By Argianto Rahartomo 27.06.2016

1

Figure 1. Gaenseliesel

 

Halo teman-teman semua 😀

Saya ingin berbagi sedikit kisah yang sangat menginspirasi mengenai seseorang yang begitu inginnya belajar selalu walaupun dikekang oleh kondisi.

Gänseliesel atau nama lainnya Goose Girl, merupakan salah satu simbol dari kota pelajar Göttingen. Menariknya patung tersebut mendapat julukan “the most kissed girl in the world”, julukan tersebut bukan tanpa alasan dikarenakan adanya semacam “ritual” akademis di kota ini. Bukan sulap bukan sihir, semua mahasiswa PhD (tanpa terkecuali) yang berhasil menyelesaikan disputasinya dan dinyatakan lulus akan diarak menggunakan gerobak yang dihias balon dan pernak-pernik pesta serta mahasiswa/i tersebut diperkenankan menggunakan topi khusus dapat dilihat di figure 2. Mahasiswa/i tersebut akan diarak dari tempat disputasi hingga Gänseliesel yang terletak di tengah Zentrum atau City Center kota Göttingen. Setelah itu, mereka harus memanjat dari kolam hingga mencium patung tersebut. Romantis bukan? 😀

 

2

Figure 2. Topi dan gerobak ritual

 

Ada sedikit cerita menarik mengapa patung tersebut dijadikan bagian dari ritual tersebut. Mungkin akan ada beberapa versi mengenai asal-usul kegiatan tersebut, namun yang menurut saya paling menarik adalah cerita berikut:

Gadis tanpa nama tersebut merupakan seorang penggembala dan setiap hari dia bekerja membantu orang tuanya. Namun disisi lain dia sangat ingin bisa bersekolah dan mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Dikarenakan keadaan yang mengharuskannya membantu orang tua, anak tersebut mengurungkan niatnya untuk bersekolah dan tetap berharap akan ada seseorang cendekiawan yang berbaik hati datang dan mengajarinya berbagai ilmu. Angsa tersebut melambangkan kebaikan hati dari gadis tersebut, sebab dalam kisahnya gadis tersebut merupakan gadis yang sangat baik hati. Cendekiawan yang dimaksud disini adalah PhD yang berhasil menyelesaikan studinya. Simbol mencium Gänseliesel merupakan bentuk iba serta doa dan “transfer” ilmu dari PhD kepada gadis tersebut.

Apakah Master Student ataupun Bachelor diperbolehkan mencium juga? Jawabannya adalah tidak. Sebab menurut penuturan beberapa warga Göttingen, akan membawa unglucklich” atau malapetaka bagi yang melakukannya. Mungkin saja dapat berupa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan studi dan tentunya kita tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? 😀

Oleh karenanya, pelajaran yang dapat dipetik adalah sebagai mahasiswa Indonesia yang berkesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri, apalagi di negara se-prestigious Jerman kita perlu merasa bersyukur. Hal tersebut dilakukan karena masih banyak teman-teman, adik-adik kita yang bahkan menyelesaikan sekolah hingga SD/SMP saja tidak mampu. Tugas kitalah yang men-transfer ilmu yang kita miliki baik dalam bentuk mengajar, pelatihan, dan bahkan cerita kepada teman-teman kita yang lainnya. Nasehat yang selalu saya pegang: Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain secara tidak langsung bersinergi dengan cerita diatas. Semoga cerita tersebut menginspirasi teman-teman semua baik yang sedang ataupun telah selesai menyelesaikan studinya masing-masing.

Salam sahabat dari Stadt die wissen schafft, Göttingen

 

Figure 1 dicrop dari http://www.blog-ein.de/img/Goettingen-Gaenseliesel3.jpg

Figure 2 diambil dari

https://www.uni-goettingen.de/admin/bilder/pictures/9bd7de3d6ffd77d96212d8e6ce8f422a.jpg