formalbercerita #1

 

Di edisi kedua belas Formal Bercerita kali ini ada teman kita Muhamad Abdurrachman Saleh yang akan membagikan pengalaman berkuliah dan hidup di kota Bonn. Abel saat ini sedang menempuh tahun kedua Master of Science in Physics di Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn. Yuk disimak ceritanya!

 

Kesan:

Pengalaman kuliah di negeri orang merupakan pengalaman yang sangat menarik buat saya. Bagaimana tidak, mulai dari sistem belajar, budaya, musim, pertemanan, makanan, hingga beribadah di sini tidak semudah ketika di Indonesia. Tapi justru karena tantangan-tantangan ini saya menjadi berkembang.

Awal pertama kali saya ke Jerman, saya langsung bertemu dengan musim gugur yang dilanjut dengan musim dingin (dan ini pengalaman pertama saya bertemu kedua musim ini). Tidak hanya suhu yang berubah, tapi suasana musim dingin yang “kelabu” benar-benar sangat berbeda dengan suasana yang ada di Indonesia. Jadwal sholat semua berubah, tempat sholat juga tidak banyak (jadi harus cari-cari tempat kosong dan sepi, e.g. lorong buku di perpus), tugas-tugas kuliah mulai berdatangan, di sela-sela waktu saya juga harus belajar menyiapkan makanan saya sendiri karena makanan jadi yang dijual di restoran harganya cukup mahal. Hal-hal ini yang membuat banyak mahasiswa baru mengalami “winter blues”. Untungnya, di Bonn saya bukan satu-satunya mahasiswa yang berasal dari Indonesia, warga Indonesia yang menetap disini pun cukup banyak, jadi saya merasa sangat tertolong di masa-masa awal menetap di Jerman ini.

Ada satu hal menarik yang saya baru tahu ketika berada di Jerman. Disini baik warga Jerman atau pendatang terbiasa untuk memberikan barang-barang mereka yang sudah tidak terpakai secara cuma-cuma, bahkan ada semacam group Facebook khusus dimana kita bisa memberikan barang yang kita punya ke orang lain. Mulai dari peralatan dapur, sofa, meja, kursi, alat tulis dan banyak barang lain bisa kita dapatkan dengan gratis. Budaya unik ini sangat membantu, apalagi ketika itu saya merupakan pendatang baru yang kamarnya masih kosong tanpa peralatan apa-apa, hehehe..

Semua pengalaman mulai dari sistem perkuliahan, belajar masak, mencari tempat sholat, travelling, (dan cerita lainnya yang tidak cukup saya ceritakan disini tentunya, hehehe..) menambah wawasan saya menjadi lebih luas. Intinya pengalaman kuliah di negara lain ini bukan hanya pengalaman seputar duduk di kelas saja, tapi malah lebih ke pengalaman-pengalaman hidup yang tidak terbayang sebelumnya.

 

Pesan:

Jangan pernah takut untuk bercita-cita kuliah lanjut di negara orang. Kamu tidak akan mengalami kerugian apa pun dengan memupuk cita-cita kamu tersebut. Kesempatan mendapat banyak pengalaman (di samping pendidikan yang jelas oke) sangat terbuka lebar.

Jika kamu akan atau sudah berada di luar Indonesia untuk melajutkan sekolah, segera cari teman-teman baru yang bisa membantu kamu beradaptasi disana. Pengalaman-pengalaman mereka yang tinggal lebih lama dari kamu akan sangat berguna buat kamu. Kamu bisa tanya mereka secara langsung atau pun lewat media sosial yang kamu punya.

Jangan ragu untuk cari hobi baru jika kamu mulai jenuh dengan rutinitas sehari-hari. Travelling ke tempat-tempat wisata yang ada di negara tempat kamu kuliah (atau negara tetangganya) juga bisa bantu untuk menyegarkan pikiran kamu.

Semangat!

 

Jika ini bertanya lebih jauh mengenai program perkuliahannya, Abel bisa dikontak di:

Facebook: Muhamad Abdurrachman Saleh

Instagram: @mabdurachmans