rintisan (start-up) di kota ini. Mereka membuat sejumlah program yang diselengarakan guna meningkatkan gairah berdirinya perusahaan rintisan di kota ini, mulai dari agenda pelatihan dan seminar hingga program akselerasi dan inkubasi bisnis.

Start-up event adalah istilah yang populer untuk mendeskripsikan acara-acara yang mewadahi para innovator untuk memaparkan ide bisnis mereka serta produk atau jasa yang mereka tawarkan ke publik. Dalam acara seperti ini, para innovator biasanya dapat menemukan calon penyandang dana dan mitra kerja untuk mensupport bisnis mereka agar lebih berkembang. Setiap minggu, setidaknya ada belasan acara start-up event di Berlin. Start-Up Safary Berlin adalah salah satu di antaranya.

Walaupun Start-Up Safary Berlin bukanlah start-up event terbesar di Berlin, namun konsep yang dimiliki acara ini cukup menarik. Pada start-up event lainnya, pada umumya para perusahaan rintisan akan mengirimkan delegasinya dan mereka hanya akan mempresentasikan perusahaannya maupun produknya  masing-masing bergantian di sebuah ruang aula didepan para peserta acara yang hadir.

 

Start up safary Berlin 2

Figure : StartUp Safary – Zalando, perusahaan e-commerce, sebagai tuan rumah .

Pada Start-up Safary, peserta langsung diajak berkeliling memasuki kantor atau ruang kerja perusahaan rintisan tersebut. Di sini, perusahaan rintisan sebagai tuan rumah akan mejelaskan dengan detail; mulai dari gagasan bisnis mereka, kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari, hingga visi ke depan perusahaan tersebut. Terdapat juga sesi  dimana peserta dapat berinteraksi langsung dengan para pendiri dan karyawan di perusahaan tersebut dan berkesempatan membangun jaringan relasi bisnis dengan mereka. Dengan skema ini, para calon investor dapat lebih mudah menilai kelayakan bisnis yang ditawarkan dan membuat keputusan untuk menentukan apakah mereka akan menginvestasikan dananya pada perusahaan rintisan yang dikunjungi. Calon mitra dan individu-individu yang tertarik untuk bergabung dengan perusahaan rintisan tersebut pun lebih mudah untuk bertukar informasi dan melakukan kerja sama ke depannya.

“Dengan interaksi yang lebih intensif, maka akan lebih banyak kesempatan yang terbuka”, gagasan itu lah yang melandasi konsep acara ini.

Hem, menarik bukan?
Kira-kira bisakah kita tiru acara seperti ini untuk dibuat di Indonesia?
Ayo tuliskan pendapat Anda pada kolom komentar di bawah.

 

Video link URL: https://www.youtube.com/watch?v=y82bjeZ2zRw

Kontributor : Edo Raihan, TU Berlin